Rabu, 30 Maret 2011

KERUSAKAN HUTAN DAMPAK PEMANFAATAN SDA BERLEBIHAN

Jakarta, 29/3/2011 (Kominfo-Newsroom) Pemanfatan sumber daya alam yang berlebihan oleh manusia dan perilaku yang tidak bertanggung jawab telah menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kerusakan sumber kehidupan di bumi, sehingga mengakibatkan pemanasan global.

Selain itu, ancaman seperti kebakaran hutan dan lahan baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun oleh kegiatan manusia seperti pembukaan lahan perkebunan dan penggundulan hutan telah menimbulkan berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan pencemaran. "Perubahan tata ruang yang terjadi saat ini, di antaranya disebabkan oleh kerusakan hutan dan pencemaran lingkungan hidup sebagai dampak dari pola, sikap serta cara umat manusia yang seringkali mengabaikan keseimbangan dan keselarasan ekosistem alam," kata Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI AY Nasution, Selasa (29/3).

Pernyataan ini disampaikan usai penandatanganan Kesepakatan Kerjasama antara Aster Panglima TNI dengan Dirjen Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Perhutanan Sosial (BPDASPS) dan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan (Kemhut) di Gedung Manggala Wana Bhakti, Jakarta Selatan.

Menurut Mayjen TNI Nasution, kondisi tersebut menimbulkan masalah sosial yang serius. Bila tidak segera diatasi akan mengakibatkan kerugian besar serta berdampak negatif baik terhadap kelestarian hutan maupun pemberdayaan wilayah pertahanan. "Karena itu, perlu mendapat perhatian dari semua komponen bangsa." tambah Aster Panglima TNI.

Sementara itu, Dirjen BPDASPS Kemhut Dr Ir Harry Santoso menilai program pembangunan sektor kehutanan, khususnya di bidang rehabilitasi hutan di kawasan hutan konservasi dan perlindungan hutan yang bersinergi dengan optimalisasi peran TNI, merupakan salah satu bentuk pengabdian TNI dalam mendukung program pemerintah.

Menurutnya, kerjasama antara TNI dan Kementerian Kehutanan ini merupakan upaya strategis dalam memulihkan dan melestarikan sumberdaya hutan, khususnya rehabilitasi pada kawasan konservasi. "Kerjasama ini dititikberatkan pada lokasi yang sulit dijangkau (remote area), sulit memperoleh tenaga kerja dan terdapat masalah keamanan/konflik sosial," katanya.

Sedangkan Dirjen PHKA Ir Darori MM mengungkapkan upaya rehabilitasi di kawasan hutan konservasi secara berencana dan berkesinambungan merupakan solusi yang harus dilakukan, mengingat fungsi dan peran penting kawasan hutan konservasi sebagai sistem penyangga kehidupan. Kegiatan rehabilitasi di hutan koservasi diharapkan bisa menjadi solusi alternatif dalam mengatasi hancurnya keanekaragaman hayati disejumlah kawasan. (Yr/dry)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog