Senin, 15 November 2010

TNI Tarik Helikopter dari Mentawai


Senin, 15 November 2010 01:45 WIB
MUKOMUKO--MICOM: Sebuah Helikopter MI 17 milik TNI Angkatan Darat yang masih bertahan di kepulauan Mentawai, Minggu (14/11) pagi ditarik oleh Markas TNI AD dari Bandara Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menuju Jakarta.

"Penarikan helikopter terakhir yang selama ini bertugas mengevakuasi korban tsunami Mentawai, menyusul satu helikopter MI 17 milik TNI Angkatan Darat yang sudah ditarik belum lama ini," kata Komandan Pasukan yang bertugas di Posko Kabupaten Mukomuko Letkol Inf Tri Haksono, Minggu (14/11).

Sebelum helikopter MI 17 milik TNI Angkatan Darat diterbangkan dari Bandara Mukomuko menuju Jakarta, helikopter selama beberapa jam mengisi bahan bakar Avtur di bandara tersebut. "Penarikan helikopter terakhir milik TNI AD yang bertugas di Bandara Mukomuko dan Mentawai itu merupakan perintah dari Markas Besar TNI," ujarnya. (Ant/OL-8)

Aparat TNI Minta Warga Mengungsi

Yon Daryono dan Bagus Pradana
15/11/2010 02:25
Liputan6.com, Magelang: Anggota TNI dari Batalyon Armend III Magelang, Jawa Tengah, Ahad (14/11), menyisir desa-desa di lereng Gunung Merapi. Satu persatu rumah warga didatangi. Aparat meminta warga yang masih berada di rumah diminta segera kembali ke pengungsian karena ancaman erupsi Merapi masih terus mengintip. Terlebih, untuk beberapa desa di dalam radius daerah berbahaya.

Bahkan, warga yang membandel terpaksa diberi peringatan keras agar mau kembali ke pengungsian. Ketegasan aparat dibutuhkan karena warga biasanya membandel dan menganggap erupsi sebagai hal yang biasa. Selain itu, ada kekhawatiran yang berlebihan terhadap aset yang ditinggalkan. Namun, kata Danyon Armed II Magelang Letkol Rully, pihaknya juga dituntut lebih sabar dan mengedepankan jalan persuasif dengan memberi kesadaran kepada warga akan ancaman erupsi Merapi.

Rully menambahkan, penyisiran akan selalu dilakukan lantaran status gunung teraktif di dunia itu masih awas. Dikhawatirkan sewaktu-waktu erupsi masih dapat terjadi sebelum warga sempat mengungsi. Namun, di sisi lain, warga sudah dihinggapi bosan tinggal di pengungsian.(BOG)

SATGAS BRIGADE KHUSUS TNI KERUK KALI CODE


Jakarta, 13/11/2010 (Kominfo-Newsroom) Satuan Tugas Brigade Khusus TNI Penanggulangan Bencana Merapi (Satgas BKTPB Merapi) mengerahkan prajuritnya untuk melakukan pengerukan Sungai Code guna menghindari dampak banjir bagi pemukiman di sekitar aliran sungat akibat erupsi Gunung Merapi.

“Bakti sosial pengerukan sungai code ini di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menghindari bahaya banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu di pemukiman masyarakat sekitar,” kata Dansatgas BKTPB Merapi Brigjen TNI Syahiding, melalui rilisnya, Sabtu (13/11).

Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu tugas TNI dalam menangani dampak bencana alam yang saat ini tengah melanda masyarakat Yogyakarta, Magelang dan sekitarnya. Menurutnya, kondisi di DIY berbeda dengan Magelang dan Sleman. Di kedua daerah tersebut TNI dan Polri justru mendapat tugas langsung dari Kepala BNPB Syamsul Maarif, untuk mencegah dan melarang masyarakat melakukan penambangan pasir. Pencegahan dan pelarangan warga untuk melakukan penggalian pasir di wilayah tersebut telah ditindaklanjuti. “Kami telah memerintahkan para Komandan Kodim setempat untuk melakukan tugas tersebut. Tugas TNI untuk mencegah dan melarang masyarakat menambang pasir,” tandasnya.

Menurut Syahiding, larangan tersebut bukan bermaksud menutup mata pencaharian warga setempat, namun lebih diutamakan untuk menyelamatkan warga dari ancaman banjir bandang di tempat penambangan pasir warga akibat luncuran material merapi yang masih tertahan di puncak. (Yr/dry)

Minggu, 14 November 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 14 NOPEMBER 2010

  1. Panglima TNI Tinjau Indo Defence
  2. TNI belum Butuh Pesawat Tempur tapi Pesawat untuk ...
  3. Asrama Tentara Sering Kemalingan, Rugi Rp 25 Juta
  4. TNI Kerahkan 5.991 Personel
  5. Empat Kapal TNI, Distribusikan Bantuan
  6. Hovercraft Buatan Anak Bangsa
  7. Kasat Reskrim Polres Mojokerto Dicopot

Panglima TNI Tinjau Indo Defence


Sabtu, 13 November 2010 - 17:40 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – “Pameran ini sangat bagus untuk sharing information, terutama tentang kemajuan Alutsista”. Demikian dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. kepada beberapa media saat meninjau Stand Mabes TNI di Pameran Indo Defense 2010 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut dikatakan, melalui pameran seperti ini akan dikembangkan kerjasama pembangunan Alutsista dengan berbagai pihak. Namun yang terpenting bagi TNI adalah bagaimana mengembangkan industri dalam negeri yang kita miliki agar mampu memenuhi kebutuhan TNI.
Untuk mengembangkannya tentunya tidak harus dilakukan sendiri, namun TNI akan membuka kerjasama dengan industri pertahanan negara-negara sahabat. Meski demikian, sedapat mungkin proses pembuatannya tetap akan diutamakan dan dilaksanakan di dalam negeri. Dengan demikian, produksi industri strategis dalam negeri akan terus meningkat dan pada akhirnya mampu memproduksi Alutsista yang kita butuhkan secara mandiri.

Pameran Indo Defense 2010 yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu (10/11) lalu ini, merupakan pameran produk pertahanan tingkat internasional ke-4 yang diadakan oleh Indonesia. Pameran yang digelar kali ini sekaligus digabungkan dengan perhelatan Indo Marine dan Indo Aerospace dan berlangsung dari 10 hingga 13 November 2010 hari ini.

Usai meninjau stand Mabes TNI dan ketiga Angkatan (AD, AL dan AU), Panglima TNI yang didampingi Kasum TNI dan beberapa Asisten Panglima TNI serta Wakapuspen TNI meninjau hampir seluruh peserta pameran yang berjumlah sekitar 484 dari 38 negara dan 17 negara paviliun. (puspen/syamsir)

TNI belum Butuh Pesawat Tempur tapi Pesawat untuk Bencana

Sabtu, 13 November 2010 06:58 WIB
JAKARTA--MICOM: Wakil Ketua DPR RI Anis Matta menilai, saat ini yang diperlukan bagi TNI adalah pesawat angkut untuk misi kemanusiaan.

"TNI belum butuh pesawat tempur, tapi pesawat angkut untuk misi kemanusiaan, membantu mengangkut bantuan kepada korban bencana, mengangkut personel TNI dan relawan," kata Anis di Gedung DPR, Jakarta.

Meskipun ada bantuan hibah dari pemerintah Amerika Serikat terkait pesawat tempur F-16, sebaiknya TNI memikirkan kembali. "TNI sebaiknya selektif dan memilih yang lebih penting. Apalagi Indonesia sedang banyak mengalami bencana," kata dia.

Adanya respons positif dari Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono terkait bantuan AS itu, menurut Anis, tak lebih bertujuan memperbaiki hubungan Indonesia dengan AS. "Saya melihat kontek respons Panglima TNI karena untuk memperbaiki hubungan kedua negara," kata Anis.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, pemerintah belum memutuskan akan menerima hibah pesawat tempur F-16 sebanyak 24 unit dari Amerika Serikat atau tidak, karena perlu kajian secara luas. "Jadi yang kita lihat sekarang adalah efektivitas dari F-16 itu sendiri," kata Purnomo. (Ant/OL-5)

Asrama Tentara Sering Kemalingan, Rugi Rp 25 Juta

Sabtu, 13 November 2010 , 09:14:00
KORBAN: Setya dan Azis, dua perwira TNI yang menjadi korban pencurian memberikan keterangan di hadapan majelis hakim. (foto:hendro/Balikpapan pos).

BALIKPAPAN - Dua perwira TNI AD bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan dalam perkara pencurian. Keduanya adalah Letnan Dua Azis dan Letkol Setya yang merupakan korban pencurian yang dilakukan oleh penjahat maling, Dony dan Subhan. Di depan Majelis yang diketuai oleh Casmaya SH, Rabu (10/11) lalu Azis mengaku dirinya mengalami kerugian sebanyak Rp 25 juta dari kejadian ini. “Yang hilang waktu itu laptop, handycam, dan cincin. Kira-kira nilainya Rp 25 juta lah pak,” ucap Setya.

Bagi Setya kehilangan laptop merupakan hal yang fatal, karena di dalamnya terdapat banyak data penting serta rahasia. Di depan majelis Setya mengatakan bahwa di komplek asrama yang ditempatinya sering menjadi sasaranm pencurian. Namun itu sebelum kelompok Dony ini tertangkap. “Sejak orang ini (sambil menunjuk Dony dan Subhan) tertangkap sudah tiga bulan ini tidak ada kejadian lagi,” lanjut Setya

Disamping itu datang pengakuan dari Letda Azis bahwa memang di asrama tempat keduanya tinggal ini tidak ada penjaganya. “Kalau di Asrama memang tidak ada piket,” jawab Azis saat ditanya Astrid SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU). Setelah melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi ini, selanjutnya Mejelis memutuskan untuk melanjutkan persidangan dua pekan mendatang dengan acara pembacaan tuntutan JPU.

Untuk diketahui sekira tujuh rumah dinas perwira TNI Kodam VI Mulawarman dan satu rumah di asrama polisi Stal Kuda Balikpapan yang berhasil dibobol Dony (25), Subhan (23) dan Rusdi (38), seluruhnya di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Pasar Baru Balikpapan Selatan. Dan dalam aksi ini Dony merupakan tersangka utama. Lokasinya antara lain di kawasan Jalan Tanjungpura I Sabtu (29/5) lalu, Dony menggondol laptop, modem dan flashdisk, kemudian pada Sabtu (10/7) di kawasan Jalan Tanjungpura III Blok H, tersangka mengambil satu laptop serta dua ponsel.

Di rumah jabatan salah satu perwira Kodam di Jalan Tanjungpura I, pelaku menggondol laptop, handycam, dua unit ponsel serta dua surat tanah bentuk segel pada Senin (12/7) lalu. Pada saat yang sama, pelaku juga menyasar rumah perwira di Jalan Tanjungpura IV, namun kepergok dan kabur. Selanjutnya, pada Rabu (14/7) juga di rumah jabatan perwira Kodam di Jalan Tanjungpura I, Dony menggondol tiga unit laptop, tiga bros emas serta mutiara. Tak hanya sampai di situ, pada Selasa (27/7), Dony cs juga membobol rumah perwira di Jalan Tanjungpura dengan hasil lima unit ponsel, berbagai perhiasan emas serta laptop.

Saat di rumah dinas anggota TNI kawasan Asrama Bukti, mereka gagal karena terpergok warga lalu melarikan diri. Sehingga dua kali Dony gagal karena aksinya kepergok si empu rumah. Saat beraksi, rekannya Subhan menunggu standby diatas sepeda motor. Saat ketahuan, mereka cepat bisa kabur. Sementara rumah perwira menengah Polda Kaltim di komplek perumahan periwira Stal Kuda, pelaku menggondol laptop, Blackberry, ponsel Nokia, perhiasan emas, jam tangan serta uang tunai sekira Rp 90 juta.

Namun, dari pengakuan Dony, uang yang ada di dalam tas hanya Rp 15 juta. Ketiga maling tersebut berhasil ditangkap polisi tak jauh dari tempat tinggal Kamis (29/7) lalu. Para pelaku beraksi di malam hari saat rumah dalam keadaan kosong tak ada penjaga. (hy)

TNI Kerahkan 5.991 Personel


Laporan wartawan KOMPAS Idha Saraswati W Sejati
Sabtu, 13 November 2010 | 10:06 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Untuk membantu warga yang menjadi korban letusan Gunung Merapi, TNI mengerahkan 5.991 personel sejak 5 November lalu. Mereka bertugas menyisir daerah bencana serta menjamin ketersediaan logistik di barak-barak pengungsian.

Brigjen TNI Syahiding selaku Komandan Satuan Tugas TNI Penanggulangan Gunung Merapi mengatakan, personel TNI yang bertugas menanggulangi letusan Gunung Merapi itu berasal dari seluruh unsur, yakni dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. "Awalnya penanggulangan Gunung Merapi ditangani Kodam DIY dan Jawa Tengah. Namun, karena dampaknya semakin besar, maka dibentuk satuan tugas penanggulangan yang didukung seluruh unsur TNI," jelasnya, Sabtu (13/11/2010).

Menurut dia, ribuan personel tersebut tersebar di barak-barak pengungsian, baik di DIY maupun di Jawa Tengah. Setiap hari mereka melakukan patroli ke kawawan rawan bencana (KRB) guna menyisir kemungkinan adanya warga yang belum mau mengungsi. Di lokasi tersebut, mereka juga mengevakuasi jenazah, ternak, serta harta benda pengungsi yang tertinggal di wilayah tersebut.

Selain itu, mereka bertugas mengelola dapur umum di lokasi pengungsian. Mereka memasak, membungkus makanan, dan mendistribusikannya kepada pengungsi. Untuk mempercepat pekerjaan membungkus makanan, mereka memberdayakan para pengungsi perempuan yang masih sehat. "Pukul 02.00, mereka sudah mulai masak untuk makan pagi para pengungsi. Pukul 05.00, makanan siap didistribusikan," tambahnya.

Satgas TNI Penanggulangan Gunung Merapi juga telah membuat sekitar 25 sumur serta fasilitas mandi cuci kakus (MCK) di sejumlah lokasi pengungsian. Fasilitas semacam itu perlu ditambah karena fasilitas MCK di sejumlah lokasi pengungsian sangat terbatas sehingga tidak bisa menampung ribuan pengungsi yang menginap di lokasi tersebut.

Empat Kapal TNI, Distribusikan Bantuan

11:02, 13/11/2010
PADANG-Bantuan terus mengalir untuk korban tsunami Mentawai. Untuk mendistribusikan bantuan tersebut, empat kapal TNI AL, masih aktif melakukan proses bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur dan di Pulau Sikakap.

Empat kapal yang masih aktif itu, yakni KRI Teluk Manado, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Teluk Cirebon, dan KRI Imam Bonjol. Empat kapal itu terus beroperasi membawa bantuan ke Pulau Sikakap yang menjadi posko utama penyaluran bantuan bagi warga yang menjadi korban.

Empat KRI itu, sebenarnya sudah mundur 14 hari setelah tsunami. Tapi karena ada perpanjangan masa tanggap darurat, empat kapal itu terpaksa beroperasi kembali, untuk mendistribusikan bantuan.

‘’Sampai siang kemarin, memang masih banyak barang bantuan yang dikirimkan warga, atau instansi untuk korban tsunami di Mentawai. Biasanya barang yang dikirim berupa bantuan makanan, minuman dan obat-obatan,’’ujar Dansat Laut Lantamal II Teluk Bayur, Kolonel Laut (p) Indarto Budiarto. (k/rpg)

Hovercraft Buatan Anak Bangsa


Tribunnews.com - Sabtu, 13 November 2010 15:19 WIB
Kartika, hovercraft buatan anak bangsa, saat melakukan demonstrasi di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta.

"Hanya mesinnya saja yang beli. Selebihnya buatan anak bangsa. Kita kerjasama dengan para insinyur dari ITB (Institut Teknologi Bandung), Undip (Universitas Diponegoro), dan ada juga dari ITS (Institut Teknologi Surabaya)," Kolonel Budiyono, ketua tim pembuatan Hovercraft Ditbekang TNI AD.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Pembekalan Angkutan (Ditbekang) TNI Angkatan Darat berhasil membangun sebuah hovercraft. Yang membanggakan, hovercraft tersebut merupakan hasil buatan anak bangsa. "Hanya mesinnya saja yang beli. Selebihnya buatan anak bangsa. Kita kerjasama dengan para insinyur dari ITB (Institut Teknologi Bandung), Undip (Universitas Diponegoro), dan ada juga dari ITS (Institut Teknologi Surabaya)," ungkap Kolonel Budiyono, ketua tim pembuatan Hovercraft Ditbekang TNI AD, saat ditemui Tribunnews di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta. Budiyono mengatakan pembangunan Hovercraft, yang turut disponsori salah satu pengusaha tekstil asal Solo, Jawa Tengah, dirampungkan pada Oktober lalu.

Setelah melalui serangkaian tes, Hovercraft yang diberi nama Kartika itu melakukan demonstrasi di Pameran Indodefence 2010 di Arena PRJ, 10-13 November 2010. Tanpa hambatan, Kartika melakukan manuver di atas lapangan conblok yang biasanya digunakan sebagai lapangan parkir. "Kalau di air bisa lincah lagi. Kendaraan ini kan bisa dipakai untuk segala medan.

Itu sebenarnya dia melayang sekitar 15 cm dari permukaan," tuturnya. Budiyono mengaku pihaknya mampu membuat lima hingga 10 unit Hovercraft. Namun hal itu tentu saja tergantung permintaan. Begitu pula untuk penggunaan Kartika yang sudah siap dioperasikan. "Fungsi utamanya untuk mengangkut pembekalan TNI. Tapi Hovercraft ini juga bisa dimanfaatkan untuk misi kemanusian, misalnya menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau," kata Budiyono.

Letkol MA Ramadhan, salah seorang anggota tim pembangunan Hovercraft, mengatakan Kartika mampu menerjang ombak dengan ketinggian 1,2 meter. Hovercraft yang mampu beroperasi hingga tujuh jam, dengan bahan bakar 1,2 ton Solar, itu juga masih mampu menerjang ombak di atas ketinggian tersebut. "Hanya saja manuvernya masih nyaman dengan ketinggan ombak 1,2 meter," kata Ramadhan di tempat yang sama.

Disinggung mengenai daya angkut, Ramdhan mengatakan saat ujicoba, Kartika bisa mengangkut beban 5,5 ton. Padahal dalam spesifikasinya tertulis 3 ton. "Itu pun masih bisa ditambah," tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Dicopot

Minggu, 14/11/2010 00:09 WIB
Tamam Mubarrok - detikSurabaya
Mojokerto - Polres Mojokerto, AKP Manang Soebeti, dicopot dari jabatannya imbas kasus penembakan salah satu anggota TNI yang aktif di salah satu batalyon. Anggota TNI itu diduga terlibat kasus pencurian kabel telepon yang diamankan beberapa hari lalu.

"Sertijab tersebut dilakukan sebagai bentuk penindakan terhadap anggota yang melakukan kesalahan. Tidak ada intervensi dari siapapun," kata Kapolres Mojokerto AKBP Prasetijo Utomo kepada wartawan di Mapolres Jalan Mojokerto-Mojosari, Sabtu (13/11/2010). Manang Soebeti digantikan AKP Ari Fadli, yang sebelumnya menjabat sebagai Perwira Pertama (Pama) Polda Jawa Timur. Sementara Manang Soebeti dipindah ke Pama Polda Jawa Timur. Pergantian itu terjadi dua hari pasca penembakan anggota TNI.

Menyinggung adanya kesalahan prosedur yang dilakukan Kasat Reskrim Polres Mojokerto terkait penembakan anggota TNI, Prasetijo mengaku masih mendalami dugaan itu. "Masih didalami oleh Polda Jawa Timur," jelasnya. Sementara menurut sumber resmi kepolisian yang dihimpun detiksurabaya.com, salah satu anggota TNI yang terlibat sindikat pencuri kabel telepon itu ditembak saat sedang dikejar polisi di lokasi pencurian kabel telepon, di Desa Tinggar Buntut Kecamatan Bangsal, Mojokerto.

Namun informasi lain yang dihimpun detiksurabaya.com, anggota TNI itu justru ditembak di bagian kaki, saat sudah tertangkap dan dibawa ke Mapolres Mojokerto. Bahkan anggota TNI itu juga tidak dibawa ke rumah sakit, meski diberitakan di media sedang dirawat di rumah sakit. "Kala jajaran Denpom V/Brawijaya meminta keterangan ke oknum pelaku, dia mengaku ditembak di Mapolres dengan mata kepala tertutup. Sehingga tidak tahu siapa penembaknya," kata seorang sumber berita yang meminta namanya tidak disebutkan.

Sedangkan AKP Manang Soebeti dan 12 anggota lainnya kini dibawa ke Polda Jatim untuk diperiksa lebih lanjut. Kasus pencurian kabel telepon ini, diungkap Polres Mojokerto dan dirilis, Kamis (11/11/2010). Polisi menangkap 4 pelaku, seorang diantaranya anggota TNI. Polisi menyita 400 meter kabel hasil curian. Dari 4 pelaku, seorang pelaku diduga sebagai penadah, tidak ditembak. Sementara 3 pelaku ditembak kakinya, termasuk anggota TNI. (fat/fat)

Sabtu, 13 November 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 13 NOPEMBER 2010

  1. RI-Kamboja Tingkatkan Kerjasama Militer
  2. Transformer Info Pertahanan
  3. Indonesia-China Kerja Sama Pasukan Khusus
  4. Semoga TNI Jera
  5. TNI Terima Penghargaan Chief Civil Defence dari Le...

RI-Kamboja Tingkatkan Kerjasama Militer


12/11/2010 17:00
Liputan6.com, Jakarta: Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Kamboja Jenderal Pol Saroeun beserta Staf. Kunjungan kehormatan ini didahului dengan penyambutan secara kemiliteran di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/11).

Dalam siaran pers yang dikirim ke sejumlah media massa disebutkan, kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Kamboja dimaksudkan untuk lebih meningkatkan hubungan persahabatan. Selain itu meningkatkan kerjasama militer antarkedua angkatan bersenjata, khususnya kerjasama pelatihan tentara Kamboja.

Hubungan dan kerjasama militer antara Kamboja dan Indonesia sebenarnya telah berlangsung lama. Bahkan, di bawah naungan PBB, TNI berperan aktif dan ditunjuk menjadi bagian dari pasukan perdamaian di Kamboja.

Dalam kesempatan itu, Jenderal Saroeun menyampaikan rasa empati atas terjadinya bencana alam di Indonesia akhir-akhir ini. Panglima yang diangkat sejak 25 Januari 2009 juga berperan aktif dalam kerjasama dengan Indonesia. Itulah sebabnya, Saroeun dianugerahi Bintang Yudha Dharma Utama oleh pemerintah Republik Indonesia. Upacara penganugerahan bintang tersebut dilaksanakan di Kementerian Pertahanan dan disematkan langsung oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.(ULF)

Transformer Info Pertahanan


Brigjen TNI I Wayan Midhio
Sabtu, 13 Nopember 2010
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI I Wayan Midhio dikenal sangat familiar di kalangan pers. Selama 7x24 jam dalam seminggu, putra Bali kelahiran Gianyar, 27 Desember 1959, ini siap dimintai keterangan dan sigap menjawab pertanyaan wartawan.

Penyandang S-2 bidang strategi dan pertahanan dari Univeritas Madras, India, ini sangat mendukung keterbukaan informasi publik di bidang pertahanan, khususnya seputar komitmen kepemimpinan Menhan Purnomo Yusgiantoro mengenai reformasi birokrasi Kemhan.

"Ini sesuai kebutuhan dan tantangan pertahanan yang dihadapi dalam era keterbukaan informasi," ujar suami Susiyati dan ayah Gede Cadhu Wibawa, Oka Kartikasari, serta Rai Sudha Prabawa ini.

Lulusan Akabri 1983, Sussarcab Kav, Suslapa II Kav, Seskoad, dan Lemhannas di NDC India ini terobsesi menjadikan Pusat Komunikasi Publik Kemhan sebagai transformer informasi pertahanan. Dalam kaitan itu, Kepala Puskom Publik bukan sekadar juru bicara institusi Kemhan, melainkan juga berperan mendinamisasi kegiatan satuan kerja di lingkungan Kemhan dalam memublikasikan berbagai kebijakan pertahanan sesuai bidang tugas masing-masing.

"Di samping itu, Kepala Puskom juga dituntut mampu meningkatkan citra pertahanan negara dengan memanfaatkan opini yang berkembang di masyarakat," kata I Wayan Midhio yanng pernah bertugas sebagai Asisten Atase Pertahanan RI di Tokyo, Jepang; juga Atase Pertahanan RI di New, Delhi India itu. (Yudhiarma/Sofyan)

Indonesia-China Kerja Sama Pasukan Khusus

Jakarta , 12 November 2010 13:56
Indonesia menjajaki kerja sama pasukan khusus dengan Republik Rakyat China, sebagai bagian dari kesepakatan kerja sama pertahanan kedua negara.

Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan di Jakarta, Jumat (12/11), pihaknya telah mengirimkan tim ke Negeri Tirai Bambu untuk melihat fasilitas pendidikan dan latihan pasukan khusus di negara itu.

"Kita jajaki segala kemungkinan bentuk kerja sama yang akan dilakukan antara pasukan khusus TNI dengan China," katanya, menambahkan.

Sjafrie mengatakan, kerja sama antarpasukan khusus TNI dan militer China itu bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, apakah pendidikan berupa tukar menukar perwira dan tamtama atau latihan bersama.

"Ini sedang kita kaji segala aspeknya," ujarnya.

Yang jelas, lanjut Sjafrie, kerja sama pasukan khusus antara militer Indonesia dan China antara lain menyangkut kerja sama pemberantasan terorisme.

"Ya pastinya, terkait dengan tugas-tugas dan peran pasukan khusus. Inkonvensional," tambah dia.

Indonesia dan China sepakat membicarakan lebih lanjut dalam forum konsultasi bilateral pada Desember 2010 yang membahas seluruh tahapan kerja sama pertahanan kedua negara yang telah disepakati kedua pihak.

"Dalam forum itu, kita akan kaji apa saja yang telah dikerjakan bersama dan bagaimana tindak lanjutnya," kata Sjafrie.

Indonesia-China menandatangani kerja sama pertahanan pada 7 November 2007.

Kesepakatan kerja sama itu ditandatangani menteri pertahanan kedua negara saat itu yakni Menteri Pertahanan RI Juwono Sudarsono dan Menteri Pertahanan China Cao Gangchuan. [TMA, Ant]

Semoga TNI Jera

Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Jumat, 12 November 2010 | 15:11 WIB

Salah satu cuplikan adegan kekerasan terhadap seorang warga Papua yang diduga terlibat dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dilakukan oleh orang-orang berseragam TNI. JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengapresiasi ketegasan TNI yang telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah prajuritnya yang melakukan penyiksaan terhadap sejumlah warga Papua di Papua beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ada kemajuan yang terjadi dalam penerapan disiplin TNI. Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengajak publik untuk membandingkan sikap TNI kali ini dengan sebelumnya, ketika pelanggaran HAM masih marak terjadi, tetapi tak juga tersentuh proses hukum. "Proses hukum ini adalah suatu pembelajaran yang bagus. Saya berharap ada efek jera untuk TNI agar tidak mudah melakukan pelanggaran HAM lagi ke depannya," ungkap Mahfudz kepada Kompas.com, Jumat (12/11/2010).

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono juga dinilai cukup sigap merespons desakan Komisi I untuk membentuk tim investigasi terhadap video penganiayaan penduduk Papua, seperti yang sempat beredar luas di YouTube. Mahfudz mengatakan, tim juga bekerja secara obyektif dan terbuka. "Kita perlu apresiasi," katanya.

Seperti diberitakan, persidangan yang digelar di Pengadilan Militer III-19 Jayapura memvonis hukuman 5-7 bulan penjara kepada empat anggota TNI yang terlibat kasus video penganiayaan terhadap sejumlah warga Papua di Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya.

TNI Terima Penghargaan Chief Civil Defence dari Lebanon

Tribunnews.com - Jumat, 12 November 2010 14:19 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Markas Besar TNI melansir, Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL yang saat ini ditempatkan di Lebanon, kemarin waktu Lebanon menerima penghargaan khusus dari Chief Civil Defence Center Nabatiyeh sebagai tanda kehormatan dan penghargaanbagi TNI yang telah bekerja sama dengan Civil Defence selama satu tahun penugasan dalam membantu masyarakat lokal, khususnya di bidang pengamanan lingkungan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung pihak Lebanon kepada Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL Letkol Inf Andi Perdana Kahar

Dalam sambutannya, Samir Naseer mewakili Kepala Pusat Civil Defence menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatannya atas kerja sama dan berbagai bantuan yang telah diberikan Indobatt (satuan tugas TNI) kepada negaranya. Salah satu jasa yang diberikan TNI dalam upaya mendukung Civil Defence yang paling dikenang mereka adalah pada saat pemadaman kebakaran di wilayah Lebanon Selatan.

"Saya atas nama warga Lebanon Selatan hanya dapat memberikan ungkapan rasa terima kasih kami. Berkat bantuan dan asistensi Indobatt, semua masalah-masalah yang timbul akibat perubahan iklim dan cuaca pada sepanjang musim yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan warga wilayah setempat dapat dihadapi dengan mudah dan tidak mengkuatirkan," ujar Samir.

Civil Defence sendiri adalah sebuah organisasi pemerintah Lebanon dibawah Kementerian Dalam Negeri yang bergerak dibidang pelayananan kemasyarakatan. Pada kesempatan tersebut, Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar juga memberikan kenang-kenangan berupa plakat Satgas kepada Kepala Pusat dan Kepala Cabang Civil Defence, dan menyumbangkan bahan bakar diesel, sejumlah sekop, cat interior yang diikuti dengan penanaman pohon Angin-angin khas Indonesia yang sangat digemari oleh penduduk Lebanon Selatan.

Jumat, 12 November 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 12 NOPEMBER 2010

  1. Ada Panser TNI Mogok, Tol Tj Priok-Cawang Tersenda...
  2. BRIGADE KHUSUS TNI GUNAKAN ALKAPSUS SISIR MERAPI
  3. TNI Tak Hanya Perang, Tapi Juga Tangani Bencana
  4. Panglima Akui TNI Gelar Operasi Militer di Papua
  5. TNI Kaji Hibah F-16 dari Amerika
  6. Empat prajurit TNI dihukum di Papua
  7. 43 Jenderal TNI naik pangkat
  8. TNI Kirim 1.304 Pasukan Garuda ke Lebanon
  9. Oknum Anggota TNI Ditembak Saat Berusaha Kabu...

Ada Panser TNI Mogok, Tol Tj Priok-Cawang Tersendat

Kamis, 11/11/2010 22:57 WIB Andri Haryanto - detikNews

Jakarta - Satu unit Panser (kendaraan tempur) TNI mogok di ruas tol Cawang-Tanjung Priok. Arus lalu lintas tol ke arah Cawang tersendat.

"Mogok dari jam 21.30 WIB," kata salah satu petugas TMC Polda Metro Jaya, saat dihubungi detikcom, Kamis (11/11/2010) malam.

Lokasi mogoknya panser tepat berada di Km 7 ruas tol menuju Cawang.

"Sampai saat ini arus lalu lintas masih tersendat dan sedang penanganan petugas," ujar petugas tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Belum diketahui berapa panjang kendaraan yang tersendat di tol tersebut.

"Belum ada laporan lagi, petugas masih penangangan di lapangan," kata petugas tersebut. (ahy/mok)

BRIGADE KHUSUS TNI GUNAKAN ALKAPSUS SISIR MERAPI

Kominfo Newsroom - Jakarta, 11/11/2010 (Kominfo-Newsroom) Brigade Khusus TNI Penanggulangan Bencana Merapi gunakan alat perlengkapan khusus (Alkapsus) dalam tugas penyisiran dan evakuasi korban Gunung Merapi. Alkapsus berupa kacamata dan masker khusus serta sepatu PDL sangat diperlukan untuk menghindari jatuhnya korban akibat kondisi alam yang masih sangat rawan, khususnya debu vulkanik dan endapan awan panas Merapi.

“Semua prajurit tanpa Alkapsus tidak diizinkan melaksanakan tugas. Jadi wajib menggunakan Alkapsus guna menghindari jatuhnya korban akibat kondisi alam yang masih rawan,” kata Dansatgas Brigade Khusus BP Merapi Brigjen TNI Syahiding, melalui rilis yang diterima Kominfo Newsroom, Kamis (11/11).

Menurut Syahiding, erupsi Gunung Merapi yang terjadi sejak 26 Oktober 2010 dan terus meningkat hingga menyebabkan kerusakan daerah di DIY, Magelang, Klaten, Boyolali dan sekitarnya, masih belum dapat diprediksi kelanjutannya. Gunung paling aktif di dunia tersebut masih mengeluarkan awan panas dan lava pijar.

Status Gunung Merapi masih tetap pada tingkat awas (level 4) dengan ancaman bahaya berupa awan panas dan lahar. Jumlah korban meninggal mencapai 194 orang, rawat inap 498 orang dan pengungsi mencapai 370.028 orang yang tersebar di beberapa titik pengungsian. Jumlah pengungsi selalu berubah disebabkan kegiatan para pengungsi yang tidak selalu berada di tempat pengungsian.

Menurutnya, jumlah korban kemungkinan masih bertambah mengingat proses evakuasi tetap dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi warga yang hilang ataupun meninggal, tetapi belum diketemukan. “Untuk memastikan hal tersebut, TNI melaksanakan penyisiran dari rumah ke rumah untuk mencari dan mengevakuasi masyarakat hingga mendapat kepastian bahwa tidak ada lagi korban yang tertinggal. Namun demikian, kegiatan ini tidaklah mudah dan sangat berisiko mengingat daerah tertutup yang ditinggalkan pengungsi masih diselimuti debu vulkanik dan endapan awan panas,” ujarnya.

Sedangkan proses penyisiran juga tidak boleh terlalu lama. “Disesuaikan dengan kebiasaan aktivitas Gunung Merapi, biasanya pukul 06.00 sampai dengan 10.00 pagi, karena dikhawatirkan masih ada awan panas yang turun dari kawah merapi,” tuturnya. (yr/dry)

Arsip Blog