Selasa, 31 Mei 2011

DAFTAR ISI KLIPING TGL 31 MEI 2011

  1. TNI Terus Waspadai Ancaman Teroris
  2. TNI Juara Umum Lomba Tembak Internasional
  3. Mabes TNI Selenggarakan Workshop ROE di Cilangkap
  4. Anggota TNI Ditembak OTK?
  5. Kasum TNI Kunjungi Markas Indobatt di Lebanon
  6. Cegah NII, Kodim-Polres Patroli Bersama

TNI Terus Waspadai Ancaman Teroris

Senin, 30 Mei 2011 - 14:13 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen TNI Waris menegaskan, jajarannya terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman teroris dan gangguan keamanan lainnya di Jakarta dan sekitarnya.

“Ancaman terbesar kita saat ini masih seputar teroris dan teror bom. Kami waspadai dengan serius, jangan pernah lengah. Teroris masih menjadi musuh utama saat ini,” ucap Pangdam usai menjadi Irup pada Sertijab Kasdam Jaya dari Brigjen TNI Ibrahim Saleh kepada Brigjen TNI Edy Susanto di Makodam Jaya, Senin (30/5) pagi WIB.

Dia menambahkan, aksi terorisme masih membayangi stabilitas keamanan ibukota Jakarta dan sekitarnya, apalagi aksi terorisme belakangan ini mulai mengarahkan sasarannya kepada petugas keamanan seperti kasus Bom Buku, Bom Cirebon, dll.

Tentang bantuan keamanan, mantan Daspampres itu mengatakan, pihaknya senantiasa siap membantu pihak kepolisian dalam pengamanan wilayah Jakarta dan sekitarnya, mengingat Jakarta adalah barometer bagi daerah lain di Indonesia.

Mantan Kasdam Jaya Brigjen TNI Ibrahim Saleh selanjutnya akan menjabat Aspam Kasad, sedangkan penggantinya Brigjen TNI Edy Susanto sebelumnya menjabat Kasgar 1 Tetap/Jakarta. Pada kesempatan itu, Pangdam juga menerima penyerahan tugas dan tanggung jawab dari Irdam jaya Kol. Inf. Amrid Salas Kembaren. (aby/dms)

TNI Juara Umum Lomba Tembak Internasional

Jakarta Jakarta / Umum / Senin, 30 Mei 2011 13:37 WIB

Metrotvnews.com, Depok: TNI Angkatan Darat menyabet gelar juara umum Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), di Australia. AASM merupakan kejuaraan tembak bergengsi antartentara tingkat internasional.

Sejumlah medali bergantung di dada 10 anggota TNI saat bertemu dengan Walikota Depok, Jawa Barat, Nurmahmudi Ismail. Ke-10 anggota itu tergabung dalam kontingen Indonesia yang bertarung di AASM.

Ketua Kontingen Indonesia Mayor Infanteri Surya Wirawa mengaku timnya menggondol 23 dari 50 medali emas yang disediakan penyelenggara. Timnya mengikuti tiga kategori lomba yakni menembak dengan senapan, pistol, dan senapan mesin.

Menurutnya, kemenangan itu merupakan kebanggaan. Sebab, banyak negara lain yang menurunkan personel spesialis sesuai dengan kategori yang dilombakan. Itu, tambahnya, menunjukkan persoalan keterbatasan senjata tak membuat kemampuan anggota TNI melemah.

Surya menceritakan timnya sempat mendapat tantangan cuaca saat berlomba. Namun, tim berhasil melewati tantangan dengan menjadi jawara.

AASAM merupakan lomba menembak bergengsi bagi para tentara yang berlangsung tiap tahun. Tahun 2011, Indonesia menempati urutan teratas mengalahkan tuan rumah. Tak hanya Australia, Indonesia bersaing dengan sejumlah negara lain yakni Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Belanda, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Papua New Guinea, Singapura, New Zealand. (RRN)

Mabes TNI Selenggarakan Workshop ROE di Cilangkap

Senin, 30 Mei 2011 - 16:13 WIB
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl Ir. Minulyo Suprapto, M.Sc.,M.Si.,M.A

JAKARTA (Pos Kota) – Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Mayjen TNI Hambali Hanafiah, yang diwakili Kababinkum TNI Mayjen TNI Supriyatna, SH, MH. membuka penataran/ Workshop Rules Of Engagement (ROE) terpusat di lingkungan TNI yang dilaksanakan di Mako Akademi TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Senin (30/5).

Penataran/Workshop ROE tersebut dimaksudkan untuk membekali para perwira TNI khususnya yang bertugas di lingkungan Staf Intelijen, Operasi, Teritorial dan Hukum, agar memiliki kemampuan dalam membuat dan menyusun ROE. Selain itu juga untuk memberikan pedoman tugas kepada prajurit TNI agar setiap tindakan yang dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan mencegah pelanggaran hukum akibat kesalahan prosedur/cara bertindak bagi prajurit TNI yang sedang bertugas di daerah operasi. Dalam amanatnya, Asops Panglima TNI mengatakan bahwa ROE/aturan pelibatan merupakan Direktif Komando Atas yang menyangkut kebijakan dan pembatasan bagi komando-komando bawah di lapangan dalam mengambil tindakan pada setiap pelibatan, baik yang dilarang maupun yang harus dilakukan oleh prajurit TNI. Sebagai direktif, ROE merupakan implementasi keputusan komando atas, sekaligus merupakan mekanisme pengendalian aksi dan tindakan para komando bawah di lapangan. Aturan pelibatan dibuat untuk memberikan kejelasan tindakan dan landasan hukum bagi setiap prajurit TNI dalam setiap pelaksanaan tugas operasi, agar tindakan yang dilakukan dalam menghadapi ancaman maupun dalam membela diri tidak terjadi penyimpangan, baik ditinjau dari aspek Hukum Nasional maupun Hukum Internasional, terutama dari sudut pandang Hukum Humaniter dan HAM.

Terkait dengan masalah ROE/aturan pelibatan dalam melaksanakan tindakan operasi, hendaknya harus diketahui, dipahami, dilatihkan jika perlu diujikan terlebih dahulu sebelum prajurit diterjunkan ke daerah operasi, agar prajurit mengetahui betul tindakan-tindakan yang boleh dan dilarang dalam suatu tindakan operasi, sehingga prajurit memiliki kepercayaan yang tinggi atau tidak ragu-ragu dalam bertindak, lanjut Asops Panglima TNI. Penataran/ Workshop ROE yang berlangsung selama 3 hari, diikuti 49 personel, terdiri dari para Asops, Kakum (Kepala Hukum) Kotama (Komando Utama) dan Kotamaops (Komando Utama Operasi) di lingkungan TNI, serta terlaksana atas kerja sama dengan Fadillah Rifai Rizki (FRR) Law Office, yang menangani berbagai persoalan di bidang hukum baik Hukum Nasional maupun Hukum Internasional. Jajaran TNI bekerjasama dengan FRR juga menyelenggarakan penataran Hukum Humaniter Internasional dan HAM serta Workshop ROE yaitu di Pusdik Pasus Batujajar pada tanggal 6-10 Juni 2011, Armatim pada tanggal 4-8 Juli 2011, Seskoau Lembang Bandung pada tanggal 11-13 Juli 2011, Kodam XVII/Cendrawasih Jayapura pada tanggal 26-30 September 2011, Kostrad Cilodong pada tanggal 24-28 Oktober 2011 dan Kodam Jaya Jakarta pada tanggal 21-23 November 2011.

Anggota TNI Ditembak OTK?

Senin, 30 Mei 2011

JAYAPURA – Kabar penembakan terhadap aparat yang bertugas di wilayah pegunungan kembali berhembus. Kali ini, seorang anggota TNI bernama Sertu Kamaru Jaman, Sabtu (28/5) sekitar pukul 11.45 WIT dilaporkan ditembak orang tak dikenal (OTK) di Pasar Ilu. Akibat kejadian ini, Sertu Kamaru Jaman yang merupakan anggota Satban Pos Ilu itu mengalami luka tembakan di kepala bagian belakang.

Berdasarkan informasi yang diterima Cenderawasih Pos, lokasi pasar Ilu dengan Pos Satgas Pam Rawan Yonif 753/AVT berjarak kurang lebih 200 meter.

Anggota dari Satgas itu telah melakukan evakuasi korban dan Minggu (29/5) kemarin korban dievakuasikan ke Wamena dan selanjutnya dibawa ke Jayapura.
Sesuai informasi, korban penembakan itu dibawa ke Jayapura dengan helikopter dan mendarat di Kodam XVII/Cenderawasih. Saat Cenderawasih Pos hendak meliput kedatangan korban penembakan itu, dengan pengawalan yang ketat petugas medis dengan cepat membawa korban ke Rumah Sakit Marthen Indey Jayapura. Namun hingga berita ini diturunkan, Cenderawasih Pos belum mendapatkan konfirmasi dari pihak Kodam XVII/Cenderawasih tentang kondisi anggota TNI yang dikabarkan menjadi korban penembakan OTK itu. (cr-166/fud)

Kasum TNI Kunjungi Markas Indobatt di Lebanon

Senin, 30 Mei 2011 - 17:27 WIB

ADSHIT AL QUSAYR (Pos Kota) – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI J. Suryo Prabowo beberapa waktu lalu melaksanakan kunjungan ke Markas Satgas Yonmek Konga XXIII-E/Unifil atau Indonesia Battalion (Indobatt) UN POSN 7-1, Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan. Maksud kunjungan tersebut adalah untuk melihat secara langsung kondisi personel maupun materiil prajurit Indobatt yang sedang melaksanakan misi perdamaian PBB di wilayah Lebanon Selatan.

Sebelum menuju ke Markas Indobatt terlebih dahulu rombongan Kasum TNI menyempatkan diri melihat secara langsung prajurit Indobatt yang sedang melaksanakan penjagaan di Sensitive Area Blue Line tepatnya di Panorama Point yang merupakan area operasi Kompi Alfa. Di area perbatasan Israel-Lebanon yang dibatasi oleh Technical Fence (pagar pembatas wilayah Israel-Lebanon beraliran listrik milik Israel), Kasum TNI menerima penjelasan dari Danki Alfa, Kapten Inf Sigit Purwoko tentang situasi terakhir maupun hal-hal menonjol di wilayah perbatasan tersebut. Kasum TNI tiba di Markas Indobatt bersama Waasops Panglima TNI Laksma TNI ST. Budiyono SH, Dirziad Brigjen TNI Dicky Waenal Usman, Waka PMPP TNI Kolonel Pnb Anastasius Sumadi, Paban 1/Ren Slog TNI Kolonel Tek Sumarno, Sespri Kasum TNI Kolonel Inf Andika Perkasa dan Asisten Militer PTRI New York Letkol Chb Iroth Sonny.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Komandan Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa didampingi Wadan Letkol Mar Harnoko beserta para perwira staf. Setelah menerima jajar kehormatan dari prajurit Indobatt, selanjutnya Kasum TNI menerima paparan area operasi yang disampaikan oleh Komandan Indobatt. Selesai menerima paparan rombongan tamu melaksanakan foto bersama di depan Patung Garuda, Lapangan Parade Soekarno. Usai pelaksanaan foto bersama, rombongan Kasum TNI menuju ke kompi-kompi yang berada di UN POSN 7-1 (Kompi Bantuan, Kompi Echo dan Kompi Delta) untuk melaksanakan pengecekan seluruh material, Ranpur, Ranri, Rumah Sakit Level 1 Husada milik Indobatt maupun corimek yang digunakan sebagai tempat tinggal prajurit. Selesai melakukan pengecekan dan menerima penjelasan tentang kondisi material secara keseluruhan dari Komandan Indobatt, kegiatan dilanjutkan dengan saling bertukar cindera mata. Sebelum mengakhiri kunjungannya, Kasum TNI berpesan kepada Komandan Indobatt serta seluruh perwira staf pendamping agar selalu semangat dan melanjutkan tugas mulia sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB dengan sebaik-baiknya.

Authentikasi:
Dansatgas Konga XXIII-E/Unifil (Indobatt), Letkol Inf Hendy Antariksa

Cegah NII, Kodim-Polres Patroli Bersama

K9-11 | I Made Asdhiana | Senin, 30 Mei 2011 | 20:49 WIB

KENDAL KOMPAS.com — Kepolisian Resor Kendal dan Kodim 0715 Kendal, Jawa Tengah, mengadakan patroli gabungan secara berkala dan berkesinambungan. Patroli gabungan ini untuk mencegah masuknya NII dan menjaga keamanan.

Menurut Kapolres Kendal AKBP Agus Suryo Nugroho, patroli ini merupakan implementasi kemanunggalan TNI dan Polri. "Sebagai aparatur negara, TNI dan Polri berkewajiban menjaga kondusifitas wilayahnya dengan bekerja sama dengan warga karena pada prinsipnya keamanan adalah tanggung jawab semua elemen bangsa," kata Agus, Senin (30/5/2011).

Rute patroli gabungan tersebut, tambah Agus, meliputi seluruh wilayah Kabupaten Kendal, terutama wilayah yang ramai, seperti Gambilangu yang berbatasan dengan Semarang, Kaliwungu, Kendal Kota, Cepiring Weleri, dan kecamatan sekitarnya.

Sementara Dandim 0715 Kendal Letkol Erwin Rustiawan mengatakan bahwa kerja sama kodim dengan polres untuk menjaga keamanan di Kabupaten Kendal ini sudah berlangsung lama. Tidak hanya sekarang, tetapi waktu-waktu lalu juga pernah dilakukan. "Kami juga pernah bekerja sama mencegah adanya teroris," kata Erwin.

Senin, 30 Mei 2011

DAFTAR ISI KLIPING TGL 30 MEI 2011

  1. Delapan Pesawat Latih AU ke Mataram
  2. Survei LSI: Rakyat Lebih Percaya TNI dari Presiden...
  3. Tangkal Teroris, TNI-Polri Gandeng Klub Scooter
  4. Pelatihan Gabungan TNI AL-US Navy Kurang Maksimal
  5. 1600 Anggota Angkatan Laut AS Berguru Ke TNI AL
  6. George Toisutta Resmikan Tiga Institusi TNI Makass...

Delapan Pesawat Latih AU ke Mataram

Minggu, 29 Mei 2011 , 17:17:00

MATARAM - Bandara Selaparang, Mataram, kedatangan delapan pesawat latih TNI Angkatan Udara (AU), kemarin. Kedatangan pesawat-pesawat jenis T-34 Charly ini merupakan bagian dari kegiatan navigasi jarak jauh (NJJ) siswa sekolah penerbangan Bandung. Mereka telah melalui tahapan pembelajaran sebelum melakukan NJJ.

"Penerbang yang melakukan NJJ, telah melewati tahapan latihan akrobatik, instrumen, navigasi jarak dekat, hingga yang terakhir NJJ," kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Rembiga Letkol (Pnb) Antariksa Anondo.

Antariksa menyampaikan, delapan pesawat tersebut sebelumnya telah mendarat di Lanud Adi Sucipto, Jogjakarata dan Abdurrahman Saleh di Malang. Pesawat-pesawat tersebut melakukan kegiatan NJJ dari 24 Mei hingga 1 Juni.

"Setelah itu baru disematkan lencana wing (kepada penerbang). Nantinya para penerbang ini bisa menjadi penerbang pesawat tempur, pesawat angkut, atau helikopter," katanya pula.

Kedatangan pesawat-pesawat latih ini, sambung Antariksa, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat NTB pada pesawat latih TNI AU. Soalnya, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui pesawat-pesawat latih milik TNI AU.

"Pernah saya bertanya tentang pesawat tempur Indonesia, tapi banyak yang tidak tahu. Padahal tinggal menjawab Sukhoi," katanya.

Sejauh ini, minat masyarakat NTB untuk menjadi penerbang, kata Antariksa lagi, masih tergolong minim. Padahal dari sisi promosi sendiri, tak henti dilakukan. "Semoga kedatangan pesawat-pesawat ini bisa menjadi sarana untuk promosi," harapnya. (feb)

Survei LSI: Rakyat Lebih Percaya TNI dari Presiden & Parpol

Minggu, 29/05/2011 18:06 WIB
Suci Dian Firani - detikNews
Jakarta - Masyarakat Indonesia lebih mempercayai TNI daripada Presiden dan partai politik (Parpol). Selama 5 tahun terakhir, kecenderungan ini tidak berubah. "Tingkat kepercayaan rakyat pada TNI sebesar 85,7 persen. Pada posisi kedua ada presiden dengan tingkat kepercayaan 72,2 persen," ujar peneliti Utama Lembaga Survei Indonesia, Saiful Mujani.

Hal itu dikatakan Mujani dalam rilis survei terbaru LSI bertajuk Pemilih Mengambang dan Prospek Perubahan kekuatan Partai Politik, di Kantor LSI, Jl Lembang Terusan, Jakarta Pusat, Minggu (29/5/2011). Di posisi keempat ada pengadilan, dengan tingkat kepercayaan masyarakat sebesar 53 persen. Disusul DPR dengan 51 persen dan di posisi buncit ada parpol dengan tingkat kepercayaan hanya 51 persen.

"Umumnya warga tidak percaya pada partai politik. Tingkat kepercayan yang rendah ini tidak berubah dalam lima tahun terakhir," terang Muzani.

Survei dilakukan pada 1.220 responden acak di seluruh Indonesia. Survei dilakukan lewat wawancara langsung dan setiap nara sumber telah berusia 17 tahun, atau sudah menikah. Margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Namun Muzani menjelaskan rakyat Indonesia masih sadar, partai dan pemilu masih dibutuhkan dalam proses demokrasi di Indonesia. "Yang harus ditiadakan adalah partai-partai yang kinerjanya buruk," terangnya.

Sementara pada tahun 2006, LSI mencatat tingkat kepercayaan masyarakat pada TNI sebesar 83,9 persen, disusul Presiden 74,2 persen dan polisi 63,5 persen. Di posisi keempat ada pengadilan 54,7 persen, DPR 58,8 persen dan terakhir Parpol 41,9 persen.

Tangkal Teroris, TNI-Polri Gandeng Klub Scooter

Minggu, 29 Mei 2011 | 18:24 WIB
INILAH.COM, Gresik - Masih maraknya aksi terorisme di tanah air membuat jajaran TNI-Polri ekstra waspada. Bahkan, untuk mengantisipasi aksi ini di wilayah Gresik jajaran Dandim 0817 dan Polres Gresik menggandeng klub scooter Indonesia melalui kampanye anti teroris.

"Kami memanfaatkan event jambore nasional penggemar scooter di Gresik untuk mengkampanyekan bahaya teroris. Sebab, tidak menutup kemungkinan para pelaku teror sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Dandim 0817 Gresik, Letkol Art Eko Wibowo Kusrianto, Minggu (29/05/2011).

Diakui Letkol Eko Wibowo, pendekatan pada klub scooter karena tidak menutup kemungkinan juga para pelaku teror memanfaatkan para klub scooter untuk dijadikan anggota teroris. Terlebih lagi, jika peserta jambore scooter tidak memiliki dasar agama maupun rasa nasionalisme yang kuat.

Jambore nasional penggemar scooter se-tanah air berlangsung sejak Sabtu (28/5) di Gresik. Event ini merupakan pertama kalinya diikuti lebih dari seribu peserta yang berasal dari berbagai kota baik dari Jatim maupun dari luar. Uniknya lagi, peserta jambore scooter tersebut diminta melapor ke pihak berwajib jika diketahui ada anggotanya yang terpengaruh menjadi anggota teroris. [beritajatim/mah]

Pelatihan Gabungan TNI AL-US Navy Kurang Maksimal

Penulis : Amahl Sharif Azwar
Senin, 30 Mei 2011 02:42 WIB
JAKARTA--MICOM: Hasil pelatihan gabungan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) berakhir tidak maksimal, Minggu (29/5). Pelatihan Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) ke-17 yang berlangsung 27-29 Mei di perairan Selat Sunda tidak sesuai seperti yang diharapkan karena beberapa agenda latihan dibatalkan.

Padahal, Komodor (Kolonel) Gugus Pasukan 73.1 US Navy David Welch mengatakan rencana pelatihan sudah dirancang selama beberapa bulan.

"Mungkin ada beberapa masalah, tetapi yang paling penting adalah pembangunan kerja sama antara TNI AL dan US Navy," ujar Welch pada konferensi pers di kapal perusak (destroyer) USS Howard, perairan Selat Sunda, Minggu (29/5).

Salah satu masalah terlihat pada pelatihan tembakan kepada target di permukaan Selat Sunda. USS Howard menggunakan senapan mesin ringan kaliber 762, senapan mesin berat (SMB) Browning 50, dan meriam MK25 Chandler. Wartawan-wartawan di kapal USS Howard diperbolehkan merekam para prajurit US Navy menenggelamkan yang terbuat dari sejenis karet raksasa (disebut killer tomato).

Akan tetapi, pasukan TNI AL di KRI Diponegoro tidak mengizinkan latihan penembakan itu diliput atau direkam. Menurut sumber Media Indonesia, senapan TNI AL sempat mengalami kesulitan teknis saat upaya penembakan.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, rencana pelatihan pendaratan amfibi antara US Marine Corps dan Korp Marinir TNI AL di pesisir pantai Lampung dibatalkan. Welch tidak menjelaskan alasan pembatalan tersebut. Ia hanya mengatakan latihan pendaratan amfibi itu akan kembali diupayakan pada CARAT ke-18.

Latihan gabungan antara TNI-AL dan US Navy juga mencakup latihan manuver bersama antara KRI Imam Bonjol, KRI Diponegoro, USS Howard, USS Ruben James, dan USS Tortuga saat melewati Teluk Banten. Pada Jumat (27/5), helikopter TNI AL direncanakan berlatih mendarat di USS Howard. Namun, rencana itu malah batal karena gangguan teknis helikopter setelah belasan personel US Navy menyiapkan tempat landas. (SZ/OL-11)

1600 Anggota Angkatan Laut AS Berguru Ke TNI AL

Senin, 30 Mei 2011 , 04:24:00

JAKARTA - Personel personel terbaik Angkatan Laut Amerika Serikat menimba ilmu di Indonesia. TNI Angkatan Laut menjadi tuan rumah dalam latihan rutin yang sudah berlangsung selama dua hari ini. "Ini bagian dari kerjasama dua negara yang harmonis," ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul di Jakarta, Minggu (29/05). Latihan bersama itu dinamakan Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) tahunan yang ke-17.

"Amerika Serikat secara rutin berlatih dengan angkatan laut kita," ujar mantan komandan pangkalan utama TNI AL III ini. Tahap pertama CARAT dilakukan di darat, yaitu program pertukaran bidang keteknikan dan pengendalian kerusakan kapal, bakti sosial pelayanan medis umum dan gigi, serta program pelayanan masyarakat di sekolah-sekolah setempat.

Tahap selanjutnya dilakukan di atas laut, yaitu mengembangkan kemampuan maritim dalam hal pengamanan maritim, pertukaran informasi, operasi laut gabungan, latihan patroli dan penggunaan meriam, serta latihan anti-perompakan dan anti-penyelundupan.

Sekitar 1.600 personel angkatan laut AS dan Korps Marinir AS mengikuti CARAT Indonesia 2011. Kapal perang AS yang mengikuti latihan ini adalah kapal pendaratan USS Tortuga (LSD 46), kapal penghancur berpeluru kendali USS Howard (DDG 83), serta kapal frigat USS Reuben James (FFG 57).

Di samping itu, ada peserta tambahan seperti pasukan pendaratan amfibi Marinir, pasukan U.S. Navy Seabees, P-3C Orion, serta helikopter SH-60 Seahawk. Pihak Amerika Serikat juga bersemangat dalam latihan ini. "Kami sangat menantikan latihan bersama TNI AL tahun ini," ujar Laksamana Muda Thomas Carney, Komandan Gugus Tugas 73 dan Pejabat Pelaksana latihan ini, dalam keterangan pers yang dikirimkan oleh Kedubes AS ke media.

Menurut Thomas, TNI-AL memiliki banyak pengalaman dalam operasi anti-perompakan dan patroli di beberapa perairan tersibuk di dunia. "Angkatan Laut AS dan TNI AL telah mengembangkan program pelatihan yang bagus dan kami berharap kedua angkatan laut akan saling belajar satu sama lain selama latihan, terutama di laut," katanya.(rdl)

George Toisutta Resmikan Tiga Institusi TNI Makassar

Tribunnews.com - Senin, 30 Mei 2011 00:26 WIB
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta meresmikan penggunaan gedung sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) Kartika XX-1 serta Mako Yonif 700/Raider Kodam VII/Wirabuana, Minggu pagi (29/5) di Makassar.

Turut hadir dalam acara peresmian di antaranya Pangdam VII/Wrb Mayjen TNI Amril Amir.SIP, Aslog Kasad Brugjen TNI Sonny Wijaya, Kasdam VII/Wrb Brigjen TNI Drs Ir.Subekti MSc , Ketua Umum Pusat Persit Kartika Chandra Kirana Ny George Toissutta, Ketua Persit Kartika Chandra Daerah VII/Wrb Ny Anna Amril Amir serta para pejabat teras Kodam VII/Wirabuana.

Kasad Jenderal TNI George Toisutta dalam sambutannya mengatakan, upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan, dilakukan pemerintah dengan menaikkan anggaran pendidikan hingga 20 persen dari APBN, dengan harapan masalah Pendidikan Nasional akan lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Menurut Kasad, saat ini masih terlihat banyak anak-anak usia sekolah, namun tidak bisa mengikuti pendidikan formal, karena dilatarbelakangi jauhnya jarak antara sekolah dengan tempat tinggalnya.Oleh karena itu pendirian TK dn SD kartika menjadi solusi atas masalah tersebut.

"Dengan berdirinya TK dan SD Kartika XX-1 ini, diharapkan dapat membantu keluarga Prajurit TNI Angkatan Darat dan masyarakat di sekitarnya dalam mengenyam pendidikan yang sangat dibutuhkan guna menyongsong masa depannya," Ujar George.

"Sebagai salah satu wujud perhatian dan kepedulian Pimpinan TNI Angkatan Darat, untuk mengupayakan dan menyiapkan sarana dan prasarana perkantoran serta fasilitas pendukungnya bagi satuan jajaran Angkatan Darat, telah diprogramkan Pembangunan Markas Komando Yonif 700/Raider,"George menambahkan.

Kasad mengharapkan dengan telah selesainya pembangunan Mako Yonif 700/Raider, dapat memperlancar tugas-tugas satuan, serta meningkatkan moril dan produktivitas staf Batalyon, yang pada gilirannya akan memacu peningkatan kinerja prajurit dan satuan.

"Namun demikian, satu hal yang perlu saya ingatkan, bahwa bangunan itu tidak terwujud begitu saja, tetapi dibangun dengan jerih payah dan biaya yang cukup besar. Oleh karenanya, dalam penggunaannya hendaknya selalu dipelihara dan dirawat dengan sebaik-baiknya agar memiliki usia pakai yang lebih lama," tegas George.

George menganjurkan agar sarana yang baru saja dibangun tersebut dimanfaatkan dengan benar dan penuh kepedulian, sebagai wujud penghargaan terhadap upaya-upaya yang dilakukan satuan dalam meningkatkan kesejahteraan dan profesionalitas prajurit.

Minggu, 29 Mei 2011

DAFTAR ISI KLIPING TGL 29 MEI 2011

  1. Kelompok 78 Harus Siap Hadapi Risiko
  2. TNI di Perbatasan Merangkap Jadi Guru
  3. Kakak Beradik di Jombang Diduga Diculik Oknum TNI
  4. Anggota TNI Ditembak
  5. Anggota TNI Korban Penembakan Dirawat di RS Marthe...

Kelompok 78 Harus Siap Hadapi Risiko

Sabtu, 28 Mei 2011 23:55 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAYAPURA--Jika Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) sampai menjatuhkan sanksi terhadap PSSI, maka kelompok 78 yang "ngotot" mendukung Arifin Panigoro dan Jenderal TNI George Toisuta, harus siap menghadapi risiko dari publik Tanah Air. Sejumlah pihak yang dimintai komentar di Papua, Sabtu, seperti mantan striker nasional Perseman Manokwari di era 1980-an, Adolf Kabo, mantan pelatih Persipura Vestus Yom dan Abdon Rumabar, mantan Kapten Kesebelasan Persiss Sorong, Permenas Aupe dan mantan pemain PS Cenderawasih Iwan Tokoro meminta kelompok 78 jangan lari dari tanggung jawab.

Mereka menyebut, tindakan kelompok 78 dalam Kongres PSSI belum lama ini sebagai sikap tidak etis dan mematikan nasib persepak bolaan nasional. Apalagi Kongres itu dihadiri tusan FIFA Thiery Renegas dan dua utusan Federasi Sepak Bola Asia (AFC). Para pencinta sepak bola di Papua, kata mereka, tidak pernah mendengar George Toisuta mempunyai andil dalam persepak bolaan nasional, sementara Panigoro, dinilai melakukan kesalahan dengan menggelar turnamen yang tidak diakui FIFA.

Arifin Panigoro dan George Toisuta selama ini tidak pernah membuat sesuatu untuk sepak bola nasional, kecuali menyelenggarakan Liga Primer Indonesia yang tidak diakui FIFA dan George Toisuta tidak pernah terlibat di sebuah klub profesional atau pengurus inti PSSI, kata Adolf Kabo dan dibenarkan Vestus Yom.

Ketika mengomentari keterlibatan utusan Pengprov PSSI Papua Usman Fakaubun dalam kelompok 78, mereka menyebutnya sebagai tindakan yang bisa membunuh dunia sepak bola yang begitu bergairah di Papua. "Kita akan cari Usman Fakaubun sampai kapan pun agar mempertanggung jawabkan keterlibatannya di kelompok 78 bila FIFA menjatuhkan sanksi bagi PSSI dan klub-klub dari Papua tidak bisa bertanding di tingkat internasional seperti dijalani Persipura Jayapura saat ini," tegas Iwan Tokoro dan Abdon Rumabar. Apalabi, kata mereka, saat ini Persipura Jayapura sudah menembus babak delapan besar Piala AFC. Papua, kata mereka, adalah daerah yang selalu mencetak pemain nasional berkualitas yang turut membela Merah-Putih di berbagai laga internasional.

Mereka mendesak Ketua Umum Pengprov PSSI Papua Barnabas Suebu yang juga menjabat Gubernur Papua untuk mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan Usman Fakaubun dari pengurus PSSI daerah itu. Tanah Papua memiliki dua tim di Indonesia Super Liguage (ISL) yaitu Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena.

Di Devisu Utama PSSI ada tiga tim yakni Persidafon Dafonsoro, Kabupaten Jayapura, Persiram Raja Ampat dan Perseman Manokwari. Sementara di divisi I PSSI terdapat kesebelasan Perseru Serui, Persegubin Pegunungan Bintang, Persias Asmat dan Persiss Sorong. Devisi II PSSI, ada kesebelasan PSBS Biak, Persinab Nabire, Persitoli Tolikara dan Persiwar Waropen.

Selain itu pembinaan kelompok usia 8-12 tahun, 12-15 tahun' 15-18 tahun dan 18-21 tahun yang siap menjadi generasi berikut yang meramaikan sepak bola Tanah Air. Mereka berharap Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar yang terbang ke Zurich, Swiss pada Jumat (27/8) bisa merasionalkan persoalan yang dihadapi, sehingga FIFA tidak menjatuhkan sanksi untuk PSSI.
Redaktur: Krisman Purwoko
Sumber: antara

TNI di Perbatasan Merangkap Jadi Guru

Penulis : Syahrul Karim Syahrul
Sabtu, 28 Mei 2011 23:24 WIB

ANTARA/M Yamin Geli/rj

BALIKPAPAN-MICOM: Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan, pemerintah pusat telah melakukan kerja sama dengan TNI yang bertugas di didaerah perbatasan, yakni akan difungsikan menjadi guru. Hal itu dilakukan karena sulit mencari guru untuk kawasan tersebut.

"Kita telah bekerja sama dengan TNI, di mana TNI yang bertugas di daerah perbatasan dan memiliki kemampuan mengajar akan difungsikan untuk mengajar," kata M Nuh usai menyaksikan penyerahan aset Polltekba ke pemerintah pusat di Balikpapan, Sabtu (28/5).

Kurangnya sarana dan prasarana menjadi kendala uatama bagi warga Indonesia di perbatasan untuk mengenyam pendidikan yang setara dengan warga di kota dan kabupaten lainnya. Selain itu, bangunan yang tidak memenuhi standar, tenaga pengajar juga selalu dikeluhkan. Pasalnya, selama ini sangat sulit untuk mencari guru yang mau mengajar di daerah perbatasan.

"Awal bulan Juni ini pemerintah juga akan membangun sekolah-sekolah diperbatasan, di samping memberikan insentif Rp1,3 juta bagi guru yang mengajar di perbatasan," ujarnya. (SY/OL-8)

Kakak Beradik di Jombang Diduga Diculik Oknum TNI

Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Seorang korban Rudi/Repro
Sabtu, 28/05/2011 17:42 WIB
Jombang - Dua orang kakak beradik asal Jombang, Andik Sancoko (16) siswa SMK Wonosalam dan Rudi Budiyanto (13), siswa SMP Wonosalam, tiba-tiba menghilang misterius di rumahnya. Pihak keluarga menduga keduanya diculik oknum TNI.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penculikan warga Desa Pucangrejo Kecamatan Wonosalam terjadi, Jumat (27/05/2011) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu orangtua kedua korban sedang keluar rumah. "Saat itu di rumah hanya ada Rudi dan Andik saja," kata Ngadiyono (36), orang tua korban kepada wartawan di Mapolsek Wonosalam, Sabtu (28/5/2011).

Ngadiyono menceritakan, dirinya mengetahui jika kedua anaknya hilang baru tadi pagi. Menurut keterangan sejumlah tetangga, lanjut dia, semalam ada dua orang berambut cepak dengan mengendarai mobil yang diparkir tepat di depan rumahnya. Beberapa saat kemudian, tetangga Ngadiyono melihat kedua anaknya dibawa. Sekitar pukul 07.00 WIB, Ngadiyono mengaku mendapat telepon dari seorang oknum TNI yang mengaku yang bertugas Surabaya bernama Kopral L dan Lettu A. "Dia bilang kedua anak saya sekarang ada di tangannya," kata Ngadiyono sembari terlihat gugup.

Dalam penbicaraan melalui telepon genggam, kata dia, L enggan mengatakan kondisi dan posisi kedua anaknya. "Dia berjanji akan bertemu dengan saya pukul 13.00 siang tadi dan mengembalikan kedua anak saya. Namun hingga saat ini tak ada kabar," ungkap Ngadiyono.Ngadiyono menduga, motif dua oknum TNI yang menculik anaknya karena persoalan bisnis. Namun saat beberapa wartawan mencoba menanyakan apa bisnis tersebut, Ngadiyono enggan menyebutkan. "Saya dan L terlibat bisnis, dugaan saya itu," ujarnya

Sementara Kasubag Humas Polres Jombang, AKP Yogas saat dikonfirmasi membenarkan adaya laporan tersebut. Bahkan pihaknya mengaku akan bekerjasama dengan institusi tersebut untuk menyelidiki laporannya. "Kita masih mencoba untuk berkoordinasi perihal kasus ini," kata Yogas.

Anggota TNI Ditembak

Hukum & Kriminal / Sabtu, 28 Mei 2011 15:56 WIB
Metrotvnews.com, Puncak Jaya: Seorang anggota TNI dilaporkan ditembak orang tidak dikenal di pasar Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu (28/5) siang. Menurut salah satu sumber di Jayapura, korban bernama Sertu Kamaru Jaman. Kamaru ditembak di bagian belakang kepala dari jarak sekitar lima meter dengan senjata laras pendek, saat ia sedang berada di pasar sekitar pukul 11.45 WIT. Saat ini, korban sedang dalam proses evakuasi anggota Pos Satgas Pamrahwan Yonif 753/AVT untuk mendawat pertolongan medis. Kondisi korban dikabarkan kritis.

Salah satu narasumber yang tak ingin disebut namanya mengaku, motif penembakan diduga perampasan senjata. Hanya saja pelaku tidak berhasil merampas senjata korban, karena pada saat yang sama banyak anggota TNI lain yang sedang melakukan bakti sosial membersihkan pasar. Sementara Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol inf Ali Bogra, hingga saat ini belum bisa dihubungi.(Ant/****)

Anggota TNI Korban Penembakan Dirawat di RS Marthen Indey

Penulis : Folmer Marisi
Sabtu, 28 Mei 2011 16:50 WIB
JAYAPURA--MICOM: Anggota Kopassus yang ditembak saat berada di Pasar Ilu, Distrik (Kecamatan) Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, dibawa ke Jayapura untuk dirawat intensif di Rumah Sakit (RS) Marthen Indey. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kodam XVII Cenderawasih, terakit anggota Kopasus yang bertugas di Distrik Ilu itu.

Informasi yang diperoleh mediaindonesia.com menyebutkan, penembakan berawal saat korban sedang berada di lokasi pasar Ilu. Tiba-tiba seorang warga dengan menggunakan senjata laras pendek menghampiri dan menembak korban. Tembakan meleset dan mengenai telinga.

Usai menembak korban, pelaku yang diduga anggota organisasi Papua Merdeka (OPM) itu langsung kabur di tengah kerumunan pengunjung dan pedagang pasar. Sementara itu, Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Ali Bogra saat dihubungi telepon selulernya tidak aktif. Namun, Wakapendam Letkol Hary Priatna mengatakan korban bukan personel yang diturunkan selama program Bhakti TNI berlangsung di wilayah Puncak Jaya.

"Sejak Bhakti Sosial TNI digelar pada awal Mei, TNI bersama masyarakat bersatu bekerja guna memperbaiki sejumlah fasilitas pemerintah. Kondisi personel sehat dan tidak ada masalah dengan masyarakat," kata Hary menjawab pesan pendek yang dikirimkan mediaindonesia.com. (FO/OL-01)

Sabtu, 28 Mei 2011

DAFTAR ISI KLIPING TGL 28 MEI 2011

  1. KASAD Lantik Leonard Jadi Pangdam IX Udayana
  2. Mayjen TNI Leonard: Kedepankan Komunikasi
  3. Toisutta : Saya Ini Ketua 'PSSI'
  4. George Toisutta: Saya Tetap Mencalonkan Diri
  5. George Toisutta Tidak Mau Mundur
  6. Toisutta: Saya akan Maju Terus!
  7. Kasum TNI Kunjungi Prajurit TNI di Kongo
  8. TNI AD Juara Umum Kejuaraan Menembak
  9. Stasiun TV O Channel "Relaunching" Program Militer...

KASAD Lantik Leonard Jadi Pangdam IX Udayana

Jumat, 27 Mei 2011.[DENPASAR] Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta Jumat (27/5) pagi secara resmi melantik Mayjen TNI Leonard menjadi Panglima Kodam (Pangdam) IX Udayana menggantikan Mayjen TNI Rachmat Budiyanto di lapangan Puputan Badung Denpasar.

“Saya yakin kalau Leonard akan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik karena yang bersangkutan sudah lama bertugas di jajaran Kodam IX Udayana. Termasuk soal perbatasan saya kira Leonard pasti cukup memahami,” ujar George Toisutta usai acara pelantikan kepada wartawan.

Sebelumnya KSAD dalam amanat serah terima jabatan mengatakan, Kodam IX Udayana sebagai salah satu komando utama kewilayahan TNI sekaligus sebagai gelar kekuatan matra darat mengemban peran dan fungsi yang sangat penting menjaga stabilitas kelangsungan pembangunan di wilayah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). “Peran dan fungsi ini semakin strategis mengingat wilayah Kodam IX Udayana yang memilik karateristik unik serta berbagai kekhususan dengan berbasiskan kenekaragaman dan kemajemukan baik dari aspek geografi, demografi maupun kondisi sosial masyarakat,” ujar George Toisutta.

Ditanya mengenai keberadaan NII di wilayah Bali, NTB dan NTT, jenderal berbintang empat ini secara tegas mengatakan di wilayah ini masih steril. Pihaknya juga sudah bekerjasama dan membantu aparat kepolisian dalam mencegah NII tersebut dengan pendekatan keagamaan. “Jangan berpikir kalau muslim itu NII, yang berbuat itu adalah oknum,” tegasnya. Termasuk dalam soal terror bom yang marak diberitakan, KSAD mengatakan, hal itu menjadi tugas polisi dan serahkan kepada polisi untuk menanganinya. Namun demikian, pihaknya siap membantu polisi dalam menangani masalah tersebut,” katnya.

Sebelumnya mantan Pangdam IX/Udayana Rachmat Budiyanto memuji peran serta seluruh komponen masyarakat Bali yang dengan santun dan bahu-membahu menjaga kondisi keamanan wilayah. Apalagi, salah satu keunggulan Bali dalam sektor pariwisata sangat memerlukan kondisi keamanan yang kondusif, sehingga wisatawan domestik dan mancanegara bisa tetap nyaman mengunjungi Bali. "Yang saya banggakan partisipasi semua komponen di Bali dalam ikut memikul dan berpartisipasi dalam menjaga keamanan," kata Pangdam yang dipromosikan menduduki posisi Irjen TNI-AD. [137].

Mayjen TNI Leonard: Kedepankan Komunikasi

28 Mei 2011 |
Denpasar (Bali Post) - Wilayah Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana yang bersentuhan langsung dengan perbatasan, harus mendapat perhatian khusus. Karena potensi kerawanan di daerah perbatasan, seperti pengungsi dan pelintas batas cukup sering terjadi.

Hal ini ditegaskan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendedral TNI George Toisutta saat upacara serah terima jabatan (sertijab) Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana di Denpasar, Jumat (27/5) kemarin.

Sertijab yang dilakukan di Lapangan Puputan Badung tersebut, jabatan Pangdam IX/Udayana diserahkan dari Mayjen TNI Rachmat Budiyanto kepada Mayjen TNI Leonard. Rachmat Budiyanto kini menduduki posisi baru sebagai Irjen AD.

George Toisutta mengatakan Kodam IX/Udayana sebagai salah satu komando utama kewilayahan TNI, mengemban peran dan fungsi yang sangat strategis dan penting dalam menjaga stabilitas pembangunan di wilayah Bali, NTB, dan NTT.

Peran dan fungsi ini semakin strategis mengingat wilayah Kodam Udayana memiliki karakteristik yang unik dengan berbagai kekhususan yang berbasiskan keanekaragaman dan kemajemukan dari segala apek.

Pangdan IX/Udayana, Mayjen Leonard, mengakui karakteristik wilayah Kodam Udayana ini cukup spesifik. Karena itu, pihaknya akan mengendepankan komunikasi dan koordinasi dalam melaksanakan tugas-tugas menjaga keamanan wilayah di Indonesia Timur ini. ''Pada intinya dengan terjalinnya komunikasi yang baik, tugas-tugas berat ini bisa dilaksanakan dengan baik,'' ujar Leonard yang sebelumnya dipercaya sebagai Aspam Kasad. (kmb12)

Toisutta : Saya Ini Ketua 'PSSI'

"Kalau katanya-katanya kan repot. Saya tidak pernah distop Menpora."
Jum'at, 27 Mei 2011, 19:06 WIB
Marco Tampubolon
VIVAnews - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta menolak mundur dari bursa pencalonan ketua umum PSSI periode 2011-2015. Toisutta bahkan mengaku telah menjadi ketua 'PSSI'.

Toisutta dan Arifin Panigoro merupakan dua dari empat nama yang dilarang FIFA maju pada bursa pemilihan PSSI. Mereka dilarang dicalonkan pada Kongres PSSI yang digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat, 20 Mei 2011.

Meski demikian, kelompok 78 yang menjadi pendukung kedua kandidat tersebut ngotot. Mereka memaksakan agar keduanya bisa ikut pemilihan. Sikap ini membuat sidang deadlock dan terpaksa dibubarkan.

Toisutta akhirnya buka suara mengenai situasi ini usai melantik Pangdam Udayana, Jumat, 26 Mei 2011. Kepada wartawan Toisutta memgaku tidak akan mundur dari bursa pencalonan ketua umum PSSI 2011-2015. "Selagi masih ada yang mendukung, maju terus pantang mundur,” kata Toisutta, di Bali, Jumat, 26 Mei 2011.

Toisutta juga membantah telah diminta mundur oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Mallarangeng. "Kalau katanya-katanya kan repot. Saya tidak pernah distop Menpora," tegas Toisutta.

Pernyataan ini disampaikan Toisutta usai menghadiri serah terima jabatan Pangdam Udayana, siang tadi. Kepada wartawan, Toisutta juga sempat berkelakar dengan menyatakan dirinya sebagai ketua 'PSSI'. "Saya ini sudah Ketua PSSI. Ketua Persatuan Suami Sayang Istri,” ujarnya sembari tertawa.
Laporan : Bobby Andalan | Bali, umi
• VIVAnews

George Toisutta: Saya Tetap Mencalonkan Diri

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR--George Toisutta mengatakan tetap mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI, sembari menunggu keputusan Komite Normalisasi untuk penyelesaian kisruh di tubuh organisasi persepakbolaan di Tanah Air tersebut. "Ya, saya akan tetap mencalonkan diri," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat berpangkat jenderal bintang empat itu menjawab pertanyaan wartawan di Denpasar, Bali, Jumat.

Usai serah terima jabatan Pangdam IX/Udayana dari Mayjen TNI Rachmat Budiyanto kepada penggantinya Mayjen TNI Leonard, Jenderal George Toisutta menyatakan, tetap mencalonkan diri untuk dapat memberikan warna baru bagi PSSI. "Ah itu sih baru katanya," sergah George Toisutta sambil menambahkan bahwa kalimat "katanya" itu merupakan penyakit orang tua. Jenderal George Toisutta menyebutkan, ada dua kata yang merupakan penyakit orang tua. "Pertama 'katanya', dan yang kedua 'lupa'." Mendapat jawaban dari jenderal TNI berbintang empat seperti itu, wartawan yang berkerumun mencegat sang calon ketua umum PSSI, spontan melepas tawa lebar.

Sebelumnya, George Toisutta menyatakan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Komite Normalisasi untuk penyelesaian kisruh di tubuh PSSI, dan pencalonannya sebagai salah seorang ketua umum organisasi itu. "Semua tergantung pada Komite Normalisasi, biar diselesaikan oleh yang berwenang," katanya di Jakarta. Ia mengatakan, penyelesaian kisruh di tubuh PSSI hingga berujung "deadlock" saat pelaksanaan kongres pada 20 Mei lalu, sangat tergantung pada keputusan Komite Normalisasi yang diketuai Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. "Semua tergantung pemimpinnya," ujarnya, menambahkan.

Kongres PSSI dengan agenda memilih ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Komite Eksekutif PSSI 2011-2015, Jumat (20/5) lalu di Jakarta, berlangsung buntu. Kondisi itu terjadi setelah Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar menyatakan kongres ditutup karena "situasi tidak kondusif". Kongres PSSI digelar atas instruksi FIFA, menyusul gagalnya kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid menggelar kongres untuk memilih anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding di Pekanbaru, Riau, Maret lalu. Dalam Kongres PSSI di Jakarta, Sebagian pemilik suara menginginkan pemungutan suara untuk memutuskan perlu tidaknya Komite Banding menyampaikan keputusannya. Sedangkan Agum selaku pemimpin sidang menolak ide itu dan bersikukuh agar kongres tetap menjalankan agenda yang telah disusun. Karena tidak mencapai titik temu setelah berlangsung lebih dari enam jam, akhirnya Agum mengetuk palu menutup kongres tersebut.
Redaktur: Krisman Purwoko
Sumber: antara

George Toisutta Tidak Mau Mundur

Toisutta tetap maju di pencalonan karena ingin memberi warna bagi PSSI.
Oleh Donny Afroni
27 Mei 2011 21:03:00
Kepala staf angkatan darat [Kasad] Jendral TNI George Toisutta menegaskan, dirinya tidak akan mundur dari pencalonan dirinya sebagai ketua umum PSSI periode 2011-15.

Hal itu ditegaskan Toisutta dalam serah terima jabatan Pangdam IX/Udayana di Denpasar, Bali. Menurut Toisutta, ia akan menunggu hasil dari laporan yang dikirim Komite Normalisasi ke FIFA.

“Saya tetap akan mencalonkan diri. Saya tetap mencalonkan diri untuk memberi warna baru di PSSI,” tegas Toisutta kepada wartawan.

Ketika disinggung mengenai isu yang menyebutkan presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta dirinya untuk mundur dari pencalonan, Toisutta memberikan jawaban.

“Ah, itu baru katanya. 'Katanya' itu merupakan penyakit orang tua. Ada dua kata yang merupakan penyakit orang tua. Pertama, 'katanya' dan kedua 'lupa',” kata Toisutta.

Toisutta: Saya akan Maju Terus!

27 Mei 2011 | 22:50 wib
Denpasar, CyberNews. Seolah tidak terpengaruh persoalan gagalnya Kongres PSSI kemarin di Hotel Sultan dan penolakan yang diterimanya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI, George Toisutta bersikukuh tetap maju sebagai Ketua Umum PSSI.

"Tetap maju pantang mundur Itu sudah prinsip," katanya dalam acara serah terima Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto kepada pengantinya Mayjen TNI Leonard, di Lapangan Puputan Badung, Jl Udayana, Denpasar, Jumat (27/5).

Kongres PSSI kemarin berakhir deadlock karena adanya interupsi yang berlebihan dari K-78 yang merupakan pendukung setia pasangan George Toisuta dan Arifin Panigoro yang mempertanyakan tentang penolakan George Toisuta sebagai Ketum PSSI. Hal tersebut pula yang kemudian menyebabkan PSSI terancam terkena sanksi oleh FIFA.
( dtc / CN32 )

Kasum TNI Kunjungi Prajurit TNI di Kongo

Jumat, 27 Mei 2011 - 20:18 WIB
KONGO (Pos Kota) – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal TNI Suryo Prabowo berkunjung dan melihat secara langsung kondisi Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-H/Monusco (Mission de l’Organisation des Nations Unies Pour La Stabilization en République Démocratique du Congo, misi PBB di Kongo), Afrika. Kasum TNI didampingi Dansatgas Kizi TNI Konga XX-H/Monusco Letkol Czi Widiyanto, Wadansatgas Mayor Czi Bambang Iswandaru dan beberapa Perwira Staf.

Pada kunjungan tersebut, Kasum TNI dan rombongan melakukan peninjauan ke lokasi pekerjaan jalan Dungu-Faradje yang merupakan agenda utama dalam kunjungannya untuk melihat dari dekat pembangunan jalan yang sudah menembus batas antara Kontingen Indonesia dengan Kontingen Nepal di KM 133 dari Dungu. Letjen TNI Suryo Prabowo juga melakukan peninjauan pembangunan jembatan Acrow 700 (Kanada), yang sedang dikerjakan oleh Satgas Kizi TNI di Kampung Road Quatre KM 111, yang pembangunannya direncanakan selesai dalam minggu ini.

Pada kesempatan yang sama Kasum TNI menyempatkan untuk memeriksa kondisi pangkalan Camp Bumi Cenderawasih dan masuk ke tenda-tenda prajurit TNI serta berdialog langsung dengan personel Satgas yang berada di Camp lokasi pekerjaan (Gangu) maupun di Bumi Cenderawasih Camp Dungu. Selanjutnya mengecek langsung personel yang bertugas sebagai juru masak Satgas, baik yang ada di lokasi kerja maupun di Camp Dungu.

Dalam arahannya Kasum TNI menyampaikan rasa bangga terhadap kinerja prajurit TNI Konga XX-H/Monusco, karena dalam pembangunan jalan maupun tampilan performa telah dinilai baik selama ini. Bahkan Monusco juga menilai bahwa hasil pembangunan jalan Kontingen Indonesia berkualitas terbaik dibanding lima Kontingen Zeni lain yang berada di Kongo.

Jenderal Bintang Tiga itu juga mengingatkan seluruh personel pasukan Zeni TNI untuk selalu menjaga nama baik Kontingen Indonesia dengan berbuat yang terbaik. Kasum TNI juga menegaskan jangan merasa cepat puas dengan hasil yang telah dicapai, pertahankan hasil kerja yang dinilai baik selama ini dan bekerja secara profesional serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat lokal dan juga keakraban dengan kontingen dari negara lain. Seluruh personel Satgas untuk tetap menjaga kesehatan agar jangan sampai terkena penyakit menular. Hal tersebut didasari oleh fakta bahwa sebagian penyakit berbahaya di Afrika belum ada obatnya. Apabila sampai ada prajurit yang mengidap penyakit tersebut akan berpengaruh negatif kepada keluarga dan lingkungan di Indonesia, tegas Kasum TNI.

Turut hadir mendampingi Kasum TNI, Waasops Panglima TNI Laksma TNI ST. Budiyono, Direktur Zeni TNI-AD Brigjen TNI Dicky Waenal Usman, Paban I/Renc Slog TNI Kolonel Tek Sumarno, Wakil Kepala Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Kolonel PNB A. Sumadi, Atase Pertahanan Afrika Selatan Kolonel Cpm Victor H. Simatupang, Sespri Kasum TNI Kolonel Inf Andika Perkasa dan Asst MA Perutusan Tetap Republik Indonesia di PBB New York Letkol Irooth Sonny Edhie.

TNI AD Juara Umum Kejuaraan Menembak

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Jum'at, 27 Mei 2011 17:09 wib
DEPOK - Kontingen Lomba Tembak Australian Army Skill at Arms Metting (AASAM) TNI Angkatan Darat (TNI AD) berhasil berprestasi di kejuaraan tembak internasional di Melbourne, Australia. Dari 40 kategori, Kontingen Indonesia berhasil meraih 23 medali emas, 25 medali perak, dan 11 perunggu.

Indonesia juga berhasil menjadi juara umum mengungguli Malaysia di tempat kedua, dan Australia sebagai tuan rumah di tempat ketiga. Nama harum ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi 10 anggota TNI AD yang berasal dari enam anggota korstrad dan empat anggota Kopassus.

Mereka yang berprestasi adalah Sertu Poltak Siahaan, Serda Misran, Kopda Wolly, Praka Bambang, Serka Sutarto, Serda Jefri, Praka Didi, Serda Suparjono, dan Sertu Usman, serta Sertu Suwandi. Kopda Wolly bahkan dinobatkan menjadi individually championship atau penembak jitu terbaik. Kepala Kontingen Mayor Infantri Surya Wibawa S mengatakan kejuaraan tersebut diikuti oleh 13 negara di dunia, yakni Indonesia, Amerika Serikat, New Zeland, Papua New Guinea, Belanda, Prancis, Kanada, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei, Timor Leste, dan Australia. Sejak tahun 2008, Indonesia tercatat sebagai pemegang langganan juara umum.

“Masing – masing Negara mengirimkan pasukan khususnya maupun mariner juga, kejuaraan tembak ini ada yang menggunakan pistol, dan senapan mesin,” katanya kepada wartawan di Balaikota Depok, Jumat (27/05/11). Padahal, awalnya mereka sempat dipersulit oleh bagian panitia yang tak memperbolehkan mereka mempergunakan pistol organik yang sudah dipersiapkan sebelum berangkat. Namun beruntung para kontingen dipinjamkan pistol oleh panitia dengan kriteria yang sesuai dan harus dipelajari selama dua hari.

“Padahal sudah kami persiapkan, tapi dengan pistol yang dipinjamkan justru kami berhasil menjadi pemenang, yang penting Man Behind The Gun. Kesulitan terjadi hanya kendala cuaca disana yang mulai memasuki musim dingin, membuat tangan kami seolah menjadi beku, tapi kami siasati dengan membawa termos air panas,” tuturnya. Penilaian ditetapkan berdasarkan ketepatan sasaran dan jarak tembak. Atas prestasi tersebut, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail memberikan bonus kepada mereka sebesar Rp 10 juta.

Stasiun TV O Channel "Relaunching" Program Militer

27/05/2011 16:58
Liputan6.com, Jakarta: Stasiun TV O Channel bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali akan menayangkan program bertajuk "Militer" mulai episode 29 Mei 2011.

Salah satu tujuan dari tayangan yang berdurasi 30 menit ini untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai gadget, skills serta ragam kegiatan yang dimiliki oleh TNI. "Tujuan acara ini bukan untuk memiliterisir permirsa atau lapisan masyarakat yang menonton, tapi untuk memberikan informasi pada masyarakat mengenai kegiatan TNI," ujar Letjen (Pur) Suyono saat acara Relaunching program "Militer" di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Jumat (27/5).

Menurut Suyono yang juga Komisaris O Channel, "Militer" bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat juga untuk menghargai tugas besar TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa. "Kita ketahui dalam UUD 1945 tugas utama TNI adalah melindungi kedaulatan NKRI, mensejahterkan masyarakat, mencerdaskan bangsa, serta ikut menjaga perdamaian dunia. Jadi, mudah-mudahan atas dukungan semua pihak, lewat program acara ini, kita sebagai negara bangsa bisa menghargai militer," jelas Letjen (Pur) Suyono. (TOW/ARI)

Jumat, 27 Mei 2011

DAFTAR ISI KLIPING TGL 27 MEI 2011

  1. TNI Dukung Sukseskan Pelayanan KB Di Sumba Barat d...
  2. Panglima TNI Minta Pemuda Ikut Jaga NKRI
  3. TNI Nilai Bali Relatif Aman dari Bahaya NII KW 9
  4. TNI AL dan Polda Jatim Kerja Sama Ungkap Pelaku Pe...
  5. Polisi Tembak Sopir yang Dibebaskan Oknum TNI
  6. LSI : Dana Politik, Dulu TNI Kini Partai
  7. Danlantamal III Terima 3 Komandan Kapal Perang Ame...
  8. TNI AL-Rusia akan Berlatih Penyelamatan Kapal
  9. Kapal Pengangkut Alat Berat TNI AL Terdampar di Al...
  10. Pangdam Puji Keamanan Bali

TNI Dukung Sukseskan Pelayanan KB Di Sumba Barat dan Sumba Tengah

EVAKUASI PASIEN--Aparat TNI dari Kodim 1613 Sumba Barat membantu mengevakuasi pasien MOW usai mendapat pelayanan medis operasi ke ruangan pemulihan di Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Sumba Barat di Waikabubak, Sabtu (21/5/2011).

Kamis, 26 Mei 2011 | 13:02 WIB
KUPANG, pos-kupang –– Kampanye Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah untuk menyukseskan Program Keluarga Berencana (KB) di daerah itu mendapat dukungan dari aparat TNI setempat. Pada pelayanan KB metode operasi wanita (MOW) di Waibakul, Jumat (20/5/2011) dan di Waikabubak, Sabtu (21/5/2011), aparat TNI terlibat aktif melayani para akseptor KB.

Penilaian ini disampaikan Sekretaris Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTT, Drs. Stefanus Padjo, kepada Pos Kupang di Kupang, Rabu (25/5/2011), usai memimpin Tim BKKBN NTT melakukan pelayanan KB di Sumba Barat dan Sumba Tengah, pekan lalu.

Bupati Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk, kata Stef, sangat komit menyukseskan program KB di daerah itu, meski secara geografis kabupaten itu masih sangat luas. Motivasi Bupati Sumteng menyukseskan program KB, katanya, dilandasi pemikirannya melihat perkembangan yang terjadi ke depan. “Saya tidak mengkorelasikan pelaksanaan program KB dengan luas wilayah. Namun untuk jangka panjang dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri, program KB sangat penting dan harus didukung,” tutur Stef mengutip Bupati Sumteng.

Dukungan serupa disampaikan Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango. Bupati Sumba Barat, kata Stef, terus memotivasi masyarakat di daerah itu untuk ber-KB. “Tentu bapak dan mama senang kalau punya anak menjadi dokter, camat dan sebagainya karena pendidikan mereka terjamin. Kalau banyak anak dan pendidikan mereka tidak terjamin, dan kebutuhan ekonomi tidak tercukupkan, itu yang menjadi masalah. Solusinya mengikuti program KB,” ujar Stef mengutip motivasi yang disampaikan Bupati Sumba Barat pada pelayanan MOW di Waikabubak, Sabtu (21/5/2011).

Untuk diketahui, sebanyak 383 akseptor di Sumba Barat dan Sumba Tengah mengikuti program KB metode operasi wanita (MOW) atau tubektomi. Pelayanan medis operasi dilakukan tim dokter dari Mabes TNI Angkatan Udara RI, 12 orang.

Di Sumba Tengah, pelayanan medis MOW dilakukan di Puskesmas Waibakul, Jumat (20/5/2011), bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat kabupaten setempat. Ibu rumah tangga yang mendapat pelayanan medis MOW sebanyak 169 orang dan seorang akseptor menggunakan alat kontrasepsi implant/susuk KB. Di Sumba Barat, pelayanan MOW dilakukan di Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Sumba Barat di Waikabubak, Sabtu (21/5/2011). Akseptor di Sumba Barat, juga ibu-ibu rumah tangga, yang mendapat pelayanan medis operasi MOW sebanyak 214 orang dari sekitar 300 akseptor yang hadir. Seorang akseptor lainnya mendapat pelayanan IUD.
Editor : Dafris Meta | Penulis : | Sumber : Pos Kupang Cetak

Panglima TNI Minta Pemuda Ikut Jaga NKRI

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono - inilah.com/Wirasatria
Oleh: MA Hailuki
Nasional - Kamis, 26 Mei 2011 | 18:19 WI
INILAH.COM, Jakarta - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berharap pemuda Indonesia lebih berperan aktif menjaga kedaulatan bangsa khususnya menggalakkan kembali nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Panglima TNI menyampaikan harapan tersebut saat beraudiensi dengan Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

“Saya minta pemuda-pemuda kita ikut dalam kegiatan TNI artinya TNI bersama masyarakat, pemuda, membangun kembali daerah-daerah sesuai keinginan masyarakat lokal, jadi masalah-masalah lokal harus dikedepankan,” ujar Panglima TNI dalam keterangan pers yang diterima INILAH.COM, Kamis (26/5/2011).

Agus Suhartono mengakui bahwa pada zaman Orde Baru, TNI dan organisasi kepemudaan kerap bekerjasama dalam program-program pembangunan wilayah perbatasan. Namun pasca reformasi 1998, kerjasama agak merenggang.

Kerjasama dengan kelompok kepemudaan tersebut semakin penting mengingat saat ini Mabes TNI lebih mengedepankan pendekatan kesejahteraan daripada pendekatan keamanan, khususnya di wilayah perbatasan. “Saya sangat mendorong kerjasama pemuda dengan aparat militer kewilayahan. Mungkin lebih pas kalau keterlibatan pemuda dikoordinasikan oleh aparat kewilayahan karena hampir di setiap kodam ada kegiatan secara lokal,”ujarnya.

Sementara terkait dengan niat KNPI untuk bersama TNI mensosialisasikan Pancasila dengan masyarakat, Panglima TNI menyatakan siap untuk bekerja sama. Dia menjelaskan Presiden SBY telah mengumpulkan sejumlah lembaga tinggi negara untuk menyusun program aksi untuk mengembalikan pemahaman masyarakat tentang Pancasila. “Mari kita dorong bersama-sama agar segera kembali kita memahami tentang pancasila,” ujar Agus.

Sementara Azis Syamsuddin mengakui pentingnya usaha untuk meningkatkan sinergi TNI dan peran pemuda untuk menumbuhkan nasionalisme dan rasa kebangsaan di tengah masyarakat. Dia mengaku siap untuk bersama TNI untuk menggerakkan perangkat pemuda menjadi ujung tombak hingga di tingkat kelurahan atau pedesaan, berkoordinasi bersama aparat teritorial TNI mengatasi permasalahan yang ada.

“Karena di daerah kalau ada apa-apa yang bergerak duluan adalah TNI. Jadi KNPI bisa jadi perangkat yang bisa bersinergis dengan TNI,” kata Azis.

Saat audiensi, Azis juga memperkenalkan jajaran pimpinan pusat KNPI kepada jajaran pimpinan TNI. Dia mengakui konflik internal yang terjadi saat ini di tubuh KNPI akan segera diselesaikan dalam kongres pemuda yang rencananya dilaksanakan Oktober mendatang. “Saya hanya berusaha agar KNPI tdk bisa dibawa ke partai politik, supaya pemuda tidak pecah,” ujarnya. [mah]

TNI Nilai Bali Relatif Aman dari Bahaya NII KW 9

Kamis, 26/05/2011 12:16 WIB
Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Ancaman Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 di Bali masih samar-samar. Meski begitu, TNI meminta masyarakat Bali tetap mewaspadai gerakan ini.

"Bali indikasinya samar-samar dan masih kecil dari paradigma NII," kata Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto di sela-sela gladi bersih sertijab di Lapangan Puputan Badung, Jl Udayana, Denpasar, Kamis (26/5/2011).

Meskipun gerakan NII di Pulau Dewata masih kecil, TNI meminta tetap mewaspadai gerakan yang tak nampak di permukaan ini. "Gerakan ini tetap perlu diwaspadai," kata Rachmat.

Dia memerintahkan aparat teritorial dan intelijen selalu bergerak mencari informasi dan mewaspadai gerakan NII sehingga tidak menggangu keamanan Bali.

"Kita tetap mewaspadai jangan sampai proses radikalisme muncul didahului hal-hal yang tidak nampak karena itu masalah mindset," katanya.

Meskipun hingga kini belum ada indikasi gerakan NII di Bali, TNI tetap mewaspadai gerakan yang telah marak di berbagai kawasan di Jawa. "Sementara ini indikasinya tidak ada. Tapi kita tetap waspada," ujarnya.

TNI AL dan Polda Jatim Kerja Sama Ungkap Pelaku Peneror Bandara Juanda

Penulis : Heri Susetyo
Jumat, 27 Mei 2011 00:15 WIB
SIDOARJO--MICOM: Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur saat ini masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku peneror bom Bandara Juanda Sidoarjo pada Rabu (25/5). Selain mencari alamat fax dari pelaku, penyelidikan juga difokuskan pada rekaman circuit close television (CCTV) di Gate 8 Bandara Juanda. Sebab aksi peneror meletakkan tas berisi bahan peledak ternyata terekam CCTV di ruang tunggu Juanda.

Dalam CCTV itu terekam seorang lelaki membawa tas warna hitam yang dijinjing di bahunya. Di dalam tas tersebut ternyata berisi jelly mengandung asam nitrat untuk bahan baku pembuatan bom. Pria tersebut mengenakan jaket hitam dan celana panjang warna cokelat. Petugas sebenarnya sudah berupaya melacak pria ini di pesawat Garuda namun tidak menemukan orang yang dicurigai itu. Sayangnya juga, dalam rekaman CCTV itu tidak terlihat wajah pria tersebut. "Dua petugas CCTV sudah kami mintai keterangan. Kami terus menyelidiki dan yakin siapa pelaku teror akan terungkap," kata Komandan Pangkalan TNI AL Juanda Kolonel Suprayonto, Kamis (26/5).

Selain memelototi rekaman CCTV, petugas juga mengincar tempat pengiriman faksimili yang digunakan pelaku mengancam bandara. Identitas orang tersebut ditulis dalam faksimilinya adalah Broto Saputro Charano dengan alamat Rajawali BH Surabaya nomor telepon 031-750780. Berat barang bukti bahan peledak yang ditemukan di tiga tempat di Bandara Juanda sendiri mencapai lebih dari tujuh kilogram. Sebagian bahan peledak campur serbuk lengkap kabel dan detonatornya sudah diledakkan pada Rabu sore.

Sementara sisanya berupa jelly yang terbungkus dalam tiga plastik sempat ditunjukkan wartawan Rabu malam. Namun dari barang bukti yang ditunjukkan hanya jelly seberat 90 gram yang dipastikan positif sebagai bahan pembuatan bom karena mengandung asam nitrat.

"Kalau lainnya langsung kami ledakkan karena ada kabel, detonator dan bahkan tercium seperti mesiu," kata Komandan Satuan Komando Pasukan Katak Armatim Kolonel Yeheskiel Katiandhago. Sementara itu General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Juanda menegaskan bahwa kondisi bandara kondusif pasca terror bom tersebut. Jadwal penerbangan tetap normal seperti biasa. Pengamanan ketat akan terus diberlakukan untuk menciptakan kenyamanan bagi para penumpang. Sebanyak 122 personel keamanan diturunkan menjaga keamanan di Bandara Juanda. "Yang pasti kondisi bandara Juanda tetap aman dan kondusif. Pelayanan di sini berjalan normal," kata Trikora Harjo. Dari pantauan Media, pengamanan di Bandara Juanda memang diperketat. Tiga personel TNI AL ditugaskan memeriksa kendaraan yang masuk menggunakan metal detektor. Selain itu, juga diturunkan tim Kopaska dengan dua ekor anjing pelacak yang sewaktu-waktu melakukan penyisiran di areal penumpang. (OL-12)

Polisi Tembak Sopir yang Dibebaskan Oknum TNI

Muhammad Hasits
Kamis, 26 Mei 2011, 12:44 WIB
VIVAnews - Jajaran Polres Kampar berhasil menangkap sopir truk berisi kayu tanpa dokumen yang dilepaskan puluhan oknum TNI dari penjara Polsek Kampar beberapa waktu lalu. Pria yang diketahui bernama Andesri tersebut terpaksa ditembak karena terus berusaha lari dari kejaran polisi.

Wakapolres Kampar, Komisaris Polisi Alpen, mengatakan bahwa Andesri dibekuk Rabu, 25 Mei 2011 di Kaniang Bukik, Payakumbuh, Sumatera Barat. "Sekarang dia ditahan di Polres Kampar," ujar Alpen kepada VIVAnews.com, Kamis, 26 Mei 2011.

Andesri terpaksa dihadiahi timah panas di kaki kiri dan kanan karena terus berupaya kabur ketika disergap polisi. Seperti diberitakan sebelumnya, pada Senin, 16 Mei 2011 menjelang malam belasan oknum TNI mendatangi Polres Kampar. Mereka membebaskan tahanan sopir truk kayu tanpa dokumen yang ditangkap jajaran Polsek Kampar Rabu 11 Mei 2011 di Tibun, Kecamatan Kampar.

Sepuluh oknum TNI yang diketahui dari satuan Arhanud 13 Kodam 1 Bukit Barisan itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka penyerangan Polsek Kampar. Satu diantaranya segera menjalani persidangan militer karena terbukti sebagai dalang penyerangan.

"Sepuluh orang itu dari pemeriksaan dan penyelidikan terbukti melakukan perusakan di Polsek Kampar. Mereka bermaksud melepaskan tahanan pelaku illegal logging," kata Pangdam 1/BB Mayor Jenderal Leo Sigers di Makodam 1/BB Jalan Gatot Subroto, Medan.

Namun, Pangdam tak merinci nama-nama pelaku yang terlibat. Menurut Pangdam, dari sepuluh oknum anggota TNI AD Satuan Arhanud 13 yang telah di tetapkan sebagai tersangka, satu diantaranya diserahkan kepada Mahkamah Militer karena terbukti sebagai provokator dan dalang penyerangan Polsek Kampar Riau. "Oknum ini yang mendalangi dan provokator anggota kami lainnya untuk menyerang Mapolsek Kampar,” tukas Leo Sigers lagi.

LSI : Dana Politik, Dulu TNI Kini Partai

Kamis, 26 Mei 2011 - 20:13 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Pengamat Politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanudin Muchtadi mengatakan praktek pencarian rente oleh partai politik terjadi di semua partai. “Nazaruddin hanyalah tumbal dari betapa buruknya dan korupnya sistem pendanaan partai. Di era Orde Baru TNI yang berkuasa, kini giliran partai politik yang memainkan peran itu. Partai kini menjadi proksi bagi pemilik dana, ” katanya.

Selama sistem pendanaan ini tidak diperbaiki maka akan muncul Nazaruddin-Nazaruddin lainnya yang muncul dari partai-partai lainnya juga, ujar Burhanudin dalam diskusi dialektika demokratsi Membedah Kasus Nazaruddin di Gedung DPR, Kamis (26/5).

Jika sistem pendanaan partai ini tidak diperbaiki misalnya dengan mengeluarkan UU tersendiri, maka reformasi partai tidak akan berjalan. Dia pun mengusulkan agar subsidi kepada partai diperbesar, daripada membiarkan partai bermain proyek seperti yang terjadi saat ini. Partai lainnya adalah pemain lama, sehingga bisa lebih rapih, sementara PD adalah pemain baru.

“Partai lain pun seperti Golkar akan kena imbasnya. Nama-nama kader Golkar seperti Setya Novanto, Azis Syamsuddin yang selama ini dikenal sebagai pemain pun tinggal tunggu giliran saja. Partai lain seperti PKS, PAN dan lain-lain kan sudah kena juga,” tambahnya.

Mekanisme pencarian dana oleh partai menurut Burhanudin Partai dilakukan kader-kader partai di Badan Anggaran (Banggar). Banggar menurutnya adalah alat kelengkapan DPR yang paling jorok bermain untuk partai.

Oleh karena itu jelas Burhanudin perlu ada reformasi khusus di DPR terkait kinerja badan anggaran. Badan anggaran komisi DPR telah lama menjadi pundi-pundi bagi partai untuk menutupi kekurangan keuangan partai. “Sumber pendanaan yang paling jorok ada di badan anggaran. Badan ini dijadikan alat oleh partai untuk mendanai kepentingan partai,” pungkasnya. (prihandoko/dms)

Danlantamal III Terima 3 Komandan Kapal Perang Amerika Serikat

Kamis, 26 Mei 2011 - 15:38 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Komandan Gugus Tugas 73.1 US Navy Captain David A. Welch bersama 3 Komandan Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) yang akan melaksanakan latihan bersama dengan TNI AL dalam Latma ”CARAT 2011” Cdr Adrian Ragland (USS Tortuga-LSD 46), Cdr Andree Bergmen (USS Howard-DDG 83) dan Cdr David Miller (USS Reuben James-FFG 57) kunjungi Markas komando Lantamal III, Jalan Gunung Sahari, Jakarta, Kamis (26/5) diterima langsung oleh Danlantamal III Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman.

Kunjungan kehormatan ke lantamal III dalam rangka meningkatkan kerjasama serta menjalin silaturahmi persahabtan US Navy dan TNI AL (Seaman Brotherhood). US Navy tiba di Indonesia dengan menggunakan 3 Kapal Perang berbeda tipe yakni, jenis LSD (Landing Ship Dock), Destroyer dan Fregat) di Dermaga Tanjung Priok, Rabu (25/5) dalam rangka melaksanakan latihan bersama bilateral CARAT (Cooperation Afloat Readiness and Training). Latma ”Carat” antara TNI AL dan Amerika Serikat tahun 2011 ini merupakan latihan bersama yang ke-17, kegiatan ini awalnya bernama NEA (Naval Agegement Actifity), selain kegiatan bersifat militer ada juga kegiatan dalam Carat ini berupa bhakti sosial.

Sementara itu ditempat terpisah di ruang serbaguna Lantamal III diselenggarakan Simposium kesehatan dalam rangkain kegiatan ”Carat 2011” yang dibuka Kepala Lembaga Kedokteran Gigi (Kaladokgi) Laksma TNI Drg. A. Danardono, Spbm dengan tema ”Menjalin Kerjasama TNI AL dan US NAVY dengan saling tukar Pengalaman dan pengetahuan Dalam melaksanakan Tugas Pokok di Bidang Kesehatan Demi Terwujudnya Tugas Pokok Yang Optimal”.

Materi yang dibahas antara lain tentang bantuan kemanusiaan (Humanitarian Assistance) yang disajikan dari TNI AL oleh Kolonel Laut (K) Dr. Eunice P. Najoan sedang dari US Navy Cdr Charles Wilson, MD, MPH.

Kabagpen Lantamal III Agus Susilo Kaeri, S.S., MSi (Mayor Laut (KH) NRP 12996/P)

TNI AL-Rusia akan Berlatih Penyelamatan Kapal

Kamis, 26 Mei 2011 | 20:16:06 WITA | 299 HITS
MAKASSAR -- Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VI Makassar kembali kedatangan kapal perang. Setelah KRI Surabaya-591, giliran kapal perang Rusia Admiral Panteleyev merapat di Pelabuhan Soekarno. Kapal perang jenis perusak tersebut tiba di pelabuhan peti kemas pukul 10.00 wita, kemarin. Sebelum tiba di Makassar, Admiral Panteleyev berkunjung ke Singapura untuk ikut pameran dua tahunan Pertahanan Maritim Internasional (IMDEX).

Kedatangan Admiral Panteleyev disambut pejabat teras Lantamal VI Makassar, Pemkot Makassar serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Makassar. Rencananya, kapal ini akan berada di Makassar hingga 29 Mei mendatang.

Komandan Admiral Panteleyev, Lt Col (Laut) S Skobar mengungkapkan kedatangan Admiral Panteleyev yang pertama kali ke Indonesia tersebut atas undangan pemerintah Indonesia. Tujuannya menggelar latihan antipembajakan bersama TNI AL. "Kami akan gelar latihan antipembajakan bersama tentara Indonesia. Salah satu misi simulasi yang akan dilakukan adalah penyelamatan kapal tanker yang dibajak," kata Skobar.

Di Makassar, Admiral Pantelev menyertakan 300 awak. Mereka akan berlatih bersama awak dari KRI Oswald Siahaan-354 milik Indonesia.

Deputy Military Attache Rusia, Maxim Lukiyanov mengatakan Admiral Panteleyev berpengalaman dalam operasi antipembajakan di lepas pantai Somalia pada 2009. Kapal perang ini pernah menggagalkan pembajakan 29 perompak kapal tanker Rusian dalam perjalanan ke Singapura. Kapalnya juga pernah menggagalkan serangan pembajak kapal kargo saat mengawal konvoi enam kapal dagang. "Pengalaman kapal ini dalam misi anti pembajakan sudah cukup banyak, hal inilah yang akan dibagi kepada Angkatan Laut Indonesia," kata Maxim Kadispen Lantamal VI Mayor Laut (S) Imam Danu Pranoto menerangkan rangkaian kegiatan yang digagas bersama armada perang Rusia tersebut di antaranya seminar antiperompakan di Mako Lantamal VI, anjangsana ke pejabat pemerintahan Sulsel serta open ship untuk masyarakat umum.

Untuk latihan tempur anti pembajakan akan berlangsung pada 27 Mei di perairan Sulawesi. Ikut mengawal Admiral Panteleyev adalah kapal Fotiy Krylov yang dinahkodai oleh Captain S Golubev. Kapal sipil ini berjenis kapal tunda. (dya)

Kapal Pengangkut Alat Berat TNI AL Terdampar di Alor

Kamis, 26 Mei 2011 | 17:20 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang - Kapal Motor (KM) Ayu 8 yang mengangkut peralatan berat milik TNI Angkatan Laut (AL) dilaporkan terdampar di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 26 Mei 2011. Kapal terdampar setelah dihantam gelombang setinggi 4 meter.

Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pulau Wetar, Maluku, untuk mengantar peralatan berat milik TNI. Kapal itu dihantam gelombang tinggi di antara Pulau Alor, NTT dan Wetar. Kapal akhirnya kembali ke perairan dekat Pulau Alor menunggu cuaca kembali normal.

Nakhoda KM Ayu 8, Ferry Samha membenarkan kapal tidak berhasil melewati gelombang tinggi. "Kapal sementara mencari perlindungan di bagian utara Alor," katanya.

Kapal bertonase 641 GT itu mengangkut truk dan peralatan berat milik TNI Angkatan Laut untuk diturunkan di Wetar. Namun dilaporkan tidak ada kerusakan kapal akibat gelombang tinggi tersebut.

Sementara itu, gelombang tinggi antara 4-5 meter melanda perairan NTT selama sepekan terakhir ini. Gelombang tinggi dipicu angin kencang berkecepatan 20 knot per jam sebagai dampak dari badai tropis Songda yang sedang melanda Filipina.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTT menyebutkan, tekanan udara akibat badai tropis Songda di Asia mencapai di bawah 1.000 hektopascal (hPa). Dampaknya untuk NTT terjadi angin kencang.

Pangdam Puji Keamanan Bali

27 Mei 2011
BP(Bali Post) -Pangdam IX/Udayana Rachmat Budiyanto akan menyerahkan estapet kepemimpinan kepada Mayjen TNI Leonard, Jumat (27/5) hari ini. Serah terima jabatan ini juga bertepatan dengan perayaan HUT ke-54 Kodam Udayana.

Ditemui Kamis (26/5) kemarin, Rachmat Budiyanto memuji peran serta seluruh komponen masyarakat Bali yang dengan santun dan bahu-membahu menjaga kondisi keamanan wilayah. Apalagi, salah satu keunggulan Bali dalam sektor pariwisata sangat memerlukan kondisi keamanan yang kondusif, sehingga wisatawan domestik dan mancanegara bisa tetap nyaman mengunjungi Bali. ''Yang saya banggakan partisipasi semua komponen di Bali dalam ikut memikul dan berpartisipasi dalam menjaga keamanan,'' kata Pangdam yang segera menduduki posisi Irjen TNI-AD.

Meski demikian, Pangdam menyatakan masih ada hal yang perlu mendapat perhatian bagi penggantinya. Terlebih wilayah Kodam IX/Udayana meliputi Bali, NTB dan NTT. Diharapkan ketiga wilayah itu keamanannya tetap terjaga, sehingga masyarakat dan wisatawan yang mengunjungi wilayah tersebut tetap merasa aman dan nyaman.

Selama setahun lebih menjalankan tugas-tugas TNI di Kodam IX/Udayana, mantan Kasdam III/SLW ini mengaku belum bisa melupakan insiden ketika mengikuti kegiatan terbang gembira di Bandara Ngurah Rai, Juni 2010. Pesawat jenis KT-1 B Woong Bee yang ditumpangi jenderal bintang dua ini mengalami kerusakan, sehingga mengeluarkan asap tebal dan jatuh. ''Peristiwa tersebut merupakan cobaan luar biasa dan beruntung saya selamat,'' kenangnya. (kmb12)

Kamis, 26 Mei 2011

DAFTAR ISI KLIPING TGL 26 MEI 2011

  1. Pertemuan Tahunan TNI dan AB Singapura Digelar di ...
  2. TNI AL Berlatih Bersama US Navy
  3. Marsma TNI Hadiyan Sesmil Presiden
  4. Satgas Antiteror TNI Buru Pemilik Jelly Pembuat Bo...
  5. Intel Todong Wartawan, Pangdam Minta Maaf
  6. Prajurit Jangan Bikin Repot Atasan
  7. Paket Misterius Meneror Rumah Perwira TNI

Pertemuan Tahunan TNI dan AB Singapura Digelar di Jakarta

Rabu, 25 Mei 2011 - 19:03 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., dan Chief of Defence Forces Singapore Armed Forces (CDF SAF) LG Neo Kian Hong memimpin Combined Annual Report Meeting (CARM) tahun 2011, bertempat di Hotel JW Marriot Jakarta, Rabu (25/5).

Pertemuan CARM ke-14 merupakan pertemuan tahunan antara TNI dan SAF yang diselenggarakan secara bergantian di kedua negara. Pertemuan kali ini diikuti oleh 36 orang. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Panglima TNI berjumlah 19 orang dan Delegasi Singapura dipimpin oleh CDF SAF berjumlah 17 orang.

Pada pertemuan CARM ke-13 tahun 2010 di Singapura, telah dihasilkan kesepakatan antara lain TNI dan SAF bermitra dalam pertahanan secara erat demi menjaga dan meyakinkan perdamaian dan keamanan kawasan melalui usaha bersama seperti halnya Malacca Straits Sea Patrols, Eyes in the Sky dan Indosin Co-ordinating Patrol (ISCP).

Dalam sambutannya Panglima TNI mengatakan bahwa kegiatan bersama antar militer secara umum dimaksudkan untuk berinteraksi dan membahas berbagai upaya dalam meningkatkan kerjasama bilateral, khususnya dalam meningkatkan interaksi antar Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta Kepolisian kedua negara dalam menyikapi berbagai permasalahan yang kemungkinan terjadi di sepanjang perbatasan kedua negara. Upaya tersebut dilakukan dalam berbagai kegiatan seperti latihan bersama, patroli terkoordinasi, saling kunjung, pertukaran personel, peningkatan sumberdaya manusia di berbagai lembaga pendidikan sipil dan militer serta kegiatan produktif lainnya.

Berkaitan dengan tantangan bersama yang dihadapi oleh negara-negara Asean, antara lain keamanan maritim, aksi terorisme, perompakan, penyelundupan, perubahan iklim dan pemanasan global, krisis pangan dan energi serta pandemik dan kegiatan ilegal lainnya, Panglima TNI berharap bahwa pertemuan CARM mendatang akan merupakan forum bagi TNI dan SAF bentuk baru dalam pengertian bahwa kedua pihak akan melaksanakan beragam kegiatan dan interaksi di lapangan serta antar staf yang lebih luas dan lebih komprehensif serta menghasilkan berbagai butir yang positif.

Terlebih kedua pihak telah membuktikan bahwa dari sekian banyak program yang direncanakan, sebagian besar telah dilaksanakan dengan baik dan bahkan kedua Angkatan Bersenjata telah mampu mencapai hasil kerjasama yang optimal, seperti keberhasilan yang telah dilaksanakan pada patroli terkoordinasi Indonesia-Singapura (Indosin) dan program bhakti sosial lainnya.

Pada pertemuan ini, Panglima TNI didampingi oleh beberapa pejabat tinggi TNI lainnya antara lain Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara W, S.E., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah, Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Hari Krisnomo, S.IP., M.Sc,. dan Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E. Sedangkan CDF SAF didampingi oleh Director Military Intelligence RADM Joseph Leong, Commander Maritime Security Task Force RADM Jackson Chia dan Director Joint Operations BG Ngien Hoon Ping.
Authentikasi:
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl Ir. Minulyo Suprapto, M.Sc., M.Si., M.A

TNI AL Berlatih Bersama US Navy

Thursday, 26 May 2011
JAKARTA – Ribuan personel gabungan antara TNI Angkatan Laut (AL) dengan angkatan laut Amerika Serikat (US Navy) mengikuti pelatihan bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT)Ke-17.

Pelatihan berlangsung sejak 25 Mei hingga 2 Juni mendatang, dipusatkan di Laut Jawa, Bogor, dan Sukabumi. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno mengatakan,pelatihan ini memiliki sasaran strategis,yakni memelihara hubungan baik antarkedua negara dalam bidang pertahanan serta meningkatkan koordinasi dan kerja sama taktis antara TNI ALdanUSNavy.

“Kita sharing dengan US Navy untuk menambah pengetahuan kita, saling menambah pengetahuan. Simbiosis mutualisme,”ujarnya seusai membuka program pelatihan bersama di markas Koarmabar Jakarta kemarin. Acara ini juga dihadiri Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia TedOsius dan puluhan perwakilan peserta CARAT Indonesia 2011, baik dari TNI AL maupun US Navy.

Adapun dari US Navy, berdasarkan keterangan pers dari pihak Kedutaan AS, melibatkan sekitar 1.600 personel US Navy untuk mengikuti CARAT Indonesia 2011.Tiga kapal perang yang terlibat adalah kapal pendaratan USS Tortuga (LSD 46),kapal penghancur berpeluru kendali USS Howard (DDG 83), dan kapal fregat USS Reuben James (FFG 57). AS juga menyertakan pasukan pendaratan amfibi Marinir, pasukan US Navy fefy dwi haryantoSeabees, P-3C Orion, dan helikopter SH-60 Seahawk.




Marsma TNI Hadiyan Sesmil Presiden

Polkam / Rabu, 25 Mei 2011 17:20 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Marsekal Pertama TNI Hadiyan Suminta A ditetapkan sebagai Sekretaris Militer Presiden. Ia menggantikan Laksamana Muda TNI Sudirman yang ditunjuk menjadi Asisten Personel Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL). Pergantian itu sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/418/V/2011 tanggal 23 Mei 2011 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan jabatan di lingkungan TNI. Begitulah kata Kepala Dinas Penerangan Umum TNI Kolonel Cpl Minulyo Suprapto di Jakarta, Rabu (25/5).

Marsma TNI Hadiyan sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Berdasar keputusan Panglima TNI itu pula ditetapkan 10 orang perwira tinggi yang menerima promosi jabatan. Antara lain adalah Laksma TNI Arief Rudianto dari Kasarmatim menjadi Danseskoal, Laksma TNI Stephanus Budiyono dari Waasops Panglima TNI menjadi Pa Sahli Tk III Bidang Intekmil Panglima TNI, dan Kolonel Pnb Agoes Haryadi dari Pamen Kodikau menjadi Pangkosek Hanudnas II Mks.

Kemudian, Kolonel Laut (P) Darwanto dari Paban II/Ops Sopsal menjadi Danlantamal IV/Tpi Koarmabar, Kolonel Inf CH Halomoan Sidabutar dari Pamen Ahli Gol IV Kopassus Bid Sandi Yudha menjadi Kabinda Papua BIN, Kolonel Laut (T) Djoko Harijanto dari Sahli F Binpotnaskuatmar Pangarmatim menjadi Kabinda Maluku Utara BIN, Kolonel Laut (P) Siwi Sukma Adji dari Paban 1/Renstra Srenal menjadi Danguskamlatim. Sementara itu, Kolonel Laut (P) Bambang Soesilo dari Dirjianbang Kobangdikal menjadi Danlantamal I/Blw Koarmabar dan Kolonel Cku (K) Yulia Gunawati dari Sesdisinfolahtad menjadi Karo Ku Setjen Wantannas.

Selain itu, berdasarkan keputusan yang sama terdapat 15 perwira tinggi yang mengalami mutasi antarjabatan dalam pangkat yang sama. Adalah Laksda TNI Bambang Budianto dari Aspers KSAL menjadi Koorsahli KSAL, Laksda TNI Among Margono dari Asrena KSAL menjadi Asrenum Panglima TNI, Laksda TNI Sumartono dari Danseskoal menjadi Asrena KSAL, dan Laksda TNI Rachmad Lubis dari Pa Sahli Tk. III Bid Intekmil Panglima TNI menjadi Staf Khusus KSAL.

Marsma TNI Abdul Muis dari Pangkosek Hanudnas II Mks menjadi Danlanud Adi Sutjipto, Laksma TNI Djoko Teguh Wahojo dari Danlantamal IV/Tpi Koarmabar menjadi Kasarmatim, dan Laksma TNI Agus Purwoto dari Waasops KSAL menjadi Waasops Panglima TNI.

Kemudian, Laksma TNI Ari Soedewo dari Danguskamlatim menjadi Waasops KSAL, Laksma TNI Tri Prasodjo dari Kadispenal menjadi Irbin Itjenal, Laksma TNI Untung Suropati dari Danpusdikma Kodiklat TNI menjadi Kadispenal dan Brigjen TNI Hermawati dari Karo Ku Setjen Wantannas menjadi Staf Khusus KSAD.

Sedangkan tiga orang dalam rangka pensiun yaitu Laksda TNI Adi Prabowo dari Koorsahli KSAL menjadi Pati Mabes TNI AL, Marsda TNI Amirullah Amin dari Asrenum Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AU dan Brigjen TNI Mahu Amin dari Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan pada Deputi IV Bidang Koordinasi Pertahanan Keamanan Kemenko Polhukam RI menjadi Pati Mabes TNI AD.(Ant/BEY)

Satgas Antiteror TNI Buru Pemilik Jelly Pembuat Bom

Rabu, 25 Mei 2011 18:38 wib
SURABAYA - Satgas Antiteror TNI AL akhirnya membawa bungkusan berisi jelly yang diduga sebagai bahan pembuat bom ke markas Komando Armada Timur (Armatim) Surabaya.

"Barang-barang itu akan kita tindaklanjuti," ujar Komandan Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Surabaya, Kolonel Supranyoto saat dikonfirmasi okezone, Rabu (25/5/2011).

TNI AL juga berencana melacak siapa pemilik barang tersebut, sekaligus menelusuri pengirim faksimili ancaman. "Untuk sementara ini, pemilik barang masih lolos. Kami akan lacak melalui manifes barangnya," ujar Supranyoto.

Seperti diberitakan, Bandara Juanda, Surabaya, menerima ancaman bom sekira pukul 08.00 WIB tadi pagi. Ancaman diterima pihak Angkasa Pura I Bandara Juanda. Pihak Angkasa Pura kemudian meghubungi TNI AL untuk melakukan penyisiran. TNI AL melalui Satuan Anti Teror lantas melakukan penyisiran, baik di area penumpang maupun area pesawat. "Kita memang fokus di Garuda, karena dalam faksimili ancaman disebutkan Garuda," ujar Supranyoto.

Setelah dilakukan penyisiran, security bandara melalui X-Ray mencurigai ada satu bungkusan yang dicurigai sebagai bom. Benda ini ditemukan di ruang tunggu G8. Saat ditindaklanjuti oleh Satgas Antiteror TNI AL, ternyata bungkusan tersebut positif sebagai bahan pembuat bom. Namun sayangnya, si empunya barang belum diketahui identitasnya.

Intel Todong Wartawan, Pangdam Minta Maaf

Rabu, 25 Mei 2011 - 21:12 WIB
MEDAN (Pos Kota) - Pangdam I/ BB (Bukit Barisan) Mayor Jenderal TNI Leo Sieger minta maaf kepada Kepala Biro Metro TV Sumatera Utara, Yudha Panjaitan, menyusul aksi pengancaman dengan pistol oleh anggota Den Intel Kodam I/BB, Serka RH, Minggu kemarin.

Kepala Penerangan Kodam I BB Letkol Kav Halilintar Sembiring, menegaskan akan menindak anggotanya yang menodong Yudha Panjaitan. Dijelaskannya lebih lanjut, saat ini kedua belah pihak, baik Yuda maupun Serka RH sudah sepakat untuk berdamai, namun RH akan tetap menjalani hukuman disiplin. Sembiring menuturkan, RH merupakan satuan dari Intel TNI yang bertugas di Medan. RH akan diperiksa di kesatuan untuk mengetahui letak kesalahannya, agar nantinya tidak ada korban lagi.

Kabiro Metro TV, Yudha Panjaitan, mengaku sudah menerima surat permintaan maaf dari satuan TNI. Namun dirinya berharap nantinya permintaan maaf secara pribadi juga disampaikan pelaku. “Kalau secara institusi sudah minta maaf, namun kalau pribadi akan kita tunggu sampai 7×24 jam. Kalau tidak saya akan lanjutkan ini ke Denpom,” tegasnya. Seperti diberitakan Yudha Panjaitan, Minggu kemarin, kepalanya ditodong pistol oleh seorang pria bergaya preman dengan rambut cepak. Awalnnya pria ini mengaku sebagai anggota Polda Sumut.

Menurut Yudha peristiwa berawal saat dirinya sedang melintas di Jalan Sei Wampu mengendarai mobil. Secara tiba-tiba mobil itu diserempet sebuah mobil Toyota Kijang dengan nomor polisi BK 1810 BP. Tidak senang diserempet, Yudha mengejar mobil Kijang itu sampai di kawasan Jalan Gajah Medan, tepatnya di depan Bakery Papa Bunz.

Setelah Yudha mengklakson mobil Kijang itu, tiba-tiba pria dengan gaya preman turun dari mobilnya dan memaki sambil menodong pistol berwarna siver ke kepalanya Yudha dengan ancaman dirinya anggota kepolisian. “Kau mau ini? Saya anggota Polda (Sumut)!”. “ Lalu kenapa,” jawab Yudha . “ Kau mau panjang”, hardik pelaku. Kemudian Yudha menjawab. “Kasihlah sebutir biar kita panjang,” jawabnya. Kemudian pelaku berlalu pergi sambil mencaci maki Yudha. (samosir/B)

Prajurit Jangan Bikin Repot Atasan

Rabu, 25 Mei 2011 - 19:18 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Mayor Jenderal TNI Waris memberikan pengarahan kepada seluruh Prajurit dan PNS di lingkungan Kodam Jaya bertempat di aula Sudirman Kodam Jaya Jl. Mayjen Sutoyo No 5 Cililitan Jakarta Timur. Senin (25/5). Hadir dalam pengarahan tersebut Irdam Jaya Kolonel Inf Amrid Salas Kembaren, Perwira Staf Ahli Pangdam Jaya, Asrendam Jaya, para Asisten Kasdam Jaya, Para Kabalak serta seluruh Prajurit dan PNS Kodam Jaya. Pengarahan ini juga merupakan pengarahan pertama Mayjen TNI Waris selama sebulan menjabat sebagai Pangdam Jaya/Jayakarta.

Dalam pengarahannya Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Waris menyampaikan bahwa, kondisi Kodam Jaya saat ini sedang baik, hal ini dapat terlihat soliditas seluruh prajurit dengan berbagai kegiatannya, kerjasama yang sangat baik antara sesama bagian dan rasa loyalitas yang tinggi. Hal ini semua dapat dilihat dari adanya rasa kepuasan seluruh personil sebagai salah satu indikator untuk meningkatkan motivasi. Kepuasan ini tercipta karena adanya para pemimpin satuan yang dapat memposisikan diri dalam lingkungannya tersebut.

Pangdam Jaya/Jayakarta mengatakan, Jika seseorang telah menentukan jalan hidup untuk menjadi seorang Prajurit maka prajurit tersebut harus bertanggung jawab terhadap pilihannya dengan sadar untuk melaksanakan tugas pokoknya dengan baik dan bertanggung jawab serta penuh semangat.

Sebagai seorang prajurit, jangan sampai merepotkan atasannya dengan melakukan pelanggaran-pelanggaran sepert THTI, Kawin cerai dan banyak hal lainnya. Pangdam Jaya menegaskan pula bahwa menjadi seorang prajurit harus tetap membina fisik agar kesehatan tetap terjaga, setiap prajurit harus menjaga keseimbangan hidup agar sejahtera dan harus menjadi inovator dalam lingkungannya. Pangdam menekankan bahwa, jangan kita membiasakan diri untuk memberikan toleransi-toleransi kesalahan sekecil apapun. Kodam Jaya punya standar bekerja yang cukup baik, dan itu harus dipertahankan.

Paket Misterius Meneror Rumah Perwira TNI

Headline News / Nusantara / Kamis, 26 Mei 2011 04:05 WIB
Metrotvnews.com, Tuban: Sebuah paket misterius yang dikirim ke rumah keluarga perwira TNI di Tuban, Jawa Timur, Rabu (25/5), dicurigai berisi bahan peledak. Tidak jelas alamat pengirim paket tersebut.

Paket yang terbuat dari kayu berukuran 40 sentimeter itu, dikirim ke rumah Kapten Wahab. Adik Kapten Wahab, Siti Aisyah, curiga atas paket itu. Dia meletakannya di teras rumah dan mengadu pada Kapten Wahab yang diteruskan ke polisi. Petugas Kepolisian Resor Tuban datang ke lokasi. Polisi segera memeriksa paket menggunakan alat metal detektor. Kecurigaan polisi semakin menguat. Pasalnya, paket terdeteksi mengandung logam.

Tim Penjinak Bahan Peledak Brigade Mobile Kepolisian Daerah Jatim didatangkan. Mereka mengevakuasi paket untuk dijinakkan. Usai dibongkar, paket mencurigakan itu ternyata berisi brosur dan alat timbangan berat badan.(RAS).

Rabu, 25 Mei 2011

DAFTAR ISI KLIPING TGL 25 MEI 2011

  1. 10 Oknum TNI Ditetapkan Jadi Tersangka
  2. Oknum TNI Halangi Razia PSK
  3. Panglima TNI Ceramahi Peserta Lemhannas
  4. Pelaku Penjambretan Diserahkan ke Pomdam
  5. Dua Anggota Ekspedisi Bukit Barisan Meninggal Duni...
  6. Perekrutan Calon Paskibraka Rawan Nepotisme

10 Oknum TNI Ditetapkan Jadi Tersangka

Satu diantaranya segera menjalani persidangan militer karena terbukti sebagai dalang.
Selasa, 24 Mei 2011, 18:39 WIB
Elin Yunita Kristanti

Tim Forensik mengumpulkan barang bukti penyerangan Polsek Hamparan Perak (AP
VIVAnews -- Sepuluh orang anggota satuan Arhanud 13 Kodam 1 Bukit Barisan telah ditetapkan sebagai tersangka penyerangan Polsek Kampar Riau pekan lalu. Satu diantaranya segera menjalani persidangan militer karena terbukti sebagai dalang penyerangan.

"Sepuluh orang itu dari pemeriksaan dan penyelidikan terbukti melakukan perusakan di Polsek Kampar. Mereka bermaksud melepaskan tahanan pelaku illegal logging," kata Pangdam 1/BB Mayor Jenderal Leo Sigers di Makodam 1/BB Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa 24 Mei 2011.

Namun, Pangdam tak merinci nama-nama pelaku yang terlibat. Menurut Pangdam, dari sepuluh oknum anggota TNI AD Satuan Arhanud 13 yang telah di tetapkan sebagai tersangka, satu diantaranya diserahkan kepada Mahkamah Militer karena terbukti sebagai provokator dan dalang penyerangan Polsek Kampar Riau. "Oknum ini yang mendalangi dan provokator anggota kita lainnya untuk menyerang Mapolsek Kampar,” tukas Leo Sigers lagi.

Pada kesempatan tersebut dikatakannya juga, terhadap tiga orang oknum anggota TNI AU yang juga sebelumnya sudah diperiksa terkait pengrusakan Polsek Kampar, saat ini ditangani Polisi Militer Angkatan Udara.

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan orang berambut cepak yang diduga oknum TNI mendatangi Polres Kampar. Mereka membebaskan tahanan sopir truk kayu yang ditangkap jajaran Polsek Kampar Rabu 11 Mei 2011 di Tibun, Kecamatan Kampar.

Pria berambut cepak itu sempat membakar kursi dan merusak meja di kantor polisi. Sopir kayu itu ditangkap karena tidak memiliki dokumen lengkap terkait kayu bawaannya. Sekelompok orang tak dikenal itu mendatangi Mapolsek Kampar Senin 16 Mei 2011 menjelang Maghrib. Selain marah-marah kepada polisi yang piket saat itu, orang tak dikenal tersebut sempat menggebrak meja. (sj)

Oknum TNI Halangi Razia PSK

Selasa, 24 Mei 2011 10:53 wib

Ilustrasi (foto:Ist)
BOGOR- Razia pekerja seks komersial (PSK) dan minuman keras (miras) yang digelar oleh aparat Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Bogor dihalangi oleh seorang oknum anggota TNI. Dalam razia tersebut petugas mengamankan puluhan wanita yang diduga PSK yang tengah menjajakan diri di jalan raya.

Seorang oknum anggota TNI melancarkan aksi protes kepada petugas Pol PP Kota Bogor yang menyita sejumlah botol miras di kawasan Paledang kota Bogor, Selasa (24/5/2011). Tidak jelas maksud dari oknum tersebut. Namun sempat terjadi adu mulut dengan petugas Pol PP sebelum akhirnya dilerai oleh aparat detasemen polisi militer Denpom.

Sementara itu, puluhan wanita yang diduga sebagai PSK dan beberapa waria yang diamankan di Kota Bogor itu juga sempat melawan saat hendak dibawa oleh petugas. Razia ini digelar oleh petugas karena adanya keresahan masyarakat menjamurnya para PSK di jalanan serta dianggap melanggar ketertiban umum.

Yanyan Rusmana, Kasatpol PP Kota Bogor mengatakan, para PSK tersebut akan dibawa ke kantor Dinas Sosial Kota Bogor untuk didata. Selanjutnya, akan dikirim ke panti sosial di Pasar Rebo, Jakarta untuk mendapatkan pembinaan.
(Endang Gunawan/Global/ugo)

Arsip Blog