Selasa, 31 Agustus 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 31 AGUSTUS 2010

1. Pengastulan Bergolak Lagi
2. Polisi minta TNI jadi pasukan cadangan Lebaran
3. Senin, 30 Agustus 2010 17:54 WIB Penulis: Natalia...
4. Aksi TNI Gadungan Berakhir di Gerobak Sampah
5. Panglima TNI Terima Kunjungan Pangab Brunai
6. TNI Mulai Dikerahkan Bantu Pengungsi Letusan Sinab...

Pengastulan Bergolak Lagi

Singaraja, Denpost – Kasus saling serang, pasca konser musk Bondan prakoso di lapangan Seririt, sabtu (28/8) lalu ternyata berlanjut. Dua dusun di desa Pengastulan, yang sempat berdamai, kembali bergolak Minggu (29/8) malam lalu 22.00. Padahal Minggu sore, kedua tokoh warga yang sempat bentrok saling lempar dengan batu, botol, sajam, dan bom molotov, sudah berbaikan. Tapi entah kenapa, tiba-tiba saja pada malam harinya ada lemparan batu dan bom molotov yang menyasar rumah warga dusun Pala, desa Pengastulan, Kecamatan Seririt. Akbatnya, sebuah rumah milik warga setempat yang berada di pesisir sungai terbakar. Tak hanya itu, genteng, kaca jendela, dan pintu rumah itu hancur. Tak pelak, peristiwa ini memicu warga dusun Pala bermaksud melakukan serangan balik ke Dusun Kauman, Desa Pengastulan.

Kondisi in membuat suasana di perbatasan dusun jadi mencekam. Petugas Polres Buleleng yang disiagakan ternyata kalah banyak dengan warga yang berkumpul di muka-muka gang dengan bersenjatakan senjata tajam dalam suasana gelap gulita (lampu-lampu penerangan jalan sengaja dimatikan). Tak ingin kecolongan, Polres Buleleng AKBP Moh. Yudi Hartanto bersama Dandim 1609 Buleleng Letkol nf. Suhardi segera merapatkan barisan dengan mengirimkan Dalmas sambil menunggu pasukan Brimob Polda Bali yang meluncur dari Gilimanuk.

Ketegangan kian terasa lantaran simpul-simpul massa terus bergerak sambil menunggu reaksi dari lawannya. Polisi kemudian menyalakan genzet untuk penerangan di perbatasan kedua dusun. Sebelum Brimobda Bali datang, Kapolres Buleleng Moh. Yudi Hartanto memerintahkan anggotanya melakukan penyisiran ke kedua dusun yang terlibat bentrok dengan membujuk warga yang ngumpul-ngumpul di beberapa lokasi supaya kembali ke rumah masng-masing. “kami mohon bapak-bapak supaya kembali ke rumah, bairkan kami polisi yang menjaga situasi di sini, ucap kabagops Polres Buleleng, Kompol IB Wedanajati.

Seluruh perwira di Polres Buleleng juga ditugaskan ke beberapa titik rawan, termasuk hampir semua kapolsek se-Buleleng datang ke lokasi kejadian bersama pasukannya.

Wakil Bupati Buleleng Drs. Made Arga Pynatrih juga hadir sekitar tengah malam. Dia bersama Kapolres Buleleng dan Dandm berkeliling kampung untuk mengimbau warga agar kembali ke rumah masing-masing. Wagub Arga Pynath juga melihat rumah warga yang dibakar bom molotov dan dihujan batu. Sekitar pukul 01.30 suasana mulai kondusif, namun brimob Polda Bali mash siaga di lokasi bentrok.

Tapi sekitar pukul 09.00 kedua dusun yang bersengketa itu kembali bergolak. Sekelompok orang kembali memblokir jalan di perbatsan Dusun Pala, sehingga memicu warga Dusun Kauman bereaksi. Situasi sempat menegang sampai akhirnya pasukan Brimob dengan senjata laras panjang membuka blokir tersebut. Belum jelas pokok permasalahan yang menyebabnya kedua dusun ini bentrok. Hal semacam, ini pernah terjadi tahun 1997 dan 2001 lalu, bahkan lebih parah lagi. “permasalahannya tidak jelas. Sebelumnya juga sempat bentrok tanpa sebab yang pasti,” ucap seorang warga.

Polisi minta TNI jadi pasukan cadangan Lebaran

Senin, 30/08/2010 16:54:07 WIB
Oleh: Antara

JAKARTA: Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya meminta bantuan anggota Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi pasukan cadangan pada Operasi Ketupat Jaya Lebaran 2010. "Kita koordinasi dengan Pangdam Jaya mempersiapkan pasukannya guna mengamankan kegiatan arus mudik dan balik," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, hari ini. Boy menuturkan anggota TNI akan dipersiapkan menjadi pasukan cadangan pengamanan saat Operasi Ketupat Jaya, yang akan dikerahkan jika keadaan mendesak.

Boy Rafli menyatakan Kodam Jaya TNI siap mengerahkan pasukannya apabila Polda Metro Jaya sudah kekurangan personil untuk mengamankan tradisi arus mudik dan balik. "Ada sekitar 120 anggota TNI yang siap membantu Operasi Ketupat Jaya," ujar Boy. Dia mengatakan pengerahan pasukan TNI itu tetap di bawah koordinasi Biro Operasi Polda Metro Jaya sebagai pelaksana Operasi Ketupat Jaya 2010. Selain mendapatkan dukungan pasukan dari unsur tentara, Polda dan jajarannya juga memiliki pasukan cadangan di tingkat kepolisian resor (polres) dan kepolisian sektor (polsek).

Operasi Ketupat Jaya juga melibatkan petugas Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan dan Pemadam Kebakaran dengan jumlah total petugas 10.000 personil. Pihak kepolisian memberlakukan Operasi Ketupat Jaya guna mengamankan arus mudik dan balik Lebaran mulai 3 hingga 19 September. Boy menyebutkan pihak Polda Metro Jaya mendirikan 90 pos pengamanan pada sejumlah satuan tingkat polres.

Sebanyak 90 pos pengamanan tersebar di terminal bus, stasiun kereta api, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, tempat wisata, jalur arus mudik, dan jalur rawan kemacetan. Pembagian pos pengamanan, yakni 10 pos di terminal, sembilan pos di stasiun, 10 pos di bandara, 10 pos di pelabuhan, 17 pos di pusat perbelanjaan dan 44 pos di lokasi rute rawan macet dengan jumlah petugas 16 hingga 30 personil setiap pos. (msw)
Senin, 30 Agustus 2010 17:54 WIB
Penulis: Natalia Ririh Editor: I Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Operasi Ketupat yang akan digelar mulai tanggal 3-19 September 2010 akan melibatkan anggota TNI. Dalam kondisi benar-benar kekurangan personel, maka kekuatan TNI diperlukan.

"Kekuatan TNI sebagai kekuatan cadangan apabila dalam kondisi yang benar-benar diperlukan," kata Kombes Boy Rafli Amar, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (30/8/2010). Selain kekuatan TNI dalam Operasi Ketupat, Kepolisian Daerah juga bekerja sama Pemerintah Provinsi DKI, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan.

Dalam Operasi Ketupat ini, kata Boy, jumlah Polri yang diturunkan sejumlah 7.500 personel. Sedangkan dari kekuatan TNI 120 personel. "Kalau digabungkan dengan instansi terkait lainnya, jumlahnya menjadi 10.000 personel," kata Boy. Operasi Ketupat sebagai langkah kepolisian menghadapi pengamanan arus mudik Lebaran mulai tanggal 3 September 2010 sampai 19 September 2010.

Aksi TNI Gadungan Berakhir di Gerobak Sampah

Senin, 30/08/2010 16:37 WIB
Oris Riswan Budiana – detikBandung

Bandung - Aksi Dani Muhammad Ramdan (33) sebagai TNI gadungan akhirnya terbongkar karena berusaha melarikan diri saat diberhentikan polisi di Jalan Pajagalan. Dani diberhentikan polisi karena berbonceng 3 dan tak memakai helm. Sialnya, saat kabur ia malah menabrak gerobak sampah.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (29/8/2010). Dani membonceng 2 temannya yaitu Yoga dan Jajang menggunakan motor matik miliknya. Saat itu, Dani memakai pakaian militer lengkap dengan sepatu dan topi TNI. Melihat motor yang berbonceng 3 tersebut polisi pun memberhentikan, namun motor tersebut malah kabur. Namun karena ketiganya dalam keadaan mabuk, motor yang itu pun menabrak gerobak sampah sehingga mengakibatkan, Yoga dan Jajang dilarikan ke RS Immanuel.

"Kemarin, sekitar pukul 3 sore petugas kami menangkap Dani dan kawan-kawan. Dani sudah kita amankan, sementara 2 orang lagi hingga saat ini ada di RS Immanuel. Karena mengalami kecelakaan saat berusaha melarikan diri," ujar Kapolsek Astana Anyar Rudy Purnomo saat ditemui di Mapolsek Astana Anyar, Senin (30/8/2010). Dari hasil pemeriksaan terhadap Dani, dirinya mengaku sering melakukan perampasan handphone di sejumlah titik di Kota Bandung dengan menggunakan pakaian TNI. Diantaranya di alun-alun. Jalan jenderal sudirman, depan BIP, di lapangan tegalega dan lain-lain.

"Setelah kita periksa, tersangka ini mengaku sering melakukan perampasan hp. Mungkin karena takut diberhentikan petugas, mereka pun melarikan diri," tuturnya. Polisi menyita 2 buah dompet berisi uang tunai Rp 230 ribu milik korban dan Rp 30 ribu, serta beberapa handphone milik korban perampasan. Dan 1 unit Yamaha Mio berwarna yang digunakan saat melarikan diri. Tersangka dijerat pasal 365 tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.
(tya/ern)

Panglima TNI Terima Kunjungan Pangab Brunai

Senin, 30 Agustus 2010 - 17:10 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso, menyambut secara resmi kedatangan Panglima Angkatan Bersenjata Pemerintah Angkatan Bersenjata Diraja Brunei (Pangab PABDB) Yang Mulia Mejar Jeneral Haji Aminuddin Ihsan Bin Pehin Orang Kaya Saiful Mulok Dato Seri Paduka Haji Abidin di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (30/8). Kedatangan Pangab PABDB diawali dengan jajar kehormatan dan dilanjutkan kunjungan ke Ruang Tamu Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pangab Brunei yang merupakan kehormatan bagi pemerintah RI khususnya TNI serta berharap kerjasama antara kedua Angkatan Bersenjata yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat lebih ditingkatkan di masa yang akan datang.

Panglima TNI juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Brunei dan Angkatan Bersenjatanya, atas partisipasinya dalam pertemuan Panglima Angkatan Bersenjata se-Asia Pasifik (CHOD) di Bali dan kegiatan Sail Bunaken di Manado serta bantuan dalam penanggulangan bencana alam di Indonesia seperti di Aceh, Sumatera Barat dan Yogyakarta, termasuk kepercayaan pemerintah dan Angkatan Bersenjata Brunei yang telah memilih peralatan senjatanya dari produk Industri Strategis Indonesia.

Sementara itu, Pangab Brunei menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan serta kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini, terutama dibidang peningkatan sumber daya manusia Angkatan Bersenjata Brunei melalui pendidikan dan berharap hubungan kerjasama tersebut dapat ditingkatkan di masa mendatang dalam rangka menjalin kerjasama dan persahabatan antar angkatan bersenjata kedua negara.

Dalam kunjungan tersebut, Pangab Brunei didampingi Duta Besar Brunei untuk Indonesia, Athan Brunei Darussalam di Jakarta dan Asisten Intelijen (Pengarah Perisikan). Sedangkan Panglima TNI didampingi Kasau, Kasal, Wakasad, Asintel Panglima TNI, Askomlek Panglima TNI, Kapuspen TNI dan Staf Khusus Panglima TNI.

Selesai kunjungan ke Mabes TNI, Pangab PABDB beserta rombongan menuju ke Kementerian Pertahanan untuk melakukan kunjungan kepada Menteri Pertahanan RI. (puspen/syamsir)

TNI Mulai Dikerahkan Bantu Pengungsi Letusan Sinabung

Senin, 30/08/2010 22:22 WIB
Khairul Ikhwan - detikNews
Karo - Komando Daerah Militer (Kodam) I Bukit Barisan mengerahkan sekitar 250 personel untuk membantu penanganan bencana alam letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Para personel tersebut akan menangani berbagai persoalan yang diakibatkan bencana alam tersebut.

"Antara lain untuk membantu evakuasi warga dari desa yang dekat lokasi bencana. Selain itu juga membawa peralatan untuk kepentingan dapur umum," kata Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayjen TNI Leo Siegersdi Posko Utama Penanggulangan Bencana Alam Letusan Gunung Sinabung, Jl. Veteran, Kabanjahe, Karo, Senin (30/8/2010).

Para personel yang dikerahkan itu antara lain berasal dari Batalyon Infanteri 125 Simbisa, Brigade Infanteri 7 Rimba Raya, Bekang Dam I BB, Kodim 0205 Tanah Karo dan dari Kesdam I BB. Selain itu, dikerahkan juga sebanyak 19 kendaraan dengan peralatan pendukung lain, seperti 14 set alat masak untuk kepentingan dapur umum yang setiap setnya bisa memenuhi memasak makanan untuk kebutuhan sekitar 100 orang, serta peralatan pendukung sistem administrasi penanggulangan bencana.

Disebutkan, Pangdam Leo Siegers, para tentara tersebut akan ditempatkan hingga kondisi di lokasi bencana membaik. Bila sudah tidak diperlukan lagi, pasukan TNI tersebut akan ditarik kembali.

"Sekiranya para personel yang ditempatkan di Karo untuk penanggulangan bencana tersebut sudah tidak diperlukan lagi, harap segera disampaikan agar personel dapat segera ditarik ke kesatuannya masing-masing," tukas Mayjen Leo Siegers.
(rul/Ari)

DAFTAR ISI KLIPING TGL 30 AGUSTUS 2010

1. Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso Bicara Kesiapa...
2. Siaga di Pekanbaru, TNI AU Siap Tempur
3. Komandan Brigade Ituri Puji Kerja Konga XX-G
4. TNI AL Tangkap Empat Kapal Malaysia
5. Hanura Minta SBY Tegasi Malaysia
6. Kepala Imigrasi Bandara dan Staf Nyabu di Ruang Ke...
7. Pangdam XII/Tanjungpura: Jangan Ada Kata Terlambat...
8. Petugas Gagalkan Penyelundupan BBM Di Perbatasan N...
9. Mencurigakan, Oknum Tentara Diamankan warga

Senin, 30 Agustus 2010

Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso Bicara Kesiapan Korps-nya


Minggu, 29 Agustus 2010 , 06:06:00

JAMBI – Setelah sekian lama diam, akhirnya Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkat bicara. Seolah menjawab isu teraktual yang berkembang pada pekan-pekan terakhir, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso pun angkat bicara. Pendek dan lugas, TNI Siap perang melawan siapa pun yang mencoba mengancam keutuhan NKRI. Pernyataan Jenderal Djoko masih normatif, Namun, sudah cukup memberikan peringatan, kepada negara manapun yang ingin mencoba-coba menjanjal kekuatan pertahanan Indonesia.

Jenderal Djoko menegaskan, keputusan untuk mendeklarasikan perang memang bukan wewenang TNI. Namun, jika hal itu terjadi, TNI sudah dalam kondisi siap. “Tugas pokok TNI adalah menjaga NKRI. Bila ada gangguan dari negara luar dan ada keputusan diplomatik atau politik, TNI siap perang,” ujarnya kepada wartawan usai melantik pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Jambi di Gladia Room Hotel Abadi Suite, Sabtu (28/8). Pernyataan Jenderal Djoko setidaknya menjawab bahwa minimnya peralatan perang tidak menjadi penghalang untuk bersikap, bahwa arogansi negara tidak bisa dibiarkan!

Dilansir Jambi Independent (grup JPNN), lebih lanjut mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu menambahkan, pada 6 September nanti pemerintah Indonesia akan melakukan perundingan dengan Malaysia guna membicarakan persoalan yang terjadi. Selama ini dalam hubungan dengan Malaysia, lanjut Djoko, Indonesia memang selalu mengedepankan diplomasi, termasuk masalah penangkapan tiga PNS Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh Polisi Diraja Malaysia beberapa waktu lalu.

Di tempat terpisah, Menlu Marty Natalegawa menyatakan bahwa pihaknya telah mendesak Menlu Malaysia untuk melakukan investigasi terhadap penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan di perairan Bintan, Kepulauan Riau tanggal 13 Agustus lalu. Marty mengaku telah merespons keras tindakan diluar batas kewajaran tersebut. "Saya sudah telepon langsung Pak Menlu Malaysia, saya desak mereka untuk bertanggungjawab," kata Marty.

Malaysia, menurut Marty, telah siap melakukan investigasi untuk kemudian hasilnya disampaikan pada pemerintah Indonesia. Selanjutnya kedua negara sepakat untuk melakukan perundingan terkait sengketa perbatasan itu di kota Kinabalu, Malaysia 6 September mendatang. Perundingan itu akan fokus pada dua hal. Yang terutama adalah perlindungan terhadap WNI di luar neger.

"Karena saya yakin kita semua terganggu dan terusik dengan langkah Malaysia,"ujarnya. Agenda kedua yang akan dibahas adalah terkait sengketa perbatasan Indonesia-Malaysia. Segmen yang belum selesai antara lain perbatasan di sisi Selat Malaka, Selat Malaka bagian selatan, dan Laut Sulawesi. Marty mengatakan pemerintah telah memiliki strategi khusus dalam perundingan tersebut.

"Saya mencoba melaksanakan diplomasi, tidak semua bisa dibocorkan ke publik. Yang jelas, perundingan tidak akan selesai dalam satu hari. Dengan Vietnam saja baru selesai setelah 32 tahun," ujar Marty.

Persoalan RI-Malaysia ini terbukti disikapi dengan serius oleh pemerintah. Indikatornya, Marty bahkan rela membatalkan jadwal kunjungan ke Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) yang sebelumnya dijadwalkan pada 24-28 Agustus 2010. Padahal, kunjungan ke kedua negara itu bertujuan untuk membahas masalah bilateral, namun tidak tertutup kemungkinan membahas juga perkembangan yang terjadi di Semenanjung Korea. (zul/can/jpnn)

Siaga di Pekanbaru, TNI AU Siap Tempur


Senin, 30 Agustus 2010
JAKARTA (Suara Karya): TNI Angkatan Udara (AU) melalui Lanud Pekanbaru menyiapkan operasi udara pada waktu fajar. Persiapan ini akan menjawab panggilan tugas operasi yang tak terduga dan tanpa mengenal waktu.

"Kesiapan tempur tersebut harus selalu melekat dalam diri seorang penerbang tempur (fighter). Panggilan operasi tempur itu dapat saja terjadi kapanpun tanpa mengenal waktu, baik pada pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari maupun pada saat dini hari," ujar Komandan Lanud Pekanbaru, Kolonel TNI Nanang Santoso dalam siaran pers Mabes TNI AU di Jakarta, akhir pekan lalu.

Skadron 12 Lanud Pekanbaru menggelar terbang fajar selama sebulan penuh dan akan berakhir pada 7 September 2010 mendatang. Para penerbang yang turut serta dalam operasional penerbangan Lanud Pekanbaru melakukan disertifikasi dengan merubah waktu latihan dari pukul 05.00 WIB-12.00 WIB. Take Off pukul 05.00 WIB.

"Tujuan latihan ini untuk meningkatkan kemampuan para penerbang dalam melaksanakan penerbangan pada saat fajar yang lebih banyak mengandalkan instrumen karena visual yang sangat terbatas," ujar Nanang. Ia menyatakan, pelaksanaan tugas tak bisa ditunda karena sudah menjadi panggilan dan kewajiban penerbang tempur. "Kewajiban yang harus ditunaikan tanpa bisa ditunggu ataupun diundur waktu pelaksanaannya. Kesiapan tempur tersebut harus selalu melekat dalam diri seorang fighter," ujar dia.

Sebagai satu-satunya pangkalan induk yang berada di Pulau Sumatera, Nanang menjelaskan, Lanud Pekanbaru harus selalu meningkatkan kesiapan satuan-satuan yang ada di jajarannya, termasuk Skadron Udara 12 yang mengawaki pesawat tempur Hawk 109/209. "Fighters Skadron Udara 12 harus selalu siap melaksanakan tugas tugas yang diperintahkan," ujarnya.

Komandan Brigade Ituri Puji Kerja Konga XX-G


Minggu, 29 Agustus 2010 - 17:37 WIB
KONGO (Pos Kota) – Komandan Brigade Ituri, Brigadir Jenderal Zia Ul Hasan dari Bangladesh, didampingi oleh Komandan Batalyon Marocco Kolonel Major Muhammad Benedir, para Milobs dan Komandan Satgas Zeni TNI Konga XX-G/Monuc Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw, meninjau pekerjaan jalan Dungu Faradje sepanjang 155 Km yang sedang dibangun oleh Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-G/Monuc-Kongo, Sabtu (28/8).

Komandan Brigade Ituri – Jenderal Zia Ul Hasan yang sudah 7 bulan bertugas di Kongo dan sudah enam kali meninjau pekerjaan jalan Dungu Faradje, langsung datang dari Markas Besar Brigade Ituri MONUSCO di Bunia untuk melihat kembali sejauhmana perkembangan yang sudah dicapai oleh Satgaz Zeni TNI Konga XX-G, yang dua bulan lagi akan mengakhiri penugasannya di Negara Kongo.

Dalam kunjungannya yang cukup lama di pekerjaan jalan, Komandan Brigade menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan anggota Peleton Alber, khususnya kepada para operator alat berat dan Dumptruck dengan banyak memberikan motivasi dan semangat kepada mereka serta berjanji akan terus mendukung Satgaz Zeni TNI Konga XX-G dalam menyelesaikan salah satu proyek terbesar MONUSCO ini.

Selain itu, Komandan Brigade Ituri juga berpesan kepada Dansatgas Konga XX-G agar tetap mempertahankan kualitas pekerjaan jalan dan prestasi yang sudah didapat, dimana prestasi tersebut tidak semua Kontingen yang ada di Kongo mampu mencapainya. Komandan Brigade juga menyempatkan diri berbincang-bincang dengan masyarakat Cimquante-Cing (desa Lima-Lima) dan menanyakan pendapat mereka tentang pembangunan jalan yang dikerjakan oleh Satgas Zeni TNI Konga XX-G.

Masyarakat setempat yang diwakili oleh kepala desanya mengatakan, sangat berterimakasih kepada MONUSCO dan Kontingen Garuda XX-G yang telah membangun jalan Dungu Faradje dengan sangat baik dan bagus. Mereka menyatakan dapat merasakan secara langsung manfaat jalan tersebut, sehingga penduduk pedalaman disini tidak terisolasi lagi dan perekonomian merekapun dirasakan lebih baik sejak dibangunnya jalan Dungu Faradje.

Setelah mengakhiri kunjungannya, Komandan Brigade Ituri bersama Dansatgas Konga XX-G/Monuc beserta rombongan kembali ke Basecamp Marocco Batalyon yang berlokasi di Kota Dungu untuk berbuka puasa bersama. Pada kesempatan ini, Komandan Brigade mengatakan merasa puas dan memuji serta menyanjung hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-G dengan kata-kata “Excellent Job”.

Satu kembanggaan lagi bagi Kontingen Garuda XX-G yang selalu mendapatkan apresiasi dari Pimpinan atas, baik dari pimpinan tertinggi militer maupun dari pejabat tertinggi sipil MONUSCO/PBB di Kongo, sehingga hal ini secara langsung dapat mengangkat citra baik Bangsa dan Negara Indonesia di mata Dunia Internasional.
(Puspen-dms)

TNI AL Tangkap Empat Kapal Malaysia


Titik-titik merah menunjukkan kawasan rawan pencurian ikan oleh nelayan negeri tetangga

MINGGU, 29 AGUSTUS 2010 19:06 WITA
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
NUNUKAN, tribunkaltim.co.id - Jajaran TNI Angkatan Laut, Minggu (29/8/2010) kembali mengamankan kapal nelayan Malaysia yang beroperasi di perairan Indonesia di utara Kaltim. Empat kapal itu tertangkap saat sedang menangkap ikan di perairan Indonesia.

Rencananya sore tadi Danlanal Nunukan Letkol (P) Laut Rachmad Jayadi akan menyampaikan keterangan pers mengenai penangkapan empat kapal Malaysia tersebut. Hanya saja rencana tersebut diurungkan dan konferensi pers baru dilaksanakan, Senin (30/8/2010) besok pagi. Pihak Lanal Nunukan beralasan, penundaan itu disebabkan Danlanal tidak berada di tempat pada saat ini.

Sementara itu sumber tribun di Kantor Pelaksana Tugas dan Fungsi (KPTF) Tawau, KJRI Kota Kinabalu, menyebutkan, beredar kabar di Tawau jika TNI Angkatan Laut melakukan penangkapan kapal nelayan Malaysia tersebut di perairan Malaysia.

"Saya dapat informasi dari LO kita di Tawau, katanya sedang beredar kabar kalau penangkapan nelayan itu dilakukan di perairan Malaysia. Kemungkinan Malaysia akan protes," kata seorang sumber

Hanura Minta SBY Tegasi Malaysia

Surabaya, Nusa Bali - Ketua Umum Partai hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersikap lebih tegas lagi terhadap pemerintah Malaysia.

Ia menganggap perlakuan Malaysia terhadap Indonesia akhir-akhir ini sudah tidak mencerminkan hubungan yang baik antar kedua negara bertetangga itu.

"Kita harus menunjukkan diri kalau masih memiliki kehormatan karena ini adalah persoalan harga diri sebuah bangsa," kata mantan Cawapres 2009 itu.

Menurut dia, kebenaran hukum harus tetap ditegakkan untuk menenangkan hati masyarakat. Oleh sebab itu, kata dia, perlu tindakan yang lebih kongkret dan maksimal untuk menjawab keraguan rakyat tentang nasionalisme.

"Tidak ada salahnya kalau memberi warning pada negara tetangga. jangan main-main dengan hakl asasi manusia yang dicederai," kata Menko Polkam di era pemerintahan abdurrahman Wahid itu.

"Kalua tidak segera diselesaikan, amuk massa di tingkatan bawah semakin kencang. Semua itu terjadi akibat efek domino atas lambannya sikap pemerintah Indonesia terhadap malaysia," katanya.

Ia juga meminta pemerintah tidak melarang aksi unjuk rasa anti-Malaysia. "Pemerintah juga tidak boleh melarang aksi protes yang dilakukan warga, asalkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Pemerintah diminta menunjukkan kekuatannya, agar tidak mudah disepelekan bangsa lain. "Jangan sampai terjadi lagi, aksi penangkapan seperti kemarin. Pemerintah perlu menunjukkan kekuatannya," kata Pangdam Jaya periode 1994-1996.

Namun soal peralatan persenjataan, mantan Panglima Kostrad itu tidak berani menjamin karena selama ini anggaran untuk TNI relatif kecil.

Bahkan, untuk biaya pemeliharaan dan pengadaan alat utama sistem persenjataan, TNI masih sering mengalami kekurangan.

Menurut Wiranti, TNI tidak boleh memiliki nyali yang ciut dengan kondisi persenjataan seperti itu. Seorang prajurit harus siap ditugaskan di medan perang.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan pejabat tinggi militer di Indonesia untuk selalu memiliki kesiapan."Jangan jadi panglima, kalau tidak berani berperang," kata Menhankam/Pangab pada kabinet Pembangunan VII/1998 dan Kabinet Reformasi Pembangunan 1998 - 1999 itu.
Ia juga tidak setuju adanya razia yang dilakukan terhadap warga Malaysia di Indonesia itu boleh saja, asalkan tetap perhatikan aturan. Dan jangan melanggar hukum, seperti katanya.

Kepala Imigrasi Bandara dan Staf Nyabu di Ruang Kerja

Senin, 30 Agustus 2010
PEKANBARU (Suara Karya): Benar-benar keterlaluan, Kepala Imigrasi Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Muhammad Wahidin (45), dan stafnya, Rio Melialam (27), tertangkap petugas saat lagi nyabu. Ini sungguh disesalkan karena selain di bulan suci Ramadhan, keduanya melakukan perbuatan tercela itu di ruang kerja mereka saat jam kerja. Kepala Imigrasi Pekanbaru, Jumanter Lubis, mengungkapkan hal itu di Pekanbaru, Minggu (29/8). Dia menjelaskan, penangkapan terhadap keduanya dilakukan aparat TNI AU yang bertugas di bandara.

Kedua karyawan imigrasi bandara itu ditangkap pada saat jam kerja, Sabtu (28/ 8). Yang lebih memprihatinkan, saat ditangkap keduanya justru mengenakan pakaian lengkap petugas imigrasi. "Ini betul-betul memalukan Kantor Imigrasi Pekanbaru," ujarnya. Dikatakan lebih lanjut bahwa dirinya benar-benar tidak menyangka kalau ada stafnya yang melakukan pesta narkoba pada saat jam kantor. Karena itu, dia meminta pihak kepolisian agar mengusut hingga tuntas kasus ini. Ada kemungkinan jaringan lain yang terlibat.

"Kita tidak akan ada toleransi bagi staf yang terlibat narkoba. Kita serahkan semuanya sesuai prosedur hukum. Kita juga minta pihak kepolisian untuk mengusut siapa saja yang terlibat dalam jaringan narkoba ini," tutur Jumanter. Secara terperinci, dia menceritakan kronologi penangkapan kedua petugas imigrasi tersebut. Bermula dari tugas yang dijalankan pihak intelijen TNI AU, yang memang bertugas di bandara tersebut. Setelah diyakini perbuatan itu memang melanggar hukum, kedua pelaku kemudian ditangkap. Setelah ditangkap, keduanya lalu diserahkan kepada Kepala Bandara Pekanbaru. Dari sana, selajutnya pihak bandara melimpahkan kasus ini ke Polsek Bukitraya Pekanbaru.

Dalam penangkapan tersebut, sebagai barang bukti, petugas pengamanan bandara juga menemukan bong sebagai alat pengisap sabu-sabu. Selain itu, petugas juga menyita satu bungkus daun ganja. Ketika ditangkap, kedua petugas Imigrasi bandara itu masih dalam keadaan mabuk. Dijelaskannya, Kepala Imigrasi Bandara yang tertangkap itu baru tujuh bulan bertugas di bandara tersebut. Sebelumnya, Wahidin bertugas sebagai Kepala Seksi Barkom Imigrasi di Kantor Imigrasi Pekanbaru. "Selama ini kami melihat orangnya baik-baik saja, ternyata pencandu narkoba. Ini benar-benar mencoreng nama baik kantor kita," ujar Jumanter.

Terkait dengan penangkapan itu, Airport Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru Ibnu Hasan mengemukakan, penangkapan kedua petugas Imigrasi itu dilakukan secara tertutup. Tidak terjadi kehebohan, padahal jarak ruangan pemeriksaan Imigrasi dengan penukaran tiket bandara hanya beberapa meter saja. (Budi Seno).

Pangdam XII/Tanjungpura: Jangan Ada Kata Terlambat

Tribunnews.com - Minggu, 29 Agustus 2010 23:50 WIB
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rihard Nelson
TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Moeldoko untuk pertama kalinya mengunjungi Kabupaten Ketapang, Minggu (29/8/2010). Kedatangannya ke Bumi Ale-ale dimulai dengan mengunjungi Makam Kerajaan Tangjungpura di Desa Tanjungpura.

Ia didampingi Dandim 1203/KTP Letkol Inf Agus Prasetyo, serta beberapa pejabat di jajaran Makodam. Kedatangan orang nomor satu di jajaran TNI AD Kalimantan Barat ini untuk mengikuti pelantikan bupati yang digelar Senin (30/8) besok.

Ditegaskan Moeldoko, kedatangannya ke Ketapang untuk menjamin keamanan daerah. Ketapang, kata dia, sejak dulu dikenal tidak pernah terjadi kerusuhan. Dia sempat mengilas-balik pelajaran berharga dari Ambon yang tidak hentinya terjadi kerusuhan.

"Kita tidak mau pada akhirnya ada kata terlambat. Sadarnya sudah terlambat, kerusakan insfrastruktur dan struktur sosial terlanjut terjadi. Semuanya sudah berantakan, yang ada hanya saling curiga," ujar Pangdam di hadapan Muspida di Makodim 1203, saat buka puasa bersama, setelah berkunjung dari Makam Tanjungpura.

Konflik yang terjadi dinilai tak lepas dari kayanya sumber daya alam (SDA) suatu daerah. Kekayaan itu ternyata menyadi sumber perpecahan, jika tidak dikelola dengan bijak.

Menurut dia, tidak mustahil hal itu akan terjadi di Ketapang. Sebab daerah ini mempunyai SDAyang luar biasa. "Kita tidak mau mewariskan kerusakan lingkungan kepada anak cucu kita. Untuk apa jika itu yang kita berikan, sementara kita saat ini bersenang-senang menikmatinya," kata Moeldoko.

Editor : Juang_Naibaho

Petugas Gagalkan Penyelundupan BBM Di Perbatasan Napan-Oesilo Districk Oecusi


MINGGU, 29 AUG 2010
KEFA, Timex - Satuan Brigade Mobil Daerah (Sat Brimobda) Polda NTT yang bertugas mengamankan perbatasan RI-RDTL, Jumat (27/8) malam lalu berhasil menggagalkan upaya penyelundupan BBM jenis premium sebanyak 1.267 liter melalui wilayah perbatasan Napan-Oesilo Districk Oecusi RDTL. Premium yang ditemukan itu milik Martha Manu, warga Desa Napan Kecamatan Bikomi Utara Kabupaten TTU.

Aksi menggagalkan penyelundupan premium terjadi sekira pukul 21.00 Wita dipimpin Kanit Gegana Sat Brimobda Polda NTT yang juga Komandan Batalyon (Danton) Pamtas RI-RDTL, Ipda Eujerio Bere serta Danpos TNI Napan, Lettu Syahrudin yang beranggotakan 12 prajurit Brimobda NTT dan TNI perbatasan.

"Rencananya, pukul 23.00 Wita, BBM tersebut akan diselundukan ke Districk Oekusi melalui Oesilo. Tapi kurang lebih satu setengah jam sebelum kejadian kami sudah blokir," ungkap Ipda Eujerio Bere ketika ditemui Timor Express (Jawa Pos Droup) di Markas Komando Taktis (Kotis) Brimobda Polda NTT di Kefamenanu malam tadi.

Dijelaskan, premium sebanyak 1.300 liter yang akan diselundupkan ke wilayah Timor Leste ditimbun di rumah pelaku yang jaraknya sekira 1 kilometer dari Oecusi. "Sebelumnya sudah ada informasi dari anggota intel saya, maka kami berbarengan dengan TNI langsung lakukan operasi ke lokasi kejadian," ujar Eujerio.

Menurut Eujerio, operasi pengamanan yang dilakukan merupakan bagian dari operasi rutin perbatasan yang dilakukan Sat Brimobda di wilayah Kotis Kabupaten TTU sejak bertugas, 7 Juli 2010 lalu. Diakui, setelah barang bukti dan pelaku terjaring, pelaku sempat menemui dirinya di pos Brimobda di wilayah Napan guna mendiamkan kasus tersebut.

"Tapi, saya bilang sama dia bahwa saya bukan tipe orang seperti itu. Tugas saya diperbatasan adalah bagaimana menciptakan iklim keamanan yang kondusif, sehingga masyarakat lebih leluasa menjalankan roda pembangunan di wilayah ini," kata Eujerio.

Barang bukti penyelundupan kata Eujerio, sejak Sabtu kemarin sudah diantar ke Polres TTU untuk menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku. "Laporan dan barang bukti sudah kami sampaikan ke Polres, tinggal tindak lanjut proses hukumnya," ujarnya.

Kapolres TTU, AKBP Adi Wibowo yang dikonfirmasi wartawan malam tadi membenarkan aksi penyelundupan premium melalui wilayah perbatasan Napan-Oesilo Districk Oecusi Jumat malam lalu. "Tadi pagi (Sabtu, red) memang ada laporan dan barang bukti BBM yang sudah sampai ke Polres TTU. Sekarang dalam proses hukum oleh anggota," ungkap Adi Wibowo.

Diakui, untuk menuntaskan kasus penyelundupan itu, pihaknya sudah memanggil sejumlah warga untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dimaksud. "Mudah-mudahan proses hukum kasus ini bisa cepat selesai, sehingga bisa memberi efek jerah kepada warga lainnya di daerah ini," harapnya. (ogi)

Mencurigakan, Oknum Tentara Diamankan warga

Singaraja, Nusa Bali - Seorang oknum tentara terpaksa diamankan warga termasuk sepeda motornya, karena menunjukkan gelagat tidak baik ketika datang ke Pantai Kerobokan, Kecamatan Sawan pada Jumat (27/8) malam lalu.

Oknum tentara tersebut tidak memarkir sepeda motor pada lahan parkir yang ada, namun justru menaruh sepeda motor pada semak-semak yang tersembunyi. Kecurigaan pun makin menuncak ketika oknum tentara itu memberikan keterangan berbelit-belit saat ditanya oleh warga.

Menurut informasi yang dihimpun Minggu (29/8) kemarin, oknum tentara yang diamankan itu bertugas di Secata A Singaraja dengan pangkat sertu. Ia diamankan warga pada malam sekitar pukul 20.30 wita. Berawal dari kecurigaan warga di pantai Kerobokan melihat ada orang yang menaruh sepeda motor di semak-semak tersembunyi.

Kecurigaan tersebut dikaitkan dengan peristiwa pemerasan terhadap pengunjung pantai Kerobokan, yang kerap terjadi pada malam harinya. bahkan, pemerasan terhadap pengunjung pantai sering dengan ancaman alan ditembak.

Akibat serentetan peristiwa tersebut, warga di Pantai Kerobokan mencoba menyelidiki pelaku pemerasan, karena peristiwa itu membuat pengunjung lainnya ketakutan dengan keamanan di pantai itu.

Warga sempat berjaga hingga subuh, namun hasilnya nihil. namun setelah beberapa hari kemudian, akhirnya diketahui ada sepeda motor yang mencurigakan ditaruh di semak-semak pada Jumat malam.

warga kemudian menyisir pantai untuk mencari orang yang dicurigai memiliki sepeda motor tersebut. Tidak jauh dari tempat yang biasanya ramai pengunjung, warga melihat seseorang berambut cepak sedang menunggui seseorang.

Saat ditanya tujuannya, orang berambut cepak tersebut memberikan keterangan berbelit-belit. Orang tersebut juga tedinya mengaku menaruh sepeda motornya di tempat parkir, namun belakangan setelah didesak akhirnya mengakui.

Warga sempat meminta KTA (kartu tanda anggota) TNI karena orang tersebut mengaku sebagai anggota TNI AD yang bertugas di Secata A Singaraja. Namun karena memberikan keterangan berbelit-belit, warga akhirnya menyerahkan oknum tentara tersebut ke Polsek sawan bersama sepeda motornya malam hari itu juga.

Oknum tentara tersebut sempat diamankan di mapolsek Sawan untuk menghindari kejadian yang lebih buruk. Setelah diamankan, oknum tentara tersebut kemudian dilepas kembali, namun pada saat itu sepeda motor jenis Honda Revo DK 6048 UG yang dibawa oknum tentara itu sempat ditahan.

Kapolsek Sawan AKP Nyoman Kartika ketika dikonfirmasi, membenarkan ada oknum tentara yang sempat diamankan di mapolsek Sawan. namun, karena polisi tidak mempunyai kewenangan , akhirnya penanganan masalah tersebut diserahkan kepada Provost TNI AD di secata A. "Sudah kita serahkan malam itu ke Secata A, karena kita tidak berwenang menangani. ya memang dia itu anggota," terang Kartika.

Minggu, 29 Agustus 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 29 AGUSTUS 2010

1. TNI Tunggu Perintah Perangi Malaysia
2. Satgas Konga berangkat ke Lebanon usai Lebaran
3. Lerai Bentrokan, Oknum TNI Ditikam
4. 2010, Malaysia 6 Kali Langgar Wilayah RI
5. Kekuatan di Laut Perlu Ditingkatkan
6. Oknum TNI Tadah Hasil Rampokan Bank BRI Denpasar

TNI Tunggu Perintah Perangi Malaysia

MINGGU, 29 AGUSTUS 2010 02:23 WITA
Jakarta, Tribun - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Djoko Santoso mengatakan, TNI tinggal menunggu perintah untuk memerangi siapapun demi menjaga kedaulatan negara. Soal Malaysia, TNI kini masih menunggu hasil perundingan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Malaysia yang akan digelar 6 September 2010 terkait memanasnya hubungan kedua negera. Perundingan ini juga akan membahas soal perbatasan kedua negara.Ketegangan ini dipicu oleh penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau oleh Marine Police Malaysia (MPM) di perairan Tanjung Berakit, Bintan, saat mengamankan nelayan liar dari Malaysia yang menangkap ikan di perairan Indonesia, 13 Agustus lalu.

"Tugas TNI adalah menjaga kedaulatan negara, integritas, keutuhan wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indoensia), serta menjaga keselamatan bangsa. Anggota TNI selalu dalam keadaan siap perang setiap saat karena sudah menjadi tugas pokok dari tentara," kata Djoko di Jambi, Sabtu (28/8). Djoko yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Berada di Jambi untuk melantik Ketua PBSI jambi. Menyangkut sikap Indonesia yang selama ini mengedapankan diplomasi ketimbang konfrontasi, TNI selalu siap apa pun keputusan yang diambil oleh pemerintah dalam perundingan 6 September itu. Menurut Djoko, salah satu prioritas utama TNI adalah menjaga integritas Tanah Air dan keselamatan negara. Karena itu TNI selalu siap untuk setiap tugas penyelamatan negara.

Namun, katanya, TNI adalah alat pertahanan yang tidak bisa melepaskan dari keputusan politik. Karena itu, TNI akan bertindak sesuai aturan dan sesuai keputusan politik dan apa yang dilakukan dan tidak dilakukan TNI itu sesuai dengan keputusan otoritas politik.

Sikap SBY. Anggota Komisi I DPR Ahmad Muzani menyayangkan langkah Presiden SBY dengan berkirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia Tun Najib Razak. Langkah SBY itu sebgai sikap yang lembek dan ketidaktegasan pemerintah atas sikap arogansi Malaysia yang merendahkan dan meremehkan Indonesia."Saya menganggap, surat itu tidak menegaskan posisi kita sebagai sebua negara yang berdaulat. Padahal kedaulatan kita sedang diinjak-injak.," kata Muzani yang juga Sekjen Partai Gerindra itu, di Jakarta, kemarin.

Menurut Muzani, surat SBY tidak menyelesaikan masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Surat itu tidak menyentuh esensi atas kekecewaan rakyat, tapi hanya kehendak antarkepala negara harus bersahabat. "Jadi surat itu sama sekali tidak ngaruh," cetus dia. Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai, surat SBY kepada PM Malaysia memberikan sinyal SBY tidak ingin perang dan kedua belah pihak harus duduk secara bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang sedang mendera dua negara."Bukan diperuntukkan menekan tapi mengajak Malaysia bersama-sama duduk membahas persoalan yang hangat," katanya dalam diskusi, di Warung Daun, Jakarta, kemarin.

Selain itu, lanjut dia, komunikasi antardua kepala negara adalah sebuah bentuk pertanggungjawaban SBY sebagai pemegang kekuasaan tertinggi negara guna menghindarkan kedua rakyat yang berseberangan satu sama lain tidak berperang. "Itu dilakukan agar rakyat masing-masing negara tidak berkonfrontasi, sebagai pemerintah bertanggung jawab, sudah seharusnya berkumpul, itu kan hindari perang, " jelasnya. Semestinya, kata mantan anggota Tim 8 ini, Presiden SBY tidak berhenti di titik pengiriman surat saja. Tetapi, harus ada tindak lanjut yang berikutnya harus dilakukan. "Surat itu proses awal, langkah selanjutnya pertemuan. Jangan seperti di Ambalat, permasalahan yang dihadapi masalah perbatasan, bisa membatasi di masalah itu saja, " tandasnya.

Jumat (27/8), Menkopolhukam Djoko Suyanto menjelaskan, SBY berkirim surat kepada Najib mengenai ajakan damai menyelesaikan kemelut atau hubungan tidak serasi antara Indonesia-Malaysia akhir-akhir ini. Hak Angket Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) mendorong DPR berani menggulirkan hak angket atas sikap SBY yang dianggap bertentangan dengan kemarahan masyarakat terhadap Malaysia. "Sikap SBY berkirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, tidak menjawab permasalahan sebenarnya," kata juru bicara Kompak Ray Rangkuti. Namun, Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq justru memaklumi sikap SBY tersebut. Secara politis, sebut dia, pimpinan kedua negara sudah sepantasnya mendinginkan suasana atas ketegangan yang terjadi saat ini.

"Jadi, secara politis, presiden sudah seharusnya melakukan demikian. Tinggal persoalannya harus didorong dengan langkah-langkah yang lebih kongkrit, memaksa kedua belah pihak, duduk melanjutkan perundingan soal tapal batas. Karena sumber utama pemasalahan ini adalah soal tapal batas," ujar Mahfudz.

Memperpanas situasi, imbuh politisi PKS itu, mengeskalasi konflik antara Indonesia dan Malaysia, hanya akan merugikan kedua belah pihak. Kalau ingin mengedepankan rasionalitas, yang diperlukan adalah mencari sumber masalah sesungguhnya, yaitu soal perbatasan. "Sampai saat ini, baik Indonesia dan Malaysia kan saling klaim. Itu masalahnya. Ada ide menarik, sambil masalah ini selesai, wilayah yang kini sama-sama diklaim, dijadikan kawasan bersama untuk sementara waktu. Sehingga nelayan Malaysia dan Indonesia dan pihak keamanan kedua negara sama-sama menjaga kawasan ini," kata Mahfudz. (tribunnews/yat/wil)

Satgas Konga berangkat ke Lebanon usai Lebaran

Sabtu, 28/08/2010 14:08:30 WIB
Tribun Timur Oleh: Antara
SURABAYA: Sekitar 100 anggota Satuan Tugas Maritim TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-B untuk misi perdamaian PBB di Lebanon, rencananya diberangkatkan ke negara tersebut pertengahan September atau seusai Lebaran. Kepala Sub Dinas Penerangan Umum Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Mayor Laut Kariono yang dihubungi di Surabaya mengatakan pemberangkatan Satgas Konga tersebut mundur dari rencana awal sekitar akhir Agustus 2010.

"Sesuai instruksi dari Mabes TNI, keberangkatannya diundur selepas Lebaran dan rencananya kalau tidak ada perubahan pada 14 September mendatang," kata Kariono hari ini. Dia menjelaskan seluruh anggota Satgas Maritim TNI Konga juga telah menyelesaikan latihan pratugas di Pusat Latihan Operasi Laut Kolatarmatim Ujung Surabaya selama dua pekan sejak 12 Agustus 2010. Anggota Satgas Konga berangkat ke Lebanon dengan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo-368 dan akan bertugas selama 6 bulan.

KRI Frans Kaisiepo, sebuah kapal jenis sigma kelas korvet yang dikomandani Letkol Laut (P) Wasis Priyono, juga mengangkut satu unit helikopter BO-105 beserta tujuh orang krunya, 88 ABK, dua tenaga paramedis, satu anggota Pasukan Katak (Kopaska), dan dua orang penyelam. Dalam pelayaran sekitar hampir 1 bulan menuju Lebanon, kapal perang dari jajaran Satkorarmatim itu, akan berangkat dari Surabaya dengan melintasi Jakarta, Belawan, Cochin, Salalah, Port Said, dan Beirut. "Selama bertugas di Lebanon, KRI Frans Kaisiepo dan seluruh personelnya akan bergabung dengan pasukan perdamaian dari negara-negara lain," tambah Mayor Kariono.

Sebelumnya, Wakil Asisten Operasional Panglima TNI Laksamana Pertama TNI Stevanus Budiono saat menutup latihan pratugas itu, mengatakan pengiriman Satgas Maritim Konga merupakan bukti kepercayaan PBB kepada TNI untuk kedua kalinya. Pada 2009 lalu, Mabes TNI juga telah mengirimkan KRI Diponegoro-365 berikut sekitar 100 anggota satgas untuk menjalani tugas yang sama di Lebanon. "Oleh karena itu, seluruh anggota Satgas Maritim harus dapat menunjukkan prestasi, dedikasi dan profesionalisme yang lebih baik dalam menjalankan segala tugas yang dibebankan," ujar Budiono.

Lerai Bentrokan, Oknum TNI Ditikam

Sabtu, 28 Agustus 2010 15:38 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar -Personel Brigif Linud 3 Kostrad Kodam VII Wirabuana, Prajurit Kepala Muhammad Yaqin, 29 tahun menjadi korban penikaman saat melerai bentrokan warga di Jalan Kandea, Kecamatan Tallo. Korban mengalami tiga luka tusuk di leher, perut, dan kepala. Saat ini korban menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pelamonia. Sebelumnya, korban mendapat pertolongan pertama di Rumah Sakit Jala Ammari Lantamal VI Makassar.

Sesaat setelah kejadian, polisi menangkap secara terpisah, tiga oknum pemuda yang diduga sebagai pelaku. Yakni Hermin, 21 tahun pelaku utama yang menikam korban. Dua rekannya adalah Burhan alias Edo, 20 tahun dan Herman, 21 tahun.

Insiden menimpa korban saat berusaha melerai bentrokan dua kelompok pemuda di Jalan Kandea, Sabtu (28/8). Kebetulan, korban sedang berkunjung ke rumah rekannya Firdaus yang tidak jauh dari lokasi bentrokan. Saat korban melerai, para pelaku bentrokan bukannya menghentikan aksinya. Malah sebaliknya, tiga orang pemuda langsung mendatangi Yaqin dan melakukan pengeroyokan. "Satu orang lalu mengeluarkan badik dan menikam korban berkali-kali," kata rekan korban, Firdaus kepada penyidik Kepolisian Sektor Kota Tallo. Korban tidak dapat mengelak dari serangan senjata tajam pelaku. Usai melakukan aksinya, ketiga pemuda tersebut langsung kabur dari lokasi.

Kepala Kepolisian Sektor Kota Tallo, Ajun Komisaris Ahmad Maryadi mengatakan ketiga pelaku ditangkap saat berencana kabur meninggalkan Makassar. Saat ini, ketiganya di titip di markas Kepolisian Resor Kota Besar Makassar. "Kami berkoordinasi dengan Detasemen Polisi Militer untuk proses tersangka lebih lanjut," ujarnya.

Ahmad mengatakan polisi masih melakukan penjagaan di lokasi kejadian. Mengantisipasi kemungkinan adanya serangan balasan. Pihak kepolisian telah bertemu langsung dengan beberapa elemen Kodam VII Wirabuana. "Yang jelas tersangka utama telah ditangkap. Semua pihak kami himbau agar menyerahkan kasus ini diproses secara hukum," ujar Ahmad. Kepala Penerangan Kodam Wirabuana, Letnan Kolonel Anis Yanis Oesman menyerahkan pengusutan kasus ini sepenuhnya kepada polisi.
ABDUL RAHMAN

2010, Malaysia 6 Kali Langgar Wilayah RI

Sabtu, 28 Agustus 2010 , 13:14:00

NUNUKAN – Data dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan, dari Januari hingga Agustus 2010 ini, Malaysia sudah ema kali melakukan pelanggaran wilayah. Rinciannya, tiga kali pelanggaran dilakukan oleh Police Marine, dan tiga kali oleh Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM). Untuk kapal Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), malah belum terpantau pernah menerebos batas wilayah di perairan Sulawesi. Data tersebut berdasarkan hasil pentuan Radar milik TNI AL Nunukan. “Itu data 2010, kalau tahun 2009 lebih banyak lagi,” kata Komandan Pangkalan AL (Danlanal) Nunukan Letkol Laut (P) Rachmad Jayadi. Disebutkan, pada tahun lalu pelanggaran wilayah lebih banyak, yakni sebanyak 26 kasus.

Rinciannya, Polis Marine melakukan pelanggaran sebanyak 5 kali, TLDM melakukan pelanggaran 13 kali dan TUDM melakukan pelanggaran wilayah 8 kali. “Malaysia lah yang paling banyak melanggar garis wilayah perbatasan, baik itu TLDM, TUDM, bahkan nelayan-nelayan mereka sering mengambil ikan di perairan Laut Sulawesi,” ungkap Danlanal. Guna menekan angka pelanggaran, lanjutnya, Pos AL Lanal Nunukan yang ada di Sei-Nyamuk Kecamatan Sebatik dioptimalkan untuk menjaga kawasan perairan laut Sulawesi berikut hingga ke titik Karang Unarang. “Sesuai intsruksi dari pusat, jika kita mendapati tentara Malaysia melanggar garis wilayah, maka kita langsung mendatangi dan mengusir mereka (Malaysia, Red), kemudian melaporkan ke markas besar dan tembusan hingga ke departemen luar negeri (Deplu),” sebut Danlanal.

Lanal Nunukan juga mencatat beberapa perkara pelanggaran lintas batas, yakni dari Nunukan-Tawau maupun sebaliknya Tawau-Nunukan, Sebatik-Tawau, Tawau-Sebatik. Di 2010 tercatat, pelanggaran pelintas batas totalnya 209.188 pelanggar, dan di 2009 paling tinggi, yakni total 297.098 pelanggar.

Dijelaskan, untuk pengamanan batas, Lanal Nunukan mengandalkan sarana prasarana armada pengamanan yang diperkuat KAL Ambalat dan KAL Bokori. Juga termasuk Patkamla, yakni armada Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Simanggaris, Sembakung dan Salindanao. Kemudian speedboat patroli masing-masing satu di Posal Sei Pancang, Sei Nyamuk, Sei Taiwan, Tinabasan, Sebaung dan Tanjung Haus.

Terkait dengan sedang panasnya hubungan RI-Malaysia, Rachmad Jayadi mengtakan, meski suasana di Jakarta panas akibat penangkapan 3 aparat dinas kelautan dan perikanan (DKP) di Batam, namun dipastikannya kondisi di perbatasan kondusif. “Tawau Sabah dengan Nunukan sebagai garda terdepan wilayah Indonesia di utara Kaltim, masih kondusif,” katanya.

Sekadar mengingatkan, tahun 2005 silam, di titik perairan Karang Unarang sempat terjadi pertikaian antara Indonesia-Malaysia. Saat itu, KRI Tedong Naga milik Indonesia terpaksa menyerempet Kapal Diraja (KD) Rencong (Malaysia) sebanyak tiga kali. Aksi itu terpaksa dilakukan karena KD Rencong berkali-kali melakukan manuver yang membahayakan pembangunan mercusuar di Karang Unarang.

Insiden penyerempetan kedua kapal ini merupakan bagian dari pertikaian perbatasan di kawasan Ambalat yang kaya migas. Petronas, perusahaan minyak Malaysia secara sepihak memberikan konsensi kepada perusahaan minyak Shell di Blok Ambalat. Dan Malaysia menyebutnya Blok XYZ. Malaysia mengklaim wilayah Ambalat adalah miliknya, menurut peta yang diterbitkan pemerintah Malaysia tahun 1979. Peta tersebut memicu protes dari berbagai negara tetangga, termasuk Indonesia.

Indonesia memprotes klaim sepihak itu dan memperketat keamanan di perairan Ambalat dengan menempatkan sejumlah kapal perang. Beberapa kali kapal perang Indonesia berhadapan dengan kapal perang Malaysia di perairan Karang Unarang. Puncak ketegangan adalah insiden penyerempetan ini. Dari aksi penyerempetan itu, menyebabkan lambung sebelah kanan kapal Malaysia jadi rusak. Sedangkan KRI Tedong Naga hanya tergores pada bagian lambung kiri.

Sementara, mengenai tingginya minat nelayan Malaysia masuk ke wilayah perairan RI, yang konon kabarnya selalu di back up tentara Malaysia, menurut Agus Mahesa Sekretaris LSM Lingham Nunukan, lantaran potensi perikanan yang ada di kawasan Karang Unarang sangat berlimpah.

“Ikan cakalang dan ikan berukuran besar lainnya target emas nelayan Malaysia. Sementara, nelayan Indonesia kalah canggih, makanya tidak ada yang berani ke Karang Unarang lantaran kapal dan peralatan tangkap seadanya,” kata Agus. Mestinya, pemerintah memberikan bantuan ke nelayan di sekitar Nunukan dan Sebatik, agar jangan sampai kalah peralatan dengan nelayan Malaysia. (ica/sam/jpnn)

Kekuatan di Laut Perlu Ditingkatkan


KRI Sutanto saat ikut dalam latihan perang TNI AL. Kapal ini ikut mengawal NKRI termasuk pulau- pulau di NTT.

SABTU, 28 AGUSTUS 2010 22:23 WIB
Jakarta, POS KUPANG.Com - Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan bahwa gelar kekuatan di laut perlu ditingkatkan, agar tidak ada pelanggaran wilayah atau kegiatan ilegal oleh pihak asing di wilayah laut Indonesia. "Sekitar 75 persen wilayah Indonesia adalah perairan. Perlu ada penambahan gelar kekuatan di laut," katanya dalam perbincangan di Jakarta, Sabtu (28/8/2010). Juwono mengatakan, posisi Indonesia diantara dua samudra mengakibatkan selat-selat di Indonesia menjadi penting untuk pelayaran dunia.

"Tidak saja pelayaran niaga, melainkan juga militer. Luas wilayah perairan Indonesia perlu dijaga dengan kehadiran gelar kekuatan yang memadai," ujarnya. Gelar kekuatan di laut Indonesia penting, selain menjaga kepentingan sejumlah negara yang melintasi perairan Indonesia, juga menjaga wilayah laut nasional dari pelanggaran wilayah dan kegiatan ilegal oleh pihak asing, tutur Juwono.

Terkait itu, tambah mantan Dubes RI untuk Inggris itu, pemerintah telah mengalokasikan kenaikan anggaran bagi alat utama sistem senjata TNI Angkatan Laut sebesar 20 persen per tahun hingga 2020. Senada dengan Juwono, pengamat pertahanan Andi Widjojanto mengatakan, pemerintah harus mempercepat pembangunan kekuatan di laut seperti pembangunan kapal patroli kelas `fregate-corvette`.

"Tak hanya pengadaan kapal selam juga harus dipercepat, sehingga bersama kapal patroli tersebut dapat melakukan pengamanan di Laut Sulawesi, perairan Malaka-Riau-Natuna," tuturnya. Pada pertengahan Agustus 2010 Kementerian Pertahanan telah meluncurkan pembangunan kapal perang tempur jenis Perusak Kawal Rudal (PKR).

"Menhan juga sudah berkomitmen untuk pembuatan kapal selam di dalam negeri. Ini harus dipercepat semuanya, jangan ditunda-tunda lagi agar wilayah perairan kita aman," kata Andi. (ant).

Oknum TNI Tadah Hasil Rampokan Bank BRI Denpasar

Sabtu, 28 Agustus 2010 - 10:07 wib
Rohmat - Okezone

ilustrasi
DENPASAR - Pelaku perampokan Bank BRI Unit Gatot Subroto, Denpasar, diduga juga melibatkan oknum anggota TNI Kodam IV/Udayana menyusul pengakuan dari Ferdinand pelaku perampokan bank tersebut yang ditangkap aparat kepolisian.

Kasatreskrim Polres Badung AKP Ketut Soma Adnyana mengatakan satu diantara anggota komplotan perampok adalah oknum anggota TNI yang dinas di Kodam IV/Udayana. Dalam aksinya komplotan tersebut menyusun rencana jahatnya di tempat tinggal oknum TNI tersebut di daerah Kepaon,Denpasar Selatan.

Pengakuan pelaku, oknum TNI itu menjadi penadah barang-barang hasil jarahannya dan menjualnya ke daerah ke Lmbok, NTB, " beber Soma.

Namun ditanya lebih jauh soal keterlibatannya, Soma Adnyana belum bisa memastikan lebih detil sebab kasus kasus yang melibatkan oknum TNI itu telah diserahkan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kodam IX/Udayana.

Sabtu, 28 Agustus 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 28 AGUSTUS 2010

1. Alutsista Terbatas, Prajurit TNI AD Harus Kuasai B...
2. Menhan: Tak Ada Peningkatan Kekuatan di Perbatasan...
3. Mabes AD Bantah Ada Perintah Pengosongan dalam Sur...
4. Masih Mungkin Anggota TNI Terkait Perampokan Bank ...

Alutsista Terbatas, Prajurit TNI AD Harus Kuasai Bela Diri


Jumat, 27/08/2010 21:21 WIB
Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Sudah menjadi rahasia umum jika tentara Indonesia memiliki keterbatasan Alutsista. Oleh karena itu, TNI AD mempersiapkan kemampuan seluruh personelnya dengan kemampuan beladiri dengan tingkatan Dan 1 untuk seluruh satuan.

"Makanya sekarang harus Dan 1, Secaba harus Dan 1, Secapa harus Dan 1, Seskoad harus Dan 1. Beladiri harus dikuasai," kata Kepalas Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI S Widjanarko, saat jumpa pers di kantornya, Jalan Veteran V, Jakarta Pusat, Jumat (27/8/2010).

"Ini kembali kepada alutsista kan sangat kurang bagus, karena sudah tua. Manusia kan sebagai alat, equipment. Harus seperti itu, karena terpaksa sekali kita harus kuat," imbuh dia.

Menurut dia, hal tersebut merupakan instruksi dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal George Toisutta. "Dari KSAD, seluruh prajurit paling tidak harus Dan 1. Ini sudah kita gembar-gemborkan dari Kodam di timur sampai Kodam di barat," urainya.

Bukan hanya kemampuan beladiri yang harus dimiliki, kecakapan menguasai bahasa asing pun patut dikuasai personel TNI. "Termasuk bahasa, banyak perwira muda kita sekolahkan di Inggris dan Australia," katanya.

Ia menambahkan, langkah tersebut diambil demi penigkatan kualitas SDM personel di jajaran Angkatan Darat. "Tidak saja dari segi latihan, tapi juga bahasa," papar jenderal bintang satu ini.
(ahy/asy)

Menhan: Tak Ada Peningkatan Kekuatan di Perbatasan

Polkam / Jumat, 27 Agustus 2010 22:12 WI
Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan tidak ada peningkatan gelar kekuatan di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

"Hingga saat ini tidak ada laporan mengenai peningkatan eskalasi di perbatasan RI-Malaysia pascainsiden kemarin," katanya usai menghadiri buka bersama jajaran Kementerian Politik, Hukum, dan HAM di Jakarta, Jumat (27/8).

Ia mengatakan, berdasarkan pantauan di Nipah, Berhala, dan Rondo, tidak ada peningkatan eskalasi di perbatasan laut RI-Malaysia.

Menurutnya, pengamanan wilayah perbatasan darat dan laut Indonesia dengan negara lain, termasuk Malaysia, seperti biasa, atau standar normal.

Hal senada diungkapkan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso yang mengatakan apa pun yang dilakukan TNI harus berdasar keputusan politik.

"Sampai saat ini, pemerintah menetapkan penyelesaian melalui jalur diplomasi. Ya, kita ikuti. Jadi, tidak ada penambahan atau peningkatan gelar kekuatan di perbatasan meski hubungan kedua negara (RI-Malaysia) menghangat," tuturnya.

Hubungan Indonesia-Malaysia kembali menghangat pascapenangkapan tiga petugas Kementerian Laut dan Perikanan oleh aparat Malaysia saat bertugas di Tanjung Berakit, Indonesia.

Namun, akhirnya kedua pihak sepakat kembali merundingkan persoalan perbatasan kedua negara di Kinabalu, Malaysia pada 6 September mendatang.(Ant/BEY)

Mabes AD Bantah Ada Perintah Pengosongan dalam Surat KSAD

Jum'at, 27 Agustus 2010 20:08 WIB
Penghuni kompleks perumahan pensiunan Depdagri, Kompleks IPDN melakukan aksi penolakan pengosongan rumah di Jakarta, Kamis (8/4). Sebanyak enam rumah akan dikosongkan terkait pergantian masa masa dinas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho.

TEMPO Interaktif, Jakarta - Markas Besar TNI Angkatan Darat membantah ada perintah pengosongan rumah dinas TNI dalam surat telegram yang dikirimkan Kepala Staf Angkatan Darat nomor 1409 tanggal 9 Agustus 2010. " Tidak ada kata-kata kosongkanlah di dalamnya" kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen S. Widjonarko di Mabes TNI AD hari ini, Jumat 27 Agustus 2010.

Menurutnya, surat tersebut baru dimaksudkan untuk pendataan. Dijelaskan oleh Widjanarko, berdasarkan surat tersebut, prajurit TNI yang akan pensiun setelah tahun 2010 diberi waktu hingga enam bulan setelah pensiun untuk mengembalikan rumah dinasnya pada negara. Sedangkan prajurit yang pensiun sebelum tahun 2010, Surat Izin Penghunian (SIP)-nya tidak akan diperpanjang. Surat ini juga menjadikan surat sebelumnya, ST No. 1460 yang menyatakan prajurit berhak menghuni rumah dnasnya sampai meninggal dunia tidak berlaku lagi."Surat tersebut sifatnya internal, ditujukan kepada pimpinan-pimpinan di bawah KSAD," jelas Widjonarko.

Widjonarko secara tersirat juga membantah telah melanggar kesepakatan dengan Komisi I DPR untuk melakukan moratorium pengosongan rumah dinas purnawirawan. "Kalau ditanya kenapa ada surat ini, karena ada dasar hukumnya, yaitu Permenhan No. 30 Tahun 2009," ujarnya.

Karena mengaku belum menyiapkan action, Widjanarko mengaku pihaknya belum menyiapkan kemungkinan yang dapat terjadi, seperti adanya penolakan dari keluarga purnawirawan. "Biar dicek dulu oleh masing-masing panglima. Kalau ada yang benar-benar tidak punya rumah, tentu akan kami pertimbangkan. Mungkin akan dikeluarkan ST lagi," ujarnya.

Masih Mungkin Anggota TNI Terkait Perampokan Bank CIMB Medan


Jum'at, 27 Agustus 2010 , 20:43:00 WIB

Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

RMOL. Meskipun dua anggota TNI tertangkap di Medan tidak memiliki keterkaitan dengan perampokan Bank CIMB, namun masih ada kemungkinan bahwa ada oknum TNI yang memiliki keterkaitan dengan perampokan itu.

Demikian disampaikan Kadiv Humas Polri Iskandar Hasan kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (27/8).

"Sejauh ini belum ada kaitannya dengan perampokan bank CIMB. Tapi dari awal sudah saya bilang. Bisa saja pelakukanya oknum anggota atau yang disertir," ujar Iskandar.

Sebelumnya, dua orang oknum TNI ini berinisial HS dan AWI ditangkap polisi. Mereka ditangkap karena diduga melakukan tindakan perampokan di dekat Medan Estate, Deli Serdang tanggal 22 Agustus lalu. [arp

Jumat, 27 Agustus 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 27 AGUSTUS 2010

1. "Kecil Kemungkinan Anggota TNI Rampok Bank CIMB"
2. Oegroseno: Tak Ada Anggota TNI Ditangkap dalam Kas...
3. Kepemimpinan Nasional Lemah, TNI Sepuh Gelisah
4. TNI AD Upayakan Penuhi Kebutuhan Prajurit
5. Panglima TNI Resmikan Gedung Pembinaan Doktrin
6. Cegah Perampokan, TNI AD Awasi Senjata & Personel
7. Polri dan TNI Patroli Bersama di Bogor
8. TNI AL Bakal Tambah Armada Kapal Selam
9. Pelaku Penyerangan Kadus Masjuring Oknum Anggota T...

"Kecil Kemungkinan Anggota TNI Rampok Bank CIMB"

Jum'at, 27 Agustus 2010 - 00:05 wib
Adela Eka Putra Marza - Okezone

MEDAN - Dua oknum anggota TNI Kodam Bukit Barisan ditangkap polisi karena diduga merampok seorang warga Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara, kemarin. Selain itu, keduanya juga diduga terlibat dalam perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Aksara Medan.

Menurut salah seorang anggota TNI Kodam Bukit Barisan yang diwawancarai okezone di Medan, sangat kecil kemungkinan keterlibatan oknum TNI dalam perampokan Bank CIMB Niaga pada 18 Agustus itu.

"Itu tidak mungkin. Seorang prajurit tidak mungkin seceroboh itu menggunakan senjata organik melakukan perampokan. Apalagi, keluar masuknya senjata dikontrol dengan ketat,” ujar anggota TNI yang tidak bersedia disebutkan namanya itu, Kamis (26/8/2010).

Dia menambahkan jika ternyata senjata yang digunakan dalam perampokan tersebut benar senjata organik TNI, maka orang pertama yang harus bertanggung jawab adalah kepala gudang senjata. Karena, dialah yang mengontrol keluar masuknya senjata TNI tersebut.

Meski begitu, sumber tersebut, tetap tidak percaya bahwa anggota TNI terlibat dalam perampokan Bank CIMB Niaga. “Kecuali jika pelaku adalah seseorang yang sudah disersi atau dipecat secara tidak hormat dari kesatuannya,” ujarnya.

Seperti diberitakan, dua oknum anggota TNI Kodam Bukti Barisan dari Satuan Rider 100 Langkat berinisial Sertu AS dan Sertu A ditangkap pihak kepolisian karena diduga melakukan perampokan. Selain itu, mereka juga diduga terlibat dalam perampokan Bank CIMB Niaga, karena sepeda motor yang digunakannya mirip dengan sepeda motor salah seorang perampok tersebut.

Keduanya menjalani pemeriksaan di Detasemen POM Kodam Bukit Barisan dari sore tadi hingga malam ini. Kedua oknum anggota TNI tersebut juga dikonfrontir dengan korban dan saksi perampokan Bank CIM Niaga.

Namun, belum diketahui sejauh mana keterlibatan keduanya. Selain itu, juga belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian maupun Kodam Bukti Barisan mengenai penangkapan kedua tersangka tersebut.
(ton)

Oegroseno: Tak Ada Anggota TNI Ditangkap dalam Kasus CIMB Niaga

Jumat, 27/08/2010 00:15 WIB
Khairul Ikhwan - detikNews

Medan - Informasi yang menyebutkan penangkapan dua anggota TNI terkait kasus perampokan CIMB Niaga, mendapat tanggapan dari Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Oegroseno. Dia menegaskan, polisi tidak pernah menangkap anggota TNI dari satuan mana pun terkait dengan kasus tersebut.

Oegroseno menyatakan jika memang ada penangkapan itu, tentu dia akan mendapat informasi dari lapangan.

"Tentu saya akan diberitahu jika memang ada (penangkapan itu)," kata Oegroseno kepada wartawan di rumah dinasnya, Jl Sudirman, Medan, Kamis (26/8/2010) malam,

Oegroseno menyatakan, penyelidikan masih terus berlangsung. Tim khusus yang dibentuk untuk menangkap para tersangka dalam kasus ini, masih terus bekerja, mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.

Seorang tersangka, MRA (29) yang berhasil ditangkap polisi dalam kasus perampokan yang lain, masih terus menjalani pemeriksaan. Namun sejauh ini, tidak ada kaitan tersangka tersebut dengan kasus perampokan di CIMB Niaga Jl Arief Rahman Hakim, Medan, yang terjadi Rabu (18/8/2010) dan menyebabkan seorang anggota polisi tewas di tempat karena ditembak kawanan perampok tersebut.

"Tersangka MRA masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumatera Utara. Penyidik belum menemukan keterkaitan tersangka dengan kasus perampokan Bank Niaga," terang Oegroseno.

Dua anggota TNI yang kini menjalani pemeriksan di Denpom I/7 Medan, Pomdam I Bukit Barisan, ditangkap dalam kasus perampokan sepeda motor Yamaha Mio dan handphone. Perampokan tersebut terjadi pada 22 Agustus 2010. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI S Widjonarko menyatakan, kedua tersangka, HS dan AWI melakukan perampokan dengan menggunakan senjata api mainan. Namun kasus itu tidak berkaitan dengan perampokan Bank CIMB Niaga.

(rul/rdf)

Kepemimpinan Nasional Lemah, TNI Sepuh Gelisah

Kamis, 26 Agustus 2010 - 20:50 WIB

JAKARTA (Pos Kota) –Pimpinan MPR harus memperhatikan kegelisahan purnawirawan TNI-Polri yang menemuinya. Mereka risau atas nasib bangsa akibat lemahnya kepemimpinan nasional. “Purnawirawan itu gelisah atas kepemimpinan sekarang yang dinilainya tidak mampu,” kata pengamat politik dari UI, Boni Hargens.

Purnawirawan TNI-Polri yang menemui pimpinan MPR antara lain Try Sutrisno, Kiki Syahnakri, Suryadi Sudirdja, Soebroto, Arie Sudewo, Soekarno, Wahyono, Soelastomo, Soetarto Sigit, Soebijakto Tjakrawardaya, Mustahid Astari, Monang Siburun. Mereka ditemui oleh Ketua MPR Taufiq Kiemas yang didampingi Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid dan Melani Leimina Suharly sehari sebelumnya.

Pada kesempatan itu Letjen (Purn) TNI Kiki Syahnakri mengungkapkan permasalahan leadership saat ini yang tidak tegas. Misalnya saja dalam menghadapi Malaysia.

Try Sutrisno dalam kesempatan tersebut juga menyatakan, kaum sepuh tidak anti amandemen, tetapi amandemen yang terjadi sekarang telah membawa negara ini ke alam individualis dan liberalis.

Undang-undang dan pembangunan yang dibuat dalam alam seperti itu, tidak akan bisa mencapai masyarakat yang dicita-citakan pendiri bangsa. Maka hasil amandemen UUD 45 itu perlu dikaji ulang, dan MPR perlu didudukkan kembali sebagai lembaga negera tertinggi sebagai cerminan seluruh rakyat dan membuat GBHN untuk pemerintah.

Meski demikian, menurut Boni Hargens, permintaan kembali ke MPR model lama itu tidak mungkin. “Lebih baik kita menguatkan lembaga negara yang ada sekarang, yaitu DPD sebagai majelis tinggi dan DPR sebagai Majelis rendah.”

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin kecewa dengan sikap pimpinan nasional yang lembek. Presiden SBY dalam berbagai hal tidak menunjukkan sikap tegas. “Mohon maaf ini bukan sebuah kepemimpinan yang baik. Beliau harus mengambil alih tanggung jawab dong.”

Din mengingatkan apabila pola kepemimpinan semacam ini dilanjutkan, maka jangan salahkan rakyat apabila mengambil jalan sendiri. Baginya, seorang pemimpin itu harus berada di depan.
“Kalau sikap bangsa kita seperti ini, maka kita akan dijajah terus dan jika sikap ini dimiliki oleh pemerintah yang diberi amanat oleh rakyat, akan menambah lengkap keterjajahan kita sebagai bangsa,” ungkapnya.(winoto/B)

TNI AD Upayakan Penuhi Kebutuhan Prajurit

Jumat, 27 Agustus 2010 03:29 WIB
Penulis : Nurulia Juwita Sari

JAKARTA--MI: Surat Telegram Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) soal rumah dinas, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan rumah para prajurit TNI AD yang masih aktif. Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Suwarno Widjonarko, Kamis (26/8).

"Aturan ini untuk memenuhi kekurangan rumah prajurit, karena sampai sekarang masih banyak prajurit yang kost karena belum memiliki tepat tinggal," ujarnya.

Ia menjelaskan, surat telegram KASD tersebut merupakan penjabaran Peraturan Menteri Pertahanan nomor 30/2009 mengenai Rumah Negara di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI.

Menurut Suwarno, penertiban soal rumah ini penting. Apalagi ada purnawirawan yang sudah memiliki rumah pribadi tetapi masih menempati rumah dinas. "Sementara masih banyak prajurit yang membutuhkan," imbuhnya.

Untuk para purnawirawan yang tidak memiliki rumah, kata dia, akan ada pertimbangan tersendiri apakah masih diizinkan menempati rumah dinas tersebut atau tidak. "Akan dilakukan penijauan kalau ternyata tidak memiliki tempat tinggal," jelasnya. (NJ/OL-04)

Panglima TNI Resmikan Gedung Pembinaan Doktrin

Jumat, 27 Agustus 2010

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso meresmikan gedung Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (KODIKLAT) TNI dan gedung Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Rabu (25/8). Pembentukan Kodiklat TNI, untuk menyiapkan sumber daya manusia prajurit profesional, berkualitas dan terpadu sehingga mudah disenergikan antarmatra maupun dengan militer negara lain dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, dikatakan Djoko, TNI merasa perlu memfasilitasi Kodiklat TNI dengan gedung dan sarana pendukung yang representatif serta memadai untuk melaksanakan fungsi dan tugasnya. (Feber Sianturi)

Danseskoau Buka Praseminar PKB Kejuangan

JAKARTA - Komandan Sesko TNI AU, Marsekal Muda TNI Ign Basuki membuka seminar pra PKB Kejuangan di Cipulir Jakarta, Rabu (25/8).

Seminar pra PKB Kejuangan yang mengangkat tema Dengan Meningkatkan Wawasan Kebangsaan, Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa, ini akan menjadi acuan bagi naskah awal untuk seminar PKB Kejuangan antar Sesko Angkatan yang akan dilaksanakan ktober 2010 mendatang di Sesko TNI AL Cipulir, Jakarta.

Basuki mengingatkan para Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI AU angkatan 47 agar bekerja keras menyelesaikan tugasnya. Sebab, penyelenggaraan pra seminar PKB Kejuangan dilaksanakan dalam waktu relatif singkat. (Feber Sianturi)

BRI Salurkan Gaji Prajurit/PNS TNI AU

YOGYAKARTA - TNI Angkatan Udara melalui Lanud Adisutjito menggandeng BRI untuk menyalurkan gaji prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) TNI Angkatan Udara. Untuk mengambil gaji, para prajurit dan PNS juga dapat memanfaatkan ATM BRI.

Pimpinan BRI cabang Cik Di Tiro Yogyakarta, Hendro Padmono di Yogyakarta, Rabu (25/8) menjelaskan tentang teknis penggunaan ATM BRI. Penjelasan ini dimaksudkan untuk merealisasikan pembayaran gaji anggota TNI AU dan PNS di lingkungan Pangkalan Udara Adisutjipto melalui jasa perbankan. (Feber Sianturi)

Cegah Perampokan, TNI AD Awasi Senjata & Personel

Jumat, 27/08/2010 03:28 WIB
Ramadhian Fadillah - detikNews

Jakarta - 2 Oknum TNI AD ditangkap polisi militer karena merampok sepeda motor di Sumatera Utara. TNI AD mengaku akan terus melakukan pengawasan pada anggotanya agar kasus seperti ini tidak terulang lagi.

"Otomatis pengawasan akan kita tingkatkan," ujar Kadispen TNI AD, Brigjen S Widjanarko kepada detikcom, Kamis (26/8/2010) malam.

Widjanarko menambahkan TNI AD pun siap membantu polisi untuk menangani aksi perampokan yang marak akhir-akhir ini. Di beberapa daerah, sudah ada patroli bersama anggota Polri dan TNI. Demikian juga intel-intel TNI yang bertugas di teritorial saling berbagi informasi dengan kepolisian.

"Kerja sama di lapangan memang harus terjalin," terang dia.

Untuk senjata, TNI AD telah melakukan pengawasan ketat. Seluruh gudang senjata di setiap satuan didata. Setiap ada senjata keluar dicatat, begitu pula saat dikembalikan.

"Mau keluar dibersihkan dan dicatat. Begitu juga saat mengembalikan, harus dibersihkan dan dicatat," tegasnya.

Sebelumnya, dua anggota TNI yang kini menjalani pemeriksan di Denpom I/7 Medan, Pomdam I Bukit Barisan, ditangkap dalam kasus perampokan sepeda motor Yamaha Mio dan handphone. Perampokan tersebut terjadi pada 22 Agustus 2010. Widjonarko menyatakan, kedua tersangka, HS dan AW melakukan perampokan dengan menggunakan senjata api mainan. Namun kasus itu tidak berkaitan dengan perampokan Bank CIMB Niaga.

(rdf/mpr)

Polri dan TNI Patroli Bersama di Bogor

Kamis, 26 Agustus 2010 | 19:38 WIB
Penulis: Ratih P Sudarsono | Editor: I Made Asdhiana

BOGOR, KOMPAS.com - Aparat Polsek Bogor Timur dan Koramil Bogor Timur sudah sepekan lebih berpatroli berkeliling bersama setiap harinya. Patroli gabungan polisi dan tentara tersebut menyambangi dan mengawasi lokasi-lokasi transaksi keuangan masyarakat.

"Ini kami lakukan untuk lebih memberi rasa aman kepada masyarakat. Di beberapa daerah telah terjadi kriminalitas yang cukup menonjol. Dengan patroli gabungan ini kami harapkan kejadian semacam itu tidak terjadi di sini," kata Kepala Polsek Bogor Timur Komisaris Syahroni, Kamis (26/8/2010).

Syahroni ditemui bersama Komandan Rayon Militer (Danramil) Bogor Timur Kapten Infantri Dede Komarudin, saat berada di Jalan Suryakencana, dari meninjau lokasi longsor dan kebakaran di kawasan itu.

"Patrolinya dilaksanakan secara terbuka. Anggota saya memakai baju dinas dan dilengkapi senjata api," kata Dede.

Menurut Syahroni dan Dede, patroli lingkungan gabungan ini merupakan impelementasi mereka atas perintah atasan masing-masing, yang mengharuskan aparat ujung tombak jajaran Polri dan TNI meningkatkan kewaspadaan dan mempertajam keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.

Keduanya lalu memutuskan untuk melaksanakan patroli gabungan, yang semula hanya ditujukan untuk selama Ramdhan dan Lebaran, menjadi kegiatan reguler yang berkesinambungan. Usai Lebaran, kegiatan patroli gabungan ini, akan berjalan terus.

Sebelum pelaksanaan patroli gabungan itu, dua kegiatan pendahuluan dilaksanakan mereka. Yakni, mengundang para pemilik dan pengelola usaha, yang kegiatan usaha sehari-harinya terjadi transaksi keuangan yang cukup besar. Dan, mendatangi lokasi-lokasi usaha yang mereka nilai lemah dalam soal pengamanan.

Pada pertemuan dan kunjungan itu, mereka memaparkan kondisi keamanan wilayah dan modus-modus yang dipakai para kriminal dalam melaksanakan kejahatan. "Termasuk kejahatan hipnotis itu. Umumnya mereka memahami masalah perlunya sama-sama menjaga kamtibmas dan mereka juga berupaya meningkatkan dan merapatkan keamanan di instansi atau perusahaannya," kata Syahroni.

Patroli gabungan ini terbagi dalam beberapa tim, dimana minimal satu tim itu terdiri dari satu polisi satu tentara. Lokasi utama yang dikontrol dan diawasi keamananya antara lain SPBU, bank, pegadaian, dan mini market.

TNI AL Bakal Tambah Armada Kapal Selam

Kamis, 26/08/2010, 23:35 WIB

Armada kapal selama yang dimiliki oleh Indonesia yang hanya dua buah, dianggap kurang baik untuk melakukan patroli laut, dan rencananya dalam waktu dekat ini akan dilakukan penambahan.

"Kami akan menambah armada kapal selam, yang selama ini melakukan pengamanan ditertirorial wilayah perairan Indonesia," kata Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Agus Suhartono, usai menerima Brevet Hiu Kencana yang dilakukan oleh Komandan Satuan Kapal Selam Koarmatim, Kolonel Laut (P) Muhammad Ali, Kamis (26/08/2010).

Di Tempat terpisah, Kepala Dispenal, Laksamana Pertama TNI, Herry Setianegara menjelaskan, kapal selam merupakan senjata berdaya tangkal tinggi, karena karakternya yang sulit dideteksi dam mampu membawa berbagai jenis senjata, seperti torpedo, ranjau maupun peluru kendali.

"Bagi Indonesia , memiliki dan mengoperasikan kapal selam akan memperkuat daya dan kekuatan tangkal," kata Herry menjelaskan.

Sejarah peperangan laut katanya, membuktikan bahwa hanya kapal selam yang mampu masuk dan menembus jantung pertahanan lawan, selain itu, kapal selam dapat menghancurkan sebuah armada tempur.

"Kapal selam juga dapat menjadi center of gravity Angkatan laut," imbuhnya.

Melihat dari fungsi dan kegunaan itu masih menurut Herry dimana dengan memiliki kapal selam semakin menguatkan pemikiran bahwasanya kapal selam merupakan senjata yang bernilai strategik bagi TNI AL.

"Memiliki kapal selam baik dalam jumlah yang cukup maupun kemampuan tempur yang handal merupakan keniscayaan dalam mewujudkan TNI AL yang kuat dan dicintai rakyat,." jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, selain Kasal, Laksamana TNI Agus Suhartono yang menerima Brevet Hiu Kencana, Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI George Toisutta, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat juga menerima penghargaan yang merupakan kehormatan kapal selam TNI AL.

Penyematan brevet itu sendiri dilaksanakan di dalam kapal selam KRI Cakra-401 yang menyelam pada kedalaman sekitar 15 meter dibawah permukaan laut di perairan Selat Sunda, sekitar pukul 14.00 WIB. (Ans/Ant)

Pelaku Penyerangan Kadus Masjuring Oknum Anggota TNI Diduga Terlibat

updated: Jumat 27/08/10
Praya (Suara NTB)

Pelaku penyerangan terhadap Kepala Dusun Masjuring, L. Sarjono alias L. Tarbih, hingga tewas dan tiga anaknya terluka, yang diduga sebagai pemicu amuk masa yang terjadi di Dusun Kelantah, Desa Bonder, Praya Barat Lombok Tengah, Rabu (25/8) sore lalu, diduga salah satunya melibatkan oknum anggota TNI AD. Pelaku yang bertugas di Koramil 04 Penujak tersebut pun kini sudah diserahkan ke Detasemen POM/Mataram untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Informasi yang diperoleh Suara NTB, menyebutkan, dalam penyerangan terhadap Kadus Masjuring tersebut, terindentifikasi sebanyak sembilan orang terindikasi sebagai pelaku. Yakni, L. Ra (32), HL. Wi (40), L. Ha (29), L. Mu (39), L. IU (24), L. Ir (22), L. Su (32) dan L. Har (32) serta L. Da, anggota oknum TNI tersebut. L. Da sendiri disebut-sebut sebagai pelaku utama penyerangan bersama dua pelaku lainnya. Hingga menyebabkan, L. Tarbih harus tewas meregang nyawa. Setelah terkena bacok dibagian perutnya. Sementara tiga putranya, kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Praya.

Dandim 1620/Loteng, Letkol. Inf. Sunarto, yang dikonfirmasi Suara NTB tentang dugaan keterlibatan anggotanya tersebut, tidak membantah. “Memang ada anggota kami yang diduga terlibat dalam kasus penyerangan yang memicu keributan di Desa Bonder kemarin,” akunya diruang kerjanya, Kamis (26/8) kemarin.

Dikatakannya, yang bersangkutan pun kini sudah diamankan di Detasemen POM untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Untuk memastikan keterlibatan anggota TNI tersebut dalam kasus penyerangan atas Kadus Masjuring, hingga tewas, Rabu dini hari kemarin. Dalam kasus ini, kata Sunarto, pihaknya tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Jika yang bersangkutan terbukti terlibat dan bersalah, maka tentunya akan diberi tindakan tegas sesuai peraturan yang ada.

“Kami tentunya tidak ada keluar dari aturan yang ada dalam menangani kasus ini. Dan, kami pun tidak akan tinggal diam, jika memang ada anggota kami yang terlibat dan terbukti bersalah,” tandasnya. Mantan Kasi Personalia Korem 162/ WB ini juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. “Atas nama keluarga besar Kodim 1620/Loteng, kami mengucapkan turut berbela sungkawa. Dan, semoga keluarga yang ditinggalkan bisa diberi kekuatan serta ketabahan,” ujar pria asal Indramayu, Jabar ini.

Terus Diselidiki

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Loteng, AKBP Drs. R. Djarod, mengungkapkan, pihaknya sampai saat ini, masih terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya Kadus Masjuring, L. Tarbih. Sebanyak delapan orang warga yang diduga terlibat sudah diamankan untuk sementara waktu. “Sebenarnya yang terlibat ada sembilan orang. Namun yang ditangani oleh Polres Loteng hanya delapan orang. Sedangkan pelaku lainnya ditangani terpisah,” jelasnya didampingi Wakapolres, Kompol. Drs. HL. Mahsun, M.AP.

Khusus untuk kasus pengerusakan, pihaknya sejauh ini masih terus mengumpulkan data serta keterangan dan saksi-saksi, sebagai bahan penyelidikan untuk mengungkap kasus-kasus yang terjadi. Sehingga nantinya, baik itu kasus penyerangan dan kasus pengerusakan bisa sama-sama terang. “Kedua kasus yang terjadi tetap kita tangani,” tandasnya.

Disinggung pengamanan pascakerusahan, Djarod mengakui, tidak begitu ketat. Pasalnya, situasi dan kondisi masyarakat sekitar sudah terkendali. Masyarakat pun sudah beraktivitas seperti biasanya. Namun begitu, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan pengaman, dengan melakukan patroli rutin ke Desa Bonder dan sekitarnya.

Ia pun berharap dengan mulai pulihnya kondisi Desa Bonder, masyarakat bisa lebih menahan diri untuk tidak cepat termakan isu-isu yang berbau provokatif sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali. “Banyak isu yang berkembang kalau akan ada penyerangan balasan. Tapi isu tidak benar dan hanya ingin membuat suasana yang sudah tenang keruh kembali. Untuk itu masyarakat jangan sampai cepat bereaksi terhadap isu-isu yang ada,” harapnya. (kir)

Kamis, 26 Agustus 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 26 AGUSTUS 2010

1. Temui TK, Purnawirawan Kritik Pemimpin Tak Amanah
2. Gaji Nak 10 Persen Sejahterakan PNS ?
3. Marinir Ditembak Pria Msterius
4. Rumah Tentara Dibakar Massa
5. TNI Siap Back-up Pegawai KKP
6. Purnawirawan TNI/Polri Usul Amendemen
7. TNI AL Perketat Patroli Perbatasan
8. Sinar Mas-TNI Gelar Bazar Minyak Goreng
9. Moratorium Dipertanyakan
10. SBY Lemah, Menlu dan Panglima TNI Pasti Ikut Lemah...
11. TNI Ikut Pesta, Olahraga Militer Internasional
12. Oknum TNI Pemilik Kayu Ilegal, Untuk Membangun Rum...
13. Try Sutrisno Setuju Penarikan Senjata Milik Sipil ...
14. PKS Tolak Sidang Istimewa SBY

Temui TK, Purnawirawan Kritik Pemimpin Tak Amanah

Jakarta, Nusa Bali

Sejumlah purnawirawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri Rabu, (25/8) menemui pimpinan MPR RI. Di depan para pimpinan MPR seperti Taufiq Kiemas (TK), Melani Leumena Suharti, dan Ahmad Farhan Hamid, mereka menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi bangsa saat ini.

“65 tahun merdeka, rakyat belum menikmati arti merdeka. Rakyat semakin menderita, semakin miskin dan semakin jauh dari cit-cita merdeka. Jumlah orang miskin semakin bertambah, para pemimpin kurang amanah,” kata sekjen Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri Saiful Sulun, dalam pernyataan sikapnya.

Menurutnya ada beberapa hal yang menjadi penyebab terpuruknya kondisi bangsa. Pertama, kita lupa untuk apa kita merdeka. Pembukaan UUD 1945 yang merupakan abstraksi nilai-nilai luhur bangsa dengan jelas menggambarkan mau ke mana bangsa Indonesia, apa yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia dengan merdeka.

”Kedua, kita khianat terhadap pendiri Republik yang mengingatkan bahwa negara yang kita bangun ini adalah atas dasar paham Pancasila yaitu paham gotong-royong, kekeluargaan, kebersamaan yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia, bukan libralisme, bukan komunisme, bulan pula paham agama,”ujarnya.

Ketiga, euforia reformasi telah menjungkir balikkan keadaan. Pancasila dianggap ideologi usang dan kuno serta tidak mampu menjawab tantangan masa depan, perlu digantii. Libralisme menjadi piliha, ”katanya.

Gaji Nak 10 Persen Sejahterakan PNS ?

Nusa Bali - Pemerintah menjanjikan gaji pokok dan pensiun pokok pegawa inegeri sipil (PNS), anggota TNI, dan Polri nak 10 persen pada Januari 2011. Tidak hanya itu, pemerintah juga tetap memberikan gaji ke-13 dan pemberian uang pensiun ke-13 untuk para pensiunan.

"Pada 2011 akan ada penaikan gaji sedikit lebih jika dibandingkan dengan inflasi 5 persen. Naiknya 10 persen. Ini untuk kesejahteraan PNS, TNI dan Polri," kata Menter Keuangan Sri Mulyani dalam penjelasan rancangan Rencana Kerja Pemerintah 2011 di Musrenbangnas 2010 d jakarta.

Menurut Mantan Menkeu Sri Mulyani, semuanya itu merupakan bagan dari kebijakan pokok belanja pegawai pemerintah pusat pada 2011. Bahkan tahun depan jumlah pegawai di pemerintah pusat akan ditambah sebanyak 100 ribu orang.

Untuk memenuhi rencana tersebut pemerintah menganggarkan tambahan belanja pemerintah pusat sebesar Rp 81.3 triliun dalam RAPBN 2011. saat menanggapi tentang rencana penaikan itu, pengamat ekonomi Ahmad Erani Yustika dari Institute for Development of Economy and Finance (Indef) berpendapat bahwa itu sesuatu yang wajar dan tidak ada yang istimewa. menurut Ahmad, penaikan gaji itu tidak memiliki dampak signifikan terhadap masalah inflasi. Namun, penaikan mamang dapat membantu daya beli PNS. Msalnya pada Juli nanti tarf lstrik sudah nak sekitar 10 persen. Harga-harga kebutuhan pokok pasti akan naik juga.

Sementara tu, Persatuan Guru Republik ndonesia (PGRI) menyatakan janji tersebut patut dipertanyakan. Alsan mereka, untuk urusan tunjangan sertifikasi guru, yang diyakini bisa meningkatkan kesejahteraan guru, sudah empat bulan dana tersebut belum dibayar. "Apakah isu kenakan gaji itu nantinya bisa dilakukan?" tanya Ketua Umum PB PGRI Sulistyo.

Sementara itu dari analisa mengenai kenaikan gaji PNS tahun 2011 terhadap ekonomi dan kinerja Pegawai Neger Sipil, Sumber daya manusia (Pegawai) merupakan unsur yang strategis dalam menentukan sehat tidaknya suatu organisasi. Pengembangan SDM yang terencana dan berkelanjutan karenanya merupakan kebutuhan yang mutlak terutama untuk masa depan organisasi.

Manajemen sumber daya manusa di sektor publik berusaha mengungkap manusia sebaga sumber daya seutuhnya dalam konsepsi pembangunan bangsa. Tantangan utamanya adalah bagaimanan mengelola sember daya manusia yang ada dalam organisasi yang efektif dan menghapuskan praktek yang tdak efektif.

Masalah sumber daya manusia yang kelihatannya hanya merupakan masalah intern dari suatu organsasi sesungguhnya mempunya hubungan yang erat dengan masyarakat luas sebagai pelayan publik yang diukur dar knerja.

Mengenai rencana pemerintah menjanjikan gaji pokok dan pensiun pokok pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI dan Polri naik 10 % pada 2011. Tidak hanya itu, pemerntah tetap akan memberikan gaji ke 13 dan pemberian uang pensiun ke 13 untuk para pensiunan.

Pada tahun 2011 kenaikan gaji sedikit lebih jika dibandingkan dengan inflasi 5 persen. Naiknya 10 persen. Ini untuk kesejahteraan PNS,TNI dan Polri," kata mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam penjelasan rancangan Rencana Kerja Pemerintah 2011 di Jakarta.

Menurut Sr Mulyani, semuanya itu merupakan bagan dar kebjakan pokok belanja pegawai pemerintah pusat pada 2011. Bahkan, tahun depan jumlah pegawai pemerintah pusat akan ditambah 100 ribu orang.

Untuk memenuhi rencana tersebut, pemerintah menganggarkan tambahan belanja pemerntah pusat sebesar Rp 81,3 triliun dalam RAPBN 2011

Tak hanya aparat negara aktif, aparat negara yang pensiun pun akan mendapat kenaikan 10 persen. tahun ini, pemerntah juga menaikkan gaji pokok PNS, TNi dan Polri serta pensiun pokok rata-rata sebesar 5 persen.

Selain itu, kanakan uang makan atau lauk pauk bag TNI/Polri dari 35.000 per har menjadi Rp 40.000 hari, serta kenaikan uang makan bag PNS pusat dari Rp 15.000 per hari kerja menjadi Rp 20.000 per hari kerja.

Marinir Ditembak Pria Msterius

Situbondo, Nusa Bali - Oknum anggota marinir menjadi korban penembakan pria misterius d i eks Lokalisasi Bendengan, desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Jawa Tmur. Diperoleh informasi, oknum anggota marinir berpangkat Serka itu bernama Mahfud dan sehari-hari bertugas di PLP Baluran, situbondo.

Korban mengalami luka tembak Rabu (25/8) dini hari pukul 00.15 WIB di bagian perut dan dilarikan ke RSU Elizabeth Stubondo. Korban pun dirujuk ke RSU dr Soebandi Jember karena lukanya cukup parah. Hngga kini belum diketahui motif penembakan anggota marinir tersebut.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian mengaku sebelumn kejadan saksi melihat korban sedang duduk di kursi, tiba-tiba datang sekelompok orang bertopeng dan langsung melepaskan tembakan ke udara. saat itu korban langsunhg mendatang pria bertopeng dan pria tu langsung mengarahkan tembakan ke perut Serka Mahfud. Korban akhirnya terkapar, sementara pelaku yang diperkirakan berjumlah 6 orang meninggalkan lokasi kejadian.

"Saat tu penembakannya tdak diketahui karena langsung kabur. Ada sekitar 6 pelaku menggunakan topeng," kata saksi maya yang juga bernama Mahfud kepada detiksurabaya.

Saksi mata juga menerangkan jka di lpokasi kejadian sedang digelar judi cap jiki. awalnya dirinya menganggap jika gerombolan tu akan menggerebek tempat judi.

Sementara Kapolres Situbondo AKBP Imam Thobroni membenarkan jika korban adalah oknum anggota marinir. "Ya benar anggota marinir dari PLP, masalah itu luka tembak biar dokter yang menjelaskan, "tegasnya.

Di pihak lain, Komandan Sub V/3 -5 Denpom Situbondo, Lettu CPM sudirman membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya sudah menerjunkan anggotanya ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pomal Banyuwangi," paparnya saat dikonfirmasi.

Namun dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan Denpom, kuat dugaan pelaku adalah anggota Polri. "Berdasarkan pengembangan di lapangan, sementara ini dugaan awal pelaku dari anggota polisi atau bisa juga pihak luar. Yang jelas dugaan kuat kami mengarah ke anggota Sat intelkam Polres, tapi kami masih mancari tahu siapa-siapa saja orangnya," kata Sudirman.

Rumah Tentara Dibakar Massa

Lombok, Nusa Bali – Dendam kepada tersangka pembunuhan, massa membakar 3 unit rumah anggota TNI. Masing-masing rumah yang gosong itu milik tersangka kasus pembunuhan Kepala Dusun Masjuring, Desa Bonder, Lombok, yakni L. Daud, HL wiguna dan L. Mulyadi.

Dketahui, L. Daud merupakan anggota TNI aktif, yang bertugas di Kodim 1620 WB Lombok Tengah. Kini, ia sudah diserahkan ke Den Pom Mataram. “Pembakaran dilakukan sebagai tindakan aksi balas dendam atas tewasnya Kepala Dusun Masjuring Desa Bonder oleh L. Daud dan kawan-kawan pada Selasa malam (24/8) d TKP Dusun Kelantah Desa Bonder,” kata Wakapolres Lombok Tengah Kompol HL Mahsun, Rabu (25/8).

Untungnya, aks pembakaran itu tidak sampai merembet ke perumahan warga lainnya. Warga dusun setempat sudah mengantisipasinya agar tidak meluas ke pemukiman penduduk.

Pihak kepolisian sendri sudah memperkirakan akan adanya aksi balas dendam tersebut, karena itu polisi sudah menempatkan 4 peleton pasukan pengendali massa (dalmas) dari Polda NTB dan Polres Loteng. “Kita memang sudah memperkirakan akan ada penyerangan setelah pemakaman korban dan benar adanya mereka datang dengan ratusan orang,” jelas Wakapolres dilansir antara.

Pada saat aksi berlangsung, polisi tidak bsa berbuat banyak karena personil yang ditempatkan kalah jumlah dengan warga masyarakat yang melakukan penyerangan. Akibatnya polisi hanya menjadi penonton.

Pembunuhan ini bermula dari perkawinan antara Husen sarga Masjuring dan Bq Lilik warga Kelantih Desa Bonder. Adat perkawinan masyarakat sasak, setelah calon perempuan dilarikan, maka selang dua tiga hari pihak keluarga laki-laki mengabarkan kepada mempelai perempuan perihal perkawinan tersebut.

Selanjutnya dibicarakan mengenai persoalan maskawin maupun mahar termasuk asal usul mempelai. Singkat cerita baik kedua belah pihak belum menyatakan satu kata soal status kedua mempelai yakni soal strata sosialnya seperti bangsawan dan jajar karang.

Pihak keluarga mempelai perempuan tidak mempermasalahkan status Husen yang tidak bangsawan namun pihak Husen sendiri menginginkan agar Husen dinaikkan status sosialnya menjad bangsawan. Hal itu terus mengundang perdebatan.

Pihak keluarga perempuan kemudian menuduh L. Tarbi sebaga provokator dalam persoalan ini. Sejumlah pemuda mendatangi rumah korban dan melakukan pengrusakan terjadi korban tidak berada di tempat.

Tidak terima dengan pengrusakan itu, korban bersama dengan tiga orang anaknya masing-masing L. Fauzan, L. Hamzanwadi dan lalu Lendek mendatangi rumah keluarga L. Daud untuk dengan maksud mempertanyakan alasan pengrusakan.

Sampai di TKP Dusun Kelantih, terjadi percekokan antara L. Daud cs dengan pihak korban yang berujung pembunuhan. Korban L. Tarbi ditusuk di perut hingga usus terburai, sedangkan tiga putranya mengalami luka L. Tarbi sendri tewas dalam perjalanan ke RSUD Praya.

TNI Siap Back-up Pegawai KKP

Rabu, 25 Agustus 2010 , 20:50:00

JAKARTA, JPNN - Panglima TNI Jendral (TNI) Djoko Santoso menyatakan bahwa pihaknya siap memback-up petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertugas di wilayah perbatasan. Asalkan ada permintaan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, TNI siap memberikan bantuan.

“Kalau TNI diminta bantuan, misalnya untuk melatih (petugas KKP di perbatasan), TNI siap. Itu semua kan demi kepentingan negara dan bangsa,” ujar Djoko saat ditemui usai meresmikan Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/8).

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi I DPR dengan Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Kementrian Kelautan dan Perikanan, Aji Sularso, Selasa (24/8), kalangan dewan sempat mempersoalkan tidak adanya back-up dari TNI AL kepada petugas KKP. Akibatnya, tiga petugas KKP yang tidak dilengkapi senjata justru ditangkap Malaysia di wilayah perairan RI di Tanjungberakit, Kepulauan Riau.

Hanya saja Djoko Santoso tak menjawab ketika ditanya soal perlunya tambahan senjata bagi petugas KKP di perbatasan. “Tanya ke Kementerian Kelautan dan Perikanan dong, jangan tanya saya,” tandas Djoko.

Ditegaskannya, pengamanan wilayah perbatasan sudah menjadi agenda rutin TNI yang dilakukan secara terus-menerus. Kalaupun ada peningkatan pengamanan di perbatasan, kata Djoko, maka hal itu biasa bagi TNI dalam meningkatkan kewaspadaan.(awa/jpnn)

Arsip Blog