Selasa, 14 Agustus 2012

Polisi Dianiaya 3 Oknum TNI di KA Cirebon Express

 
 Selasa, 14 Agustus 2012 | 05:25 WIB
 CIREBON, KOMPAS.com Anggota Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Cirebon Express, Lukman S (22), melaporkan kasus pemukulan yang dialaminya di dalam kereta api oleh oknum anggota TNI, Minggu (12/8/2012) malam.

Kejadian itu hanya berselang sehari setelah kasus dua anggota TNI yang dilaporkan warga dengan tuduhan penganiayaan terhadap warga di RW 11, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Sabtu (11/8/2012).

Lukman mengatakan, peristiwa itu bermula dari pemeriksaan tiket penumpang kereta api. Lukman bertugas memeriksa tiket para penumpang kereta Cirebon Express sesaat setelah meninggalkan Stasiun Gambir, Jakarta. Tujuan akhir perjalanan kereta itu adalah Stasiun Kejaksan, Cirebon. "Saat itu, saya mendapatkan ada delapan penumpang dengan tiket kelas bisnis, tapi duduk di gerbong eksekutif," ujar Lukman kepada wartawan, di Stasiun Kejaksan, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Minggu malam.Tiga di antara penumpang itu adalah anggota TNI. Ia mengaku mengenal ketiga anggota TNI itu karena sering melihat mereka naik kereta api itu.

Pria berusia 22 tahun itu mengatakan lebih dulu meminta lima penumpang sipil agar pindah ke gerbong bisnis. Hal itu dilakukan sesuai dengan perintah kondektur Kereta Api Cirebon Express. "Saya meminta mereka menempati kursi sesuai yang tertera pada tiket," katanya. Awalnya, tidak ada masalah. Namun, ucap Lukman, seorang di antara lima penumpang itu mengadu ke anggota TNI itu."Tuntas pemeriksaan karcis, mereka (tiga anggota TNI) menghadang saya di gerbong kamar makan," ujar Lukman.

Anggota TNI itu menarik baju Lukman hingga kancing atasnya lepas. Selain itu, mereka memukuli wajah korban. "Saya digeret-geret, kancing baju lepas," ujarnya. Lukman mengalami pemukulan itu sekitar pukul 16.51. Ponsel yang dikantongi dalam saku bajunya rusak karena tangan ketiga anggota TNI itu sering menekan ponselnya ketika mendorong-dorongnya.Hidung Lukman pun mengeluarkan darah dan bibirnya pecah. Ketiga anggota TNI itu juga mengucapkan kata-kata kasar kepada Lukman. Padahal, menurut Lukman, dia hanya berurusan dengan lima penumpang sipil dan belum menegur ketiga anggota TNI itu. Karena itu, dia melaporkan peristiwa itu kepada atasannya.

Menurut Kepala PT KAI Daerah Operasional (Daop) III Cirebon Berlin Barus, pimpinan tertinggi atau direktur utama PT KAI menyatakan bahwa kasus pemukulan oleh anggota TNI terhadap anggota Polsuska diselesaikan melalui proses hukum. Sejauh ini, Dirut PT KAI, katanya, sudah mendatangi markas besar AL di Jakarta untuk membicarakan hal ini. "Tunggu saja hasilnya," kata dia.Belum ada tanggapan dari pihak TNI AL mengenai hal ini. Dandenpom AL Kapten Achmad Taufan W, yang dihubungi Tribun melalui pesan singkat, menolak berkomentar.

"Mohon maaf, belum bisa konfirmasi, Komandan (karena) masih dinas di luar kota," ujarnya via pesan singkat. Dandenpom AD Letkol Agus Santoso pun belum menanggapi hal itu. Agus sempat menerima telepon Tribun kemarin sore, tetapi tak sempat memberi keterangan karena sedang berada di tempat yang ramai.

Editor :Egidius Patnistik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog