Jumat, 06 Januari 2012

TNI AL Gagalkan Pembajakan Kapal Malaysia


Jumat, 6 Januari 2012

JAKARTA (Suara Karya): TNI Angkatan Laut (AL) berhasil menggagalkan pembajakan terhadap dua kapal Malaysia, Tug Boat (TB) Sin Hin 5 dan Tongkang (TK) Sin Hin 6 di perairan Pulau Busungjong, Bangka Belitung. Sampai saat ini, TNI AL masih melakukan pengejaran terhadap para perompak "TNI AL berhasil mengamankan kapal Malaysia yang hilang kontak dan diduga dirompak di sekitar perairan Malaysia sejak 29 Desember 2011 lalu," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksma TNI Untung Suropati dalam siaran pers yang dterima Suara Karya di Jakarta, kemarin.

TB Sin Hin 5 dan Tongkang TK Sin Hin 6 yang bertolak dari Port Kelang, Malaysia sejak 23 Desember 2011 dan direncanakan akan berlayar menuju Serawak, Malaysia dengan membawa muatan alat berat, dump truck serta peralatan konstruksi.

TNI AL menemukan dua kapal Malaysia itu akhir pekan lalu. Untuk melakukan pencarian kapal, TNI AL mengerahkan KRI Pattimura - 371 serta satu pesawat Casa patroli maritim U - 621 dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Bangka Belitung.

Kadispenal menjelaskan, pengejaran yang dilakukan TNI AL setelah mendapat informasi dari International Liaison Officers Information Fusion Centre (ILO-IFC) Naval Base Angkatan Laut Singapura, Mayor Laut (P) Lukas Idaman.

AL Singapura mengiformasikan tentang adanya kemungkinan pembajakan terhadap kedua tug boat tersebut. "Dari peralatan Purplenfinder tug boat diketahui bahwa kapal dan tongkang tersebut berlayar mengarah ke perairan Indonesia," ujar Untung.

Selanjutnya, KRI Patimura-371 yang sedang melaksanakan operasi keamanan laut di Laut Jawa, langsung melakukan pengejaran terhadap dua kapal yang dibajak itu. Sedangkan, pesawat patroli maritim U-621 melaksanakan pengintaian dari udara dan Lanal Bangka Belitung mendukung dari darat.

"Para anak buah kapal dari KRI Patimura-371 terus melakukan pengejaran hingga tug boat Sin Hin 5 ditemukan dikandaskan di sekitar perairan Pulau Bukulimau, Bangka Belitung dan telah diubah namanya menjadi Golden 2," jelas Kadispenal. (Feber S)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog