Senin, 08 November 2010

Obama dan hubungan militer RI-AS

Hubungan militer Amerika - Indonesia akan normal lagi
Setelah tertunda dua kali, kedatangan Presiden Barack Obama di Jakarta masih dianggap sebagai angin segar untuk kalangan militer Indonesia. Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates Juli lalu secara resmi mengukuhkan normalisasi hubungan militer dua negara dengan sebuah kunjungan yang tidak diumumkan di Jakarta.

Kementrian Pertahanan Indonesia yakin kali ini Amerika tidak akan mempersoalkan catatan hak asasi manusia pasukan elit TNI, Kopassus, seperti dimasa lalu. Militer Indonesia sempat repot akibat pembekuan hubungan yang dilanjutkan embargo suku cadang senjata oleh Departemen Pertahanan AS. Meski Indonesia dipandang sebagai salah satu sekutu dekat Amerika di kawasan Asia Tenggara, Washington tetap memberlakukan embargo karena menganggap bantuan militer sejak masa Orde Baru banyak dipakai sebagai alat pelanggaran HAM oleh TNI, khususnya Kopassus.

Embargo
Sejak embargo berlaku setelah jajak pendapat berdarah di Timor Timur tahun 1999, pemerintah Indonesia melakukan berbagai kampanye memulihkan nama Kopassus. antan Menteri pertahanan Juwono Sudarsono termasuk yang paling aktif melakukan hal ini. Seluruh persoalan-persoalan yang dituduhkan kepada perwira TNI Angkatan Darat, khususnya perwira Kopassus, telah ditangani oleh kita tangani sendiri berdasarkan hukum militer Indonesia," kata Juwono. Seluruh persoalan-persoalan yang dituduhkan kepada perwira TNI Angkatan Darat, khususnya perwira Kopassus, telah ditangani oleh kita tangani sendiri berdasarkan hukum militer Indonesia.

Juwono Sudarsono
Sebagai contoh dia menyebutkan empat perwira Kopassus yang dipecat, empat perwira yang terkena sanksi administratif, dan lima perwira Kopassus yang keluar setelah dinyatakan bersalah.

Sebaliknya, organisasi-organisasi HAM dan sejumlah senator AS bolak-balik mementahkan kampanye itu. Dan meskipun kemudian embargo beberapa kali disebut-sebut dilonggarkan, kampanye anti Kopassus nampaknya cukup berhasil.

Pentagon antara lain memangkas hampir habis jatah training militer (IMET) yang biasa dinikmati perwira tinggi Kopassus. Suku cadang persenjataan mematikan sempat ditutup sama sekali. Sepuluh tahun setelah itu, pegiat seperti Poengky Indarti dari Imparsial, masih berpendapat Kopassus tidak layak mendapat bantuan militer AS. "Bisa saya sebut contoh misalnya penculikan aktivis, kemudian kasus pembunuhan terhadap Theys Hiyo Eluay," kata Poengky.Ternyata Menhan Gates tetap datang dan normalisasi sepenuhnya siap digulirkan.

Normalisasi
Menhan AS Robert Gates berkunjung ke Jakarta bulan Oktober
Sebagai kelanjutannya kata Menteri pertahanan Purnomo Yusgiantoro, akhir Oktober lalu sejumlah perwira tinggi Kopassus diundang ke Washington untuk merumuskan rincian normalisasi berikutnya. Ini berarti tak ada lagi halangan untuk mengikuti berbagai pelatihan dan mendapat bantuan alat yang selama era Orde Baru dinikmati Kopassus, meski tidak langsung terlihat saat ini.

"Yang dimaksudkan dengan normalisasi itu bertahap," kata Purnomo.
Purnomo mengatakan pejabat pertahanan kedua negara akan bertemu akhir tahun ini untuk membahas bentuk-bentuk kerjasama dan langkah yang akan diambil. Selain kesulitan mencari suku cadang dan pelatihan perwira militer, tudingan pelanggaran HAM juga membuahkan sejumlah insiden tak menyenangkan. Sejumlah perwira tinggi dan mantan perwira TNI antara lain mantan komandan Kopassus Sintong Panjaitan terancam ditangkap bila mengunjungi AS karena gugatan pelanggaran HAM.

Kemenpera fokus bangun rusunawa TNI/Polri

Minggu, 07/11/2010 20:44:06 WIB
Oleh: Intan Pratiwi
JAKARTA: Kementerian Perumahan Rakyat pada 2011 menargetkan pembangunan 100 twinblock rumah susun sewa (rusunawa) dengan investasi Rp1,2 triliun, yang difoukuskan peruntukannya pada anggota TNI/Polri. "Tahun depan Kemenpera menargetkan sekitar 80 - 100 twinblock, yang masing-masing terdiri dari 4 hingga 5 lantai, tiap lantainya akan ada sekitar 80-90 unit tergantung luas lahan, dengan biaya tiap menara sekitar Rp12 miliar," ujar Zulfi Sarif Koto, Deputi Perumahan Formal (Rusun) Kementerian Perumahan Rakyat.

Dia menambahkan fokus untuk tahun depan akan lebih ke TNI Polri dengan target pembangunan minimal 40 twinblock. TNI Polri dipilih karena secara umum permasalahan banyak terjadi di situ seperti janda pejuang yang kemarin bersengketa mengenai kepemilikan rumah.

Di samping itu, TNI polri dinilai paling siap dalam realisasi pembangunan rusunawa seperti kesediaan tanah untuk dibangun, pemanfaatan, dan juga penggunaannya. Pembangunan akan dilakukan diseluruh wilayah Komando Daerah Militer (Kodam) di Indonesia bekerjasama dengan kementerian Pertahanan. Pembangunan rusunawa bagi TNI polri diharapkan akan menjadi percontohan. Masyarakat akan melihat dan juga meniru untuk tinggal di rumah susun. Pada masa yang akan datang, tinggal di rumah susun diharapkan akan menjadi suatu kebutuhan. Sehingga akan ada efisiensi lahan dan juga transportasi.

Di sisi lain pembangunan rusunawa di kawasan pondok pesantren juga menjadi prioritas dan nantinya akan dibangun di atas tanah milik yayasan ponpes tersebut. Sedangkan pembangunan rusunawa untuk pekerja di sekitar wilayah industri masih banyak terkendala permasalahan lahan. Dari 2005 Sampai dengan bulan kemarin sebanyak 138 twin blok telah dibangun. Lebih dari separuhnya diperuntukkan untuk mahasiswa yaitu sebanyak 89 twin blok. 38 twin blok diperuntukkan bagi pekerja umum dan sisanya 11 twin blok bagi TNI/POLRI.

Saat ini pembangunan rusunawa untuk mahasiswa akan diserahkan kewenangannya pada Kementerian Pendidikan Nasional. Kalau kemarin Kemenpera membangun maka itu merupakan percontohan. Penerapan proyek rusunawa nantinya akan dilakukan oleh pusat pengembangan perumahan dan dveloper. Kemenpera dan pemerintah daerah juga akan membantu masalah pengawasannya melalui pusat pengembangan perumahan.

Sedangkan pembangunan rusunawa paling bergairah terjadi di kota Jakarta, Batam, dan Surabaya. Hal ini terjadi karena tingginya permintaan konsumen terhadap rusunawa. Sedangkan Jogjakarta adalah kota dengan sinergi yang paling baik dalam membangun rusunawa. (17)

Minggu, 07 November 2010

Tiga Kompi Paskhas TNI-AU Bantu Korban Merapi

Minggu, 7 November 2010 01:37 WIB | Peristiwa | Umum | Dibaca 497 kali
Jakarta (ANTARA News) - Pasukan Khas TNI Angkatan Udara kembali mengirimkan personel dan peralatan pendukung guna membantu penanganan korban letusan Gunung Merapi.

"Tiga kompi Paskhas dikerahkan untuk membantu tangani korban dan pengungsi," kata juru bicara TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Tiga kompi Paskhas TNI Angkatan Udara itu dipimpin Komandan Batalyon 463 Paskhas, Letkol Psk MA Silaban. Ia menambahkan, tiga kompi Paskhas itu sudah termasuk satu tim medis dan tiga tim dapur lapangan.

"Selain itu juga dikerahkan peralatan tujuh tenda peleton, satu tenda kesehatan, tiga tenda dapur, alat transportasi 12 truk serta alat komunikasi," kata Bambang. Letusan eksplosif Gunung Merapi sepanjang Kamis (4/11) pukul 23.00 hingga Jumat petang memeras air mata penduduk DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Peristiwa itu sangat mencekam, mengacaukan, dan membawa korban tewas 64 orang, puluhan sapi mati, serta belasan rumah terbakar akibat awan panas atau runtuh akibat banjir lumpur.

Hingga pukul 23.00 WIB semalam, tercatat jumlah korban meninggal dunia 64 orang, semuanya penduduk Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, dan luka-luka 77 orang.

Sejumlah sapi mati terbakar serta sejumlah rumah terbakar dan rusak.

Semalam, pengungsi mencapai 150.255 orang, terdiri dari pengungsi di DIY sekitar 34.000 orang serta pengungsi di Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten (semuanya di Jawa Tengah) 116.255 orang.(*)

(T.R018/D009/R009)

Jumat, 05 November 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 5 NOPEMBER 2010

KASAD : PERWIRA DITUNTUT MILIKI DEDIKASI DAN MORALITAS YANG BAIK

Oleh : Nandang Hermawan
04-Nov-2010, 14:51:38WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta menegaskan, sebagai pemimpin pada strata menengah di satuan jajaran Angkatan Darat, para Perwira dituntut memiliki dedikasi dan moralitas yang baik, serta integritas dan karakter yang tinggi, sehingga mampu membawa perubahan dan perbaikan di tubuh organisasi Angkatan Darat.

Hal ini dikatakan Kasad ketika memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Reguler Ke-48 Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Ajaran 2010 di Seskoad, Bandung, Kamis (4/11). Mayor Inf Dedy Suryadi dari Grup I Kopassus keluar sebagai perwira siswa terbaik dari 209 orang, 1 orang Kowad dan 8 perwira siswa dari manca negara yaitu Amerika, Australia, Malaysia, Singapura, India, Papua Nugini, Pakistan dan Philipina.

Menurut Kasad , tuntutan dan tantangan tugas ke depan semakin berat, dan kompleks, untuk itu peningkatan kualitas sumberdaya manusia Perwira Angkatan Darat yang mampu menjawab berbagai persoalan satuan, sangat diperlukan dalam mengimplementasikan tugas secara konkret sehingga para Perwira dapat menjadi teladan bagi anggotanya dan mampu memberikan solusi penyelesaian bagi satuannya.

Kasad mengatakan, Angkatan Darat berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan penataan organisasi termasuk perbaikan kualitas di lembaga pendidikan, karena tuntutan dan tantangan tugas itu, serta adanya perubahan lingkungan yang tidak mungkin dapat dielakkan.

Kasad menjelaskan, perbaikan dalam sistem pendidikan melalui korespondensi seperti yang berlaku pada tahun 2010, ini merupakan salah satu usaha dan upaya penyesuaian dan pembenahan dalam menghadapi tantangan dinamika perubahan itu. Pembenahan secara bertahap terhadap komponen-komponen pendidikan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil didik yang lebih baik dari waktu ke waktu, sebagai salah satu produk lembaga pendidikan.

Kasad mengharapkan, agar penyelenggaraan pendidikan mencapai hasil yang lebih optimal, sehingga profesionalitas prajurit Angkatan Darat dapat terwujud. Dengan demikian, maka pengembangan karakter dan pemantapan kompetensi dalam arah pendidikan Seskoad akan terus meningkat secara bertahap bagi para Perwiranya, yang sekaligus berperan sebagai atasan dan pemimpin di satuannya nanti, tambah Kasad. (Kasubdis Penum Letkol Inf Dedy Agus Purwanto, S.H./Dispenad).

Oknum TNI Pembunuh Dokter Mulai Diadili

Kamis, 04 November 2010 | 18:41 WIB
TEMPO Interaktif, MADIUN - Prajurit Dua (Prada) Wendi Pradita, 23 tahun, terdakwa kasus pembunuhan terhadap dr Kangean Wibisono, Kamis (4/11), mulai diadili di Pengadilan Militer III-13 Madiun. Oknum anggota TNI yang bertugas di Batalyon Infanteri 500/Raider Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya itu, melakukan pembunuhan di rumah korban di Jalan Bali Nomor 8, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, 19 Juni 2010 lalu.

Dalam sidang yang berlangsung hingga sore hari itu dihadirkan enam orang saksi, antara lain Ketua RT di lokasi kejadian, teman pelaku, dan penyidik Kepolisian Resor Kota Madiun yang pernah menangani kasus tersebut, serta sejumlah saksi yang pernah berhubungan dengan pelaku. Oditur Militer Mayor CHK Heri Winarto dalam dakwaannya menjelaskan, perbuatan terdakwa melanggar pasal 365 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang diancam dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Terdakwa mengaku bermaksud melakukan pencurian di rumah dokter Kangean Wibisono namun karena ketahuan, pelaku akhirnya memukuli korban hingga meninggal dunia,” papar Heri. Menurut Heri, saat itu terdakwa sedang dalam masa disersi dan memiliki hutang sekitar Rp 50 juta. Untuk melunasi hutangnya, ia berniat mencari kerja di Bekasi, Jawa Barat, melalui perantara temannya.

Sebelum berangkat ke Bekasi, sekitar pukul 18.00 WIB, terdakwa yang tinggal di rumah kerabatnya, tak jauh dari rumah korban, melihat rumah korban gelap karena hanya satu lampu didalam rumah yang menyala. Lalu muncul niat terdakwa untuk mencuri barang milik korban. Terdakwa memanjat tembok rumah korban dan masuk ke dalamnya. Karena ketahuan, korban meneriaki terdakwa yang kemudian memukul beberapa bagian tubuh korban hingga tewas.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Letnan Kolonel CHK Muhamad Mahmud, penasehat hukum terdakwa, Kapten CHK Djunaedi tidak mengajukan eksepsi sehingga sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. Terdakwa tidak menampik keterangan para saksi. Termasuk pula soal barang yang dicurinya dari rumah korban, yakni dua handphone yang kemudian dijual dengan harga Rp 70 ribu dan Rp 40 ribu. ISHOMUDDIN.

Ternyata Pembunuh Serka TNI adalah Pelajar SMK


Tribunnews.com - Kamis, 4 November 2010 09:17 WIB

Serka TNI Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
"Kita masih terus lakukan pengembangan dan penyelidikan, untuk mengetahu motif apa yang melatarbelakangi tersangka membunuh anggota Dandim 0411/ Lampung Tengah yang diperbantukan di Koramil Batanghari Lamtim tersebut,"

SUKADANA, TRIBUNNEWS.COM -- Aparat Polda Lampung akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan Serka Nipyo Mardiyanto di wilayah hukum Polda Jawa Barat, Selasa (2/11/2010) malam. Pelaku diketahui berinisial Ds (18), yang masih berstatus siswa sebuah Sekolah Teknik Mesin (STM) di Lampung Timur. Kapolda Lampung Brigjen Polisi Sulistyo Ishak mengatakan, penangkapan pelaku ini atas kerjasama Polda Lampung dengan Polda Jawa Barat. "Tersangkanya berinisial Ds (18), siswa sebuah STM di Lampung Timur. Kini tersangka sudah kita amankan di Polres Lampung Timur," ujar Sulistyo seusai acara Sinergitas Mempererat Partnership antara Polisi dengan Dinas Instansi serta Pengusaha di Graha Gading, Rabu (3/11/2010).

Sulistyo menjelaskan, pelaku yang ditangkap seorang diri itu kini sedang menjalani proses penyidikan dan pengembangan kasus. Kapolda menyatakan akan terus menindaklanjuti motif yang ada dibalik aksi kejinya itu. "Kita masih terus lakukan pengembangan dan penyelidikan, untuk mengetahu motif apa yang melatarbelakangi tersangka membunuh anggota Dandim 0411/ Lampung Tengah yang diperbantukan di Koramil Batanghari Lamtim tersebut," katanya.
Kapolres Lamtim AKBP B Haryanto saat dikonfirmasi Tribun Lampung, Rabu (3/11/2010) siang membenarkan bahwa identitas pelaku telah diketahui. Namun, Haryanto masih enggan untuk mengungkapkan lebih lanjut mengenai identitas pelaku.Ia beralasan, pihaknya telah mendapatkan instruksi dari Kapolda Lampung bahwa penyampaian tindaklanjut penanganan kasus tersebut akan disampaikan langsung oleh Polda Lampung. "Karena kasus ini telah mendapatkan atensi dari Kapolri dan Panglima TNI," ujarnya.

Pengamatan Tribun di Mapolres Lamtim, polisi telah mengamankan Isuzu Panther hitam B 7497 NM yang sempat dikendarai korban bersama rekannya Heri pada malam sebelum kejadian pembunuhan. Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Revo BE 6128 PL yang menabrak mobil milik korban. Jenazah Nipyo pertama kali ditemukan oleh Purwanto, salah seorang Warga Desa Giriklopomulyo, Bedeng 57, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur sekitar pukul 06.30 WIB. Warga Desa Banjar Rejo 38 A, Kecamatan Batanghari itu tergeletak di pinggir jalan tidak jauh dari SMPN 4 Sekampung. Saat ditemukan, pada jenazah Nipyo terdapat banyak luka terutama di bagian dahi dan mata. Lalu, daun telinga yang robek sehingga nyaris putus dan luka memar bekas cekikan plastik di bagian leher.

Sementara itu, Ruli (34) adik ipar korban mengungkapkan, sehari sebelum Nipyo ditemukan tewas memang sempat menunjukkan sikap yang tidak seperti biasanya. "Memang orangnya tidak banyak bicara, tapi saat itu sikapnya memang tidak seperti biasanya kelihatan jadi agak pendiam sekali," ungkapnya. Menurutnya, Nipyo yang merupakan anak tertua dari enam bersaudara itu merupakan seorang kakak yang sangat mengayomi adik-adiknya. "Sikapnya memang dikenal sopan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun di lingkungan tempat kerja," tukasnya. (eka/romi)
Editor: Tjatur
Tribun Lampung

Dituduh Membuat Surat Kaleng, Perwira TNI Dihukum


04/11/2010 22:34 | TNI
Liputan6.com, Surabaya: Karena didakwa menulis surat kaleng, seorang perwira menengah TNI divonis bersalah oleh Pengadilan Militer Tinggi Tiga Surabaya, Jawa Timur.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi Tiga Surabaya yang diketuai Kolonel Dewi Iriani menegaskan bahwa terdakwa, Mayor CPM Joko Mulyoto, mantan Kataud Denpom Kodam V Vrawijaya terbukti membuat surat kaleng terkait isu pemotongan Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota koperasi serta pemotongan tunjangan hari raya (THR) di Denpom Kodam V Brawijaya.

Berdasarkan fakta yang terungkap dalam sidang, terdakwa dihukum empat bulan penjara. Hukuman ini lebih ringan dua bulan dari tuntutan oditur militer tinggi. Usai persidangan, Mayor CPM Joko Mulyoto bersikukuh jika dirinya tidak melakukan perbuatan sebagaimana dituduhkan dalam dalam sidang tersebut.

Atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi Tiga, terdakwa akan mengajukan banding ke Pengadilan Militer Utama di Jakarta.(BJK)

Paru-paru Mahasiswi Korban Tusukan Oknum TNI Masih Dibersihkan

Sriwijaya Post - Kamis, 4 November 2010 19:13 WIB
DENPASAR - Nindi Oristya Wanda (20) mahasiswi Unud yang menjadi korban penusukan oknum Bintara TNI, kini di paru-parunya masih dipasangi alat oleh dokter RSUP Sanglah yang merawatnya. "Kondisi pasien secara umum sudah membaik, namun masih kami pasang alat berupa selang untuk membersihkan luka tusuk di paru-parunya," kata Kepala Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah dr. Kresna Wibawa, di Denpasar, Bali, Kamis.

Dijelaskan, alat tersebut berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa darah yang mungkin masih terdapat di sekitar paru-paru pasien. Selain itu, juga untuk menghindari terjadinya gumpalan darah akibat luka tusukan yang dialami pasien. Alat yang dipasang itu masih belum bisa dipastikan kapan bisa dilepas, ujarnya, tapi apabila kondisi pasien sudah 100 persen pulih kemungkinan alat tersebut bisa tidak digunakan lagi.

"Dari hasil diagnosis kami, pasien mengalami luka tusuk yang cukup parah, itu melukai paru-paru dan menembus diafragmanya serta hampir mengenai jantungnya," katanya. Pasien bisa dikatakan bernasib baik, ucapnya, sebab tusukan yang dilakukan pelaku yang merupakan oknum TNI itu tidak sampai mengenai jantungnya. Jika luka tusuk itu sampai mengenai jantungnya, maka tentu ceritanya akan lain.

"Dari hasil pantauan kami, kesehatan pasien tersebut terus mengalami perkembangan yang baik. Sampai saat ini tidak ada komplikasi penyakit yang bisa memperparah kondisinya," ujarnya. Setelah meningkatkan kesehatan fisiknya, katanya, diharapkan juga pihak keluarga nantinya bisa membantu kesehatan mentalnya.

Dari pantauan di sekitar kamar tempat mahasiswi asal Palembang itu dirawat, tampak kedua orang tuanya yang setiap saat selalu menunggu untuk mengetahui perkembangan kesehatan anggota keluarganya itu. Penusukan yang dialami mahasiswi Unud itu terjadi Sabtu (23/10) malam, di rumah kosnya di Jalan Tukad Pakerisan Gang Lestari IV No 21 Denpasar.

Pelaku penusukan tersebut diduga adalah oknum anggota TNI yang tinggal bersebelahan dengan kamar yang ditempati korban.

Kasad Kunjungi RM Ulu Juku

Kamis, 04-11-2010
MAKASSAR, UPEKS—Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI George Toisutta dan rombongan, menyempatkan bersantap siang di Rumah Makan Ulu Juku di Jl Racing Centre. Kegiatan ini dirangkaikan acara silaturahmi de-ngan kerabat lamanya, Daeng Fariz, belum lama ini. Kedatangan Kasad di Makassar, selain kunjungan kerja juga mengunjungi makam kedua orang tuanya di Kompeks Pemakaman Dadi dan Taman Makam Pahlawan. Kunjungan ini, merupakan kali kedua setelah meresmikan RM Ulu Juku pada 6 Juni 2010 lalu.

Di kesempatan tersebut, Kasad menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai hidangan yang tersedia di RM Ulu Juku. Menurutnya, selain memiliki ciri khas, RM Ulu Juku juga dilengkapi de-ngan berbagai fasilitas yang memberikan kenyamanan bagi para pengunjungnya. “Pasti pelanggan akan merasakan kepuasan, baik makanan, pelayanan, maupun fasilitasnya. Dan inilah yang membedakan RM Ulu Juku dengan rumah makan yang lain,” jelasnya.

Sebagai salah seorang pelaku usaha di Makassar, Daeng Fariz, berharap, masyarakat Makassar mencintai budayanya. Salah satunya, melalui masakan khas daerah. “Masakan merupakan salah satu ciri khas budaya kota setempat. Dan untuk Makassar, masakan khasnya tak lain dan tak bukan hanya ada di RM Ulu Juku,” tegasnya, sedikit berpromosi. RM Ulu Juku, kini memang berbeda dengan kondisi sebelumnya di Jl Abdullah Daeng Sirua, tempatnya beberapa waktu lalu. Rumah makan ini, tidak bedanya dengan restoran yang terkesan megah. Kendati, memang, tidak ada perbedaan harga dengan tempat jualannya dulu.

Ujungpandang Ekspres, beberapa kali mengunjungi tempat ini tanpa sepengetahuan pemiliknya. Jelas sekali, pelayanan, suasana, dan kenyamanan memang kelas tinggi. Saat memasuki tempat parkir, misalkan, sudah ada petugas yang mengarahkan. Tidak itu saja, setelah parkir mobil, petugas lainnya akan datang menyambut sekaligus mengarahkan pengunjung ke lantai yang dikehendaki. Di lantai dua misalkan, saat masuk, sudah ada pelayan yang menyapa dengan senyuman. Saat duduk, tanpa diminta, pelayan lainnya akan datang menawari menu yang dikehendaki. Tak perlu lama, hidangan langsung siap.

Sambil makan, terdengar alunan musik yang begitu nikmat. Hal ini, sangat menunjang karena RM Ulu Juku yang sekarang, memberikan kenyamanan yang serba luar biasa. Mulai dari meja, lantai, plafon, serta tempat kasir, terbuat dari marmer. Singkatnya, pelayanan yang ada, sangat memuaskan.

DPR sudah tuntut Obama

Friday, 05 November 2010 04:50
JAKARTA - Walau kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, masih lama, namun Komisi I DPR telah menyampaikan harapan dan tuntutan. Komisi I mempunyai tiga poin yang diharapkan dapat dibicarakan pada kunjungan Obama kali ini. Menurut Ketua Komisi I DPR, Hayono Isman, AS tidak seharusnya terlalu mudah memberikan embargo peralatan militer kepada Indonesia. Hal ini terkait embargo penuh AS terhadap TNI menyusul dugaan pelanggaran HAM di masa lalu, diantaranya di Timor Timur.

Embargo ini telah ditarik dan AS telah melakukan pelatihan gabungan dengan TNI. Namun, menurut Hayono, pemberian embargo di masa lalu tetap tidak bisa dilupakan. "Sebagai negara bersahabat, hal tersebut sama sekali tidak menunjukkan hubungan bersahabat," katanya, hari ini. Kedua, kata Hayono, dalam kunjungan Obama nanti, AS dapat menuntaskan masalah antara Palestina dan Israel. Hayono mengatakan, percepatan perdamaian kedua negara itu sangat penting karena krisis di Palestina adalah biangnya masalah dunia.

Dia menilai, terorisme dan penyelesaian dengan jalan kekerasan bermula dari krisis tersebut. "Jadi kalau Amerika concern masalah terorisme, dia harus menyelesaikan masalah di Timur Tengah. Indonesia sangat siap membantu Amerika untuk mengatasi masalah terorisme," ujar politisi Demokrat ini.

Ketiga, ujarnya, adalah pengakuan AS atas Papua Barat sebagai bagian dari negara Indonesia. Menurut Hayono, di parlemen AS terdapat satu atau dua anggota senat yang tidak setuju atas klaim itu. Namun itu masih hal yang wajar.

"Itu tergantung lobi kita, yang tentunya dipelopori oleh diplomat kita di AS, supaya suara-suara minor terhadap Indonesia tentang masalah Papua bisa ditangani," ujarnya.
Editor: HARLES SILITONGA
(dat03/vivanews)

Kamis, 04 November 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 4 NOPEMBER 2010

KSAD Pimpin Serah Terima Jabatan Pangdam Tanjungpura

Rabu, 03 November 2010 15:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Jabatan Panglima Komando Daerah Militer XII /Tanjungpura, Rabu (3/11) diserahterimakan dari Mayjen TNI Moeldoko kepada Mayjen TNI Geerhan Lantara dalam sebuah upacara militer di halaman Makodam XII/Tanjungpura. Sejumlah Panglima Kodam yang diundang batal hadir akibat Bandara Supadio Pontianak ditutup karena pesawat Lion Air tergelincir.

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Staf AD Jenderal TNI George Toisutta sebagai inspektur upacara dan dihadiri oleh seluruh pejabat Kodam dan unsur Muspyawarah Pimpinan Daerah Kalimantan Barat.

Tongkat komando pun berganti tangan. Mayjen TNI Geerhan Lantara resmi menjabat sebagai Pangdam XII/Tanjungpura menggantikan Mayor Jenderal TNI Moeldoko yang selanjutnya akan menjadi Panglima Kodam III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat.

Sejak dibentuknya Kodam XII/Tanjungpura pada Juni 2010 lalu, Mayor Jenderal TNI Moeldoko telah menjabat kurang lebih selama empat bulan sebelum akhirnya digantikan. Geerhan Lantara sebelumnya adalah Panglima Divisi Infantri II Kostrad dan merupakan Lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1978.

“Serah terima jabatan ini, selain untuk kepentingan organisasi, juga sebagai salah satu mekanisme membangun kualitas kepemimpinan, manajerial dan profesionalisme para perwira,” kata George Toisutta.

Menurut Toisutta, teritorial Kodam Tanjungpura --yang meliputi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah-- secara geografis berbatasan langsung dengan negara lain. Hal itu membuat wilayah ini menjadi daerah terbuka dan rawan konflik. Untuk itu, keberadaan Kodam Tanjungpura dinilai strategis dalam rangka menjaga kedaulatan. “Keberadaan Kodam Tanjungpura bernilai strategis. Dari segi pertahanan maupun ekonomi nasional,” tegasnya. Geerhan Lantara mengatakan, sebagai orang baru, ia berharap dapat bekerjasama dengan baik dengan berbagai komponen lapisan masyarakat dan akan berusaha secara gigih menjalankan tugasnya.

“Dengan dukungan masyarakat dan dengan komitmen gigih, saya percaya dapat menjalankan tugas ini dan akan saya lakukan sebaik mungkin,” katanya. Suami dari A. Herawati Abidin serta ayah dari tiga anak ini akan meneruskan apa yang telah dilakukan Pangdam sebelumnya. Ia akan mengacu pada program tahun berjalan sebagai prioritas. "Saya lebih enak dikatakan meneruskan program yang sudah ada, karena kami mengikuti sistem atau program," kata Geerhan.

Geerhan mengatakan, sebelum bekerja ia perlu mengenal suatu daerah secara keseluruhan. Ia pun harus turun lapangan serta memiliki data yang akurat agar tidak salah dalam penanganannya.

Sejumlah panglima Kodam se Indonesia yang direncanakan hadir dalam sertijab hari ini batal akibat tergelincirnya pesawat Lion Air, Selasa kemarin, yang menyebabkan Bandara Supadio Pontianak ditutup hingga sore hari. Menurut perwira di Kodam Tanjungpura, Letkol M. Pangaribuan, banyak Pangdam yang tidak datang karena masalah ini. Termasuk Pangdam Jaya Mayjen Marciano, yang pernah menjabat Danrem Pontianak.

Upacara serah terima jabatan ini dimeriahkan berbagai tarian dan parade multi etnis, sebagai simbol keberagam, keselarasan dan keharmonisan etnis di daerah ini. Satu persatu tarian disuguhkan dari wakil Majelis Adat Budaya Melayu, Tionghoa, Dewan Adat Dayak, Ikatan Keluarga Besar Madura, Ikatan Keluarga Besar Sumatra Barat maupun Ikatan Keluarga Besar Sulawesi berlalu sambil membawa spanduk bertuliskan "Selamat jalan Mayjen TNI Moeldoko, selamat datang Mayjen TNI Geerhan Lantara. Semoga TNI-AD tetap jaya bersama rakyat. "

Harry Daya

Perwira TNI Diduga Terlibat Penyiksaan di Puncak Jaya

Rabu, 03 November 2010 | 12:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jayapura - Seorang perwira TNI dengan inisial Letda Css, diduga terlibat dalam kasus penyiksaan di Puncak Jaya, Papua. Css bersama empat Tamtama lainnya, Praka Shn, Pratu Ihk, Prada Js dan Prada Ok, dituduh telah menyiksa dua warga Papua seperti yang terlihat dalam video penyiksaan di situs Youtube.

“Kita berharap mereka dapat hukuman yang pantas,” kata Matius Murib, Wakil Ketua/Sub Komisi Pemantauan dan Mediasi, Komnas HAM Papua, Rabu (3/11). Menurutnya, dengan diadilinya kelima pelaku tersebut, setidaknya dapat membuka pintu bagi penyelesaian sejumlah kasus pelanggaran HAM di Puncak Jaya yang hingga hari ini belum kelar. “Ini sangat baik bagi penegakkan HAM di Papua, namun kami berpikir sebaiknya mereka disidangkan di pengadilan HAM, bukan dipengadilan militer,” ujarnya.

Sebelumnya lima tersangka tersebut diperiksa tim khusus Mabes TNI di Jakarta. “Mereka saat ini sudah ada di Jayapura,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Susilo. Kasus kelima tersangka tersebut sudah dimasukkan ke Odmil (Oditur Militer). Mereka tinggal menunggu sidang serta pemberian sanksi hukum sesuai KUHPM (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer).

“Kesaksian tersangka dan pengakuan mereka sudah dapat membawa kelimanya ke ranah hukum untuk diproses sesuai hukum yang berlaku, pasti ada hukuman yang pantas buat mereka,” ujarnya. Terkait pelaku penyebar video kekerasan tersebut, Susilo mengatakan tak mengetahuinya. “Yang jelas di sini ada campur tangan oknum yang tidak suka TNI di Papua, jadi sepertinya TNI itu buruk.”
JERRY OMONA

Pelaku Akan Diproses Hukum


abu, 3 November 2010 | 8:25
[JAYAPURA] Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Susilo menegaskan, lima orang anggota TNI yang melakukan penyiksaan terhadap warga Papua di Puncak Jaya akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kelima tersangka saat ini telah tiba di Jayapura dan telah selesai diperiksa, serta telah melalui proses penyelidikan, kasusnya pun sudah dimasukkan ke Odmil (Oditur Militer), kini tinggal menunggu sidang dan pemberian sanksi hukum sesuai KUHPM (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer),” kata Susilo saat dihubungi SP di Jayapura, Rabu (03/11). Susilo menegaskan, persidangan terhadap kelima tersangka itu akan dilakukan secara terbuka dan publik bisa menyaksikan jalannya persidangan tersebut.

Dia nenambahkan, kasus ini langsung ditangani oleh Mabes TNI di Jakarta. Mabes TNI sudah membentuk tim investigasi yang terdiri dari 10 orang. "Pengiriman tim investigasi yang dilakukan oleh Panglima TNI ini bukan karena adanya tekanan dari pihak luar, namun respon langsung Panglima TNI," ujarnya. Sementara terkait peredaran vidio kekerasan itu, Susilo mengaku, hingga saat ini TNI belum mengetahui pelakunya. [154]

Oknum TNI Mabuk Rampas HT Satpam Perumahan

Kamis, 4 November 2010
Mojokerto - Surya- Oknum TNI AL berinisial Serka AF, 29, warga asal Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto merampas handy talky (HT) milik satpam Perumahan Griya Tama Persada, Senin (1/11) dini hari. Gara-garanya, AF yang diduga dalam kondisi mabuk itu, menuding satpam sebagai teroris.

Asnan, 45, satpam yang menjadi korban perampasan HT menceritakan, sekitar pukul 22.00 WIB, ia didatangi AF dengan berpakaian preman. Dengan mulut bau alkohol, AF langsung merampas HT merek Motorola GP 2000 yang dipegangnya. Usai merampas HT seharga sekitar Rp 1 juta lebih itu, AF meninggalkan kawasan perumahan. Asnan lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngoro. Petugas Polsek Ngoro berhasil mengamankan AF. Karena beda institusi, AF pun dilimpahkan ke Garnisun.

Ir Sutomo, pemilik perumahan Griya Tama Persada menyebutkan, laporan ke jajaran kepolisian ini dilakukan lantaran pelaku sudah tak sekali ini saja berbuat ulah. Sebulan yang lalu, ia juga telah mencuri sebilah samurai milik perumahan yang ditaruh di pos satpam. “Ini adalah puncak kejengkelan kami. Sebelum kami selalu memaafkannya,” ujarnya. Kasubag Humas Polres Mojokerto AKP Lilik Achiril Ekawati menyatakan, pihaknya sudah melakukan penangkapan terhadap pelaku dan langsung melimpahkannya ke Garnisun Mojokerto. “Karena beda institusi, kami tidak berwenang memprosesnya. Tapi, kami limpahkan ke Garnisun,” ujar dia.nbet

18 Ribu Personil Jaga Obama

Rabu, 03 November 2010 , 19:11:00

JAKARTA -- Rencana kedatangan Presiden AS Barrack Obama ke Jakarta 9-10 November mendatang membuat TNI dan Polri sibuk. Dua hari sebelum hingga dua hari setelah kunjungan Obama, sekitar 18 ribu lebih personil gabungan TNI/Polri disiagakan untuk pengamanan. Ini merupakan operasi khusus pengamanan kedatangan Obama bertajuk Garda Nusa 2010. Rincian personil itu 8.535 personil gabungan Polri, Detasemen Penaggulangan terror TNI, Paspampres dan Pamdal. Ada juga pasukan cadangan dari Polri dari Polda Jawa Barat sebanyak 5974, Polda Banten 849 dan 3500 personil dari Polda Jawa Tengah.

Nantinya pengamanan menyeluruh akan berada di bawah Paspampress yang akan berkoordinasi dengan Secret Service (pasukan pengaman khusus presiden Amerika). ‘’ Secret Service saya kira sudah masuk ke Indonesia beberapa waktu lalu. Sudah koordinasi. Tapi koordinasi bukan ke kita langsung ke paspamres ke TNI,’’ ujar Kadiv Humas Polri Irjen (pol) Iskandar Hasan di Mabes Polri, Rabu (3/11).

Sementara Polisi tambahnya berada di ring tiga pengamanan yakni mengamankan area luar lokasi yang bakal dikunjungi Obama. ‘’Kita berada di ring tiga, polisi berdasar hasil rapat pengamanan dengan pihak mabes TNI kita ikut renpam (rencana pengamanan) yang sudah dibuat itu,’’ imbuhnya. Namun demikian tambahnya pihaknya belum mendapat kepastian lokasi mana saja yang bakal dikunjungi Obama. Karena itulah renpam yang dijelaskan ini hanya pengamanan umum yang belum difinalisasi.

’’Ada di beberapa titik (yang akan dikunjungi) tapi belum tahu persis, pastinya ke istana. Karena tamu negara pasti ke istana,’’ ujarnya. Sebelumnya sejumlah sumber menyebut selain ke Istana negara Obama dijadwalkan mengungi Masjid Istiqlal dan Universitas Indonesia.

Sementara dalam rencana lawatannya yang dibatalkan beberapa bulan lalu Obama dijadwalkan mengunjungi SDN 01 Menteng tempatnya bersekolah semasa kecil dulu. Namun dalam kunjungan kali ini belum dipastikan apakah penggemar nasi goreng dan baso itu akan melawat ke Menteng. (zul/jpnn)

Pemerintah Akan Bangun Bandara di Perbatasan

Rabu, 03 November 2010 | 17:58 WIB
TEMPO Interaktif, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan membangun bandara baru, pengganti bandara Mlalan di Kabupaten Kutai Barat. Bandara ini akan dibangun dengan spesifikasi lebih besar agar pesawat TNI bisa mendarat di salah satu daerah perbatasan RI-Malaysia ini.

Gubernur Kalimantan Timur, Awang faroek Ishak mengatakan, saat ini pemerintah daerah telah menawarkan tiga alternatif lokasi pembangunannya di Kabupaten Kutai Barat. Awang mengaku segera akan meninjau ketiga lokasi tersebut untuk ditentukan pembangunannya nanti.

"Setidaknya pesawat tempur TNI AU bisa mendarat di sana," kata Awang Faroek, Rabu (3/11). Menurutnya, panjang landasan pacu yang akan dibangun nantinya adalah 2000 meter. Tapi panjang lahan yang disiapkan mencapai 3000 meter. Ia mengungkapkan, pembangunan Bandara Mlalan yang saat ini digunakan penerbangan perintis sudah tidak bisa lagi ditingkatkan. Pasalnya lokasi bandara berada di tengah pemukiman warga. "Yang pasti, bandara baru harus di luar kota," katanya.

Pembangunan bandara ini menurutnya memiliki dua aspek strategis. Selain untuk kepentingan penerbangan umum, TNI juga bisa memanfaatkan untuk pertahanan negara, khususnya di perbatasan RI-Malaysia.

Awang mengungkapkan rencana pembangunan bandara ini telah mendapatkan persetujuan dari Departemen Pertahanan dan Keamanan, serta Badan Perencanaan Nasional. Menyangkut pendanaan, kata Awang, berasal dari APBN, anggaran provinsi dan anggaran kabupaten. "Ini untuk kepentingan negara juga," ujarnya.

Ia mencontohkan bisa saja anggaran daerah dipergunakan untuk pembebasan lahan. Sedangkan APBN untuk pembangunan bandara. Provinsi Kalimantan Timur memiliki garis perbatasan negara RI_- Malaysia sepanjang 1.038 kilometer. Garis perbatasan ini membentang mulai dari Kabupaten Nunukan, Malinau dan Kutai Barat.

Rabu, 03 November 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 3 NOPEMBER 2010

BNPB 'Memble', DPR Salut Kepada TNI di Merapi

Oleh: Moh Anshari
Nasional - Selasa, 2 November 2010 | 17:11 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso mengungkapkan fungsi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kelimpungan menangani korban letusan Merapi di Yogyakarta.

"Di lapangan, instrumen BNPB agak kedodoran dalam melakukan koordinasi. Dibanding dengan priode lalu ada kemajuan, tapi koordinasi dengan BNPB di daerah agak kelimpungan mengatasi pengungsi," kata Priyo di Geung DPR, Selasa (2/11/2010).

Fakta ini dibeberkan Priyo sebagai "oleh-oleh" dari hasil kunjungan dirinya dan beberapa anggota DPR ke tempat pengungsi, kemarin (Senin, 1/11/2010). Sebaliknya, dalam kesempatan itu, Priyo memuji kesigapan prajurit TNI AD yang lebih lincah menangani para pengungsi Merapi ketimbang BNPB. "Kami memuji kesigapan prajurit TNI AD. Mereka pintar sampai bikin dapur umum dan terlatih memasak," katanya.

Politisi Partai Golkar ini mulai berpikir akan melibatkan TNI dalam penanganan bencana. "Selama ini kita tidak melibatkan tentara terlatih. Selama ini terlupakan, kami berpikir ke depan perlu memberdayakan prajurit," katanya.

Berdasarkan pantauannya di lokasi pengungsian, Priyo menilai penyediaan logistik makanan sudah mencukupi. Namun, para pengungsi banyak yang kekurangan tempat tidur dan selimut. "Penyediaan MCK juga masih kurang. Perlu ditambah," katanya. [TJ]

TNI AL Terjunkan 5 Kapal Perang ke Mentawai

Selasa, 02 November 2010 , 18:01:00 WIB Laporan: Widya Victoria
RMOL. Sebanyak sebelas kapal perang dan satu pesawat udara TNI AL jenis Cassa serta sedikitnya 2145 personel TNI Angkatan Laut dikerahkan untuk menangani berbagai bencana yang menimpa tanah air akhir-akhir ini.

Demikian keterangan tertulis Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, yang diterima Rakyat Merdeka Online, hari ini (Selasa,2/11). Disebutkan, untuk menangani musibah tsunami di Kepulauan Mentawai, lima unsur kapal perang dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat telah dikerahkan untuk mengangkut berbagai jenis bahan makanan, obat-obatan, selimut, tenda, pakaian, kendaraan truk, ambulans dan personel, dalam rangka melaksanakan operasi tanggap darurat membantu meringankan derita warga Kepulauan Mentawai. Kelima unsur kapal perang tersebut adalah KRI Imam Bonjol-383, KRI Teluk Gilimanuk-531, KRI Teluk Peleng-535, KRI Teluk Sabang-544, dan KTI Teluk Cirebon-543, dan sebuah unsur dari Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yaitu KRI Teluk Manado-537.

Sedangkan pesawat Cassa TNI AL dari Satuan Udara Armada RI Kawasan Barat diperbantukan untuk melaksanakan dropping bahan makan dari udara ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau transportasi lainnya.Selain di Mentawai, prajurit TNI AL juga diterjunkan untuk membantu operasi tanggap darurat musibah meletusnya Gunung Merapi di Sleman, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 160 prajurit TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta dikerahkan menangani warga yang tertimpa musibah tersebut.

Menurut Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, dikerahkannya alutsista termasuk pengerahan prajurit TNI AL sebagai satgas penanggulangan bencana di tanah air, merupakan perwujudan dari tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). “Satgas ini dibentuk guna membantu misi kemanusiaan bagi korban gempa dan tsunami,” kata Kadispenal. Para personel TNI AL ini, lanjut Kadispenal, selain mengoperasikan rumah sakit terapung pada KRI dr. Soeharso-990 atau mendirikan rumah sakit lapangan di tempat-tempat pengungsian, juga melaksanakan SAR untuk mencari warga yang hilang maupun tewas, serta mendistribusikan bahan bantuan. [wid]

SBY Instruksikan Investigasi Cepat dan Transparan

SENIN, 01 NOVEMBER 2010 | 16:06 WITA | 29350 Hits

JAKARTA -- Presiden SBY menginstruksikan agar investigasi terhadap kasus dugaan kekerasan yang melibatkan prajurit TNI di Papua dilakukan secara cepat dan transparan. ini disampaikannya saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, siang tadi (Senin, 1/11).

"Pada tanggal 22 Oktober, hampir sepuluh hari yang lalu, saya sudah mengeluarkan instruksi terhadap pejabat terkait, termasuk Panglima TNI dan Menhan agar instruksi itu dijalankan," kata SBY

Kekerasan yang dilakukan tentara diakuinya memang sering dilakukan tentara di negara lain, tapi itu bertujuan menjaga kedaulatan. Presiden juga mengatakan, siang tadi dirinya memperoleh informasi bahwa dalam waktu dekat akan digelar pengadilan terhadap kasus kekerasan di Papua. Untuk itu, ia meminta agar proses pengadilan bisa dilaksanakan secara baik dan profesional.

"Jatuhkan sanksi sesuai tingkat dan kesalahannya, tidak boleh ada istilah korban mengorbankan, keadilan sangat penting," ucapnya memperingati.

"Ingat, anggota TNI di Papua menjalankan tugas negara meskipun dalam mengerjakan tugas negara itu harus menghormati hukum dan sistem militer," sambungnya. (wid/rmol)

Bersama TNI Bangun BLC di Entikong

Rabu, 03 November 2010 | 01:38 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, Jakarta - PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendirikan Broadband Learning Center (BLC) di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, akhir Oktober 2010. Pendirian BLC di wilayah terdepan Republik Indonesia ini merupakan komitmen dan kepedulian TELKOM akan pembangunan kawasan yang secara geopolitis sangat strategis. Rumah Pintar di Entikong yang dikelola TNI dengan melibatkan masyarakat sangat tepat untuk memajukan pendidikan non-formal. TELKOM bekerjasama dengan Komando Distrik Militer 1204 TNI-AD Sanggau dan pengelola Rumah Pintar untuk mewujudkan lab komputer didukung akses internet broadband menjadi BLC. TELKOM juga melakukan pelatihan ketrampilan dan pengetahuan internet untuk memudahkan akses informasi.

Menurut Vice President Public and Marketing Communication TELKOM, Eddy Kurnia, kebijakan program Corporate Social Responsibility TELKOM di sektor pendidikan diarahkan untuk berperan dan berupaya membangun masyarakat yang cerdas dan kreatif. TELKOM kini sedang bertransformasi ke bidang Telecommunication-Information- Multimedia-Edutainment (TIME). Untuk itu TELKOM mengembangkan berbagai program strategis pendidikan yang berkelanjutan, antara lain: Internet Goes to School, e-Learning, Smart Campus, Bagimu Guru Kupersembahkan, pembangunan BLC termasuk di pulau-pulau terluar, Santri indigo, Kreasi Konten dan Aplikasi, Program Cooperative Education dan lain-lain.

Panglima TNI Terima Panitia Pameran Indodefence

Selasa, 2 November 2010 - 20:27 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. menerima audiensi ketua panitia penyelenggara pameran International Indodefence 2010 Expo and Forum Marsda (Purn) Koesnadi Kardi dan staf di ruang tamu Panglima TNI Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (2/11).

Pada kesempatan tersebut Panglima TNI mengatakan bahwa TNI akan berperan aktif dalam mengoptimalkan penyelenggaraan International Indodefence 2010 Expo and Forum dengan menampilkan beberapa karya riset dan Litbang TNI yang bekerja sama dengan badan-badan Litbang Nasional baik swasta maupun BUMN. Dengan adanya pameran tersebut, diharapkan di masa datang TNI dapat mengembangkan industri alutsista dan perlengkapan militer produksi dalam negeri untuk kemandirian bangsa, serta mengurangi ketergantungan alutsista TNI baik matra darat, laut dan udara dari negara lain.

Pameran International Indodefence 2010 Expo and Forum akan dilaksanakan di Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta pada 10-13 November 2010 diikuti 150 peserta dari 17 negara yang berasal dari berbagai kawasan di dunia. Presiden RI Dr. Susilo Bambang Yudhoyono direncanakan akan membuka secara langsung pameran yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali.

Pada kesempatan itu juga Panglima TNI akan membuka seminar yang bertema “Pendayagunaan industri dalam negeri untuk meningkatkan pertahanan nasional.” (puspen/syamsir)

Pengamanan untuk Obama Libatkan Anti Teroris

Oleh: Laela Zahra
Nasional - Selasa, 2 November 2010 | 19:53 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pengamanan untuk Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama dan Presiden Austria Heinz Fischer akan melibatkan pasukan anti teror dari Mabes Polri.

Pelaksanaannya dikoordinasikan dengan aparat TNI. "Polri dan TNI akan mengamankan termasuk dari segi anti teror," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen. Pol. Ketut Untung Yoga, di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (2/11/2010).

Polri bersama TNI, lanjutnya, akan mengupayakan pengamanan kedatangan Obama sekaligus Presiden Austria, dari ancaman terorisme yang mungkin menganggu keselamatan kedua kepala pemerintahan tersebut.

Komando pengamanan kedatangan Presiden AS dan Presiden Austria itu sepenuhnya berada di bawah kendali Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Polri dan TNI, hanya sebagai unsur pendukung pengamanan.

"Pengamanan Polri terutama terhadap pengamanan rute lalu-lintas dan pengamanan keamanan di area publik. Lokasi pengamanannya masih dirapatkan," imbuh Yoga.

Obama dijadwalkan berada di Jakarta pada 9-10 November 2010. Setelah Obama, Presiden Austria juga berkunjung ke Jakarta.

Bedah Rumah Pemkot dan TNI

Rabu, 03 November 2010
WARUNG CONTONG,(GM)-
Pemerintah Kota Cimahi bersama Tentara Manunggal Satata Sariksa (TMSS) terus memerangi permukiman kumuh dan padat penduduk dengan melakukan bedah rumah.

Seperti bedah 9 rumah di RW 07 Kel. Padasuka, Kec. Cimahi Tengah, pada 12 Oktober-1 November. Sebelumnya, pemkot melalui program P2WKSS telah membedah 4 unit rumah di lokasi yang sama pada September lalu.

Wali Kota Cimahi, H.M. Itoc Tochija menyampaikan, saat ini jumlah permukiman dan rumah penduduk yang tidak layak huni mencapai 10%. Sehingga, target bedah rumah setiap tahunnya maksimal 1.000 rumah.

"Jika ada 100.000 rumah, maka 10% masih terdapat rumah yang tidak layak huni. Sehingga, target bedah rumah setiap tahunnya maksimal 1.000 rumah, kalau 150 rumah/tahun tidak akan maksimal," kata Itoc usai upacara pencanangan TMSS dan Hari Kesatuan Gerak PKKKB Kesehatan Kota Cimahi, di Lapangan Tembak, Pusdikif, Jln. Warung Contong, Selasa (2/11).

Ia menyatakan, kendati target bedah rumah tidak terpenuhi pada 2010, paling tidak Pemkot Cimahi mengupayakan perbaikan sanitasi di permukiman padat penduduk.

"Pemkot telah membangun 15 MCK (mandi cuci kakus) dan septic tank komunal yang dibuat di lima lokasi di permukiman padat. Pembangunan tersebut tidak lain sebagai upaya untuk memperbaiki sanitasi lingkungan," paparnya.

Komando Distrik Militer (Kodim) 0609/Kab. Bandung, Jauhari Agus Suraji menyampaikan, program bedah rumah di Kel. Padasuka merupakan upaya TMSS dalam membantu pemerintah untuk percepatan pembangunan di desa tertinggal.

Bentuk kegiatan di antaranya membedah rumah-rumah kumuh, juga membuat jalan yang masih terisolasi.

"Kami berupaya membantu pemda dalam percepatan pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat kecil, seperti rumah layak huni dan pembangunan jalan," katanya.

Saat ini, TMSS sudah membedah 9 unit rumah, dan tahap pembangunannya telah mencapai 88%. "Selain program bedah rumah, sekaligus pencanangan gerakan KB dalam program TKK (Tentara KB Kesehatan)," ujarnya seraya menambahkan, program TMSS sudah lama berjalan dan merupakan program secara nasional untuk percepatan pembangunan di kota/kabupaten. (B.109)**

Kepanikan Saat Lion Air Tergelincir


Rabu, 3 November 2010 | 04:10 WIB

Tommy for Tribun Pontianak
Para penumpang Lion Air saat dievakuasi setelah pesawat itu tergelincir di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (2/11).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Sebagian besar penumpang pesawat Boeing 737-400 Lion Air panik dan histeris ketika pesawat mendarat dengan keras (hard landing) di Bandara Supadio Pontianak, Selasa (2/11/2010) sekitar pukul 11.18 WIB.

Pesawat yang membawa 167 penumpang dan enam kru tersebut kemudian tergelincir keluar landasan. Semua penumpang selamat, tak ada yang terluka serius. Namun, pesawat dengan nomor penerbangan JT 712 itu mengalami kerusakan parah.Akibat insiden ini, Bandara Supadio sempat lumpuh selama delapan jam. Bandara ditutup pukul 11.25 dan baru dibuka pukul 19.45. Pesawat yang berangkat malam itu antara lain yang mengangkut jamaah calon haji menuju Batam.Direktur Teknik dan Operasi PT Angkasa Pura II, Salahudin Rafi, menjelaskan, pesawat dengan registrasi PK-LIQ tersebut berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 10.00 dan saat mendarat di Bandara Supadio mengalami crash di ujung runway 15.

"Pesawat mengalami over shoot atau melaju melebihi runway. Posisi kecelakaan ada di area RESA (Runway End Safety Area)," kata Rafi. Landasan Bandara Supadio memang tergolong pendek, yakni hanya 2.250 meter."Akibat insiden tersebut, roda depan pesawat patah, main gear amblas, engine rusak, dan pesawat terjerembab di tanah ujung landasan," jelasnya. Pengamatan Tribun, sayap kiri pesawat juga rusak berat.Satu di antara penumpang, Tatang Dimyati (54), yang dihubungi Tribun Pontianak di Bandara Supadio, mengatakan, saat pesawat mendarat, terjadi hentakan keras dan terdengar bunyi keras pada pesawat.

"Saat mendarat dan menyentuh aspal, pesawat sempat berjalan tidak lurus, berbelok ke kiri dan ke kanan. Hampir semua penumpang panik dan berteriak keras," kata pegawai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta yang hendak ke Sambas mengikuti suatu kegiatan ini.Hal yang sama diungkapkan penumpang lain, Imron Rosadi (42), yang duduk di kursi 12 F. Ia mengatakan, saat landing pesawat terasa kuat menghempas."Saya melihat asap dari jendela pesawat saat akan mendarat, seperti awan yang menggumpal. Penumpang sangat terkejut serta berteriak Allahu Akbar, Astaghfirullah," tuturnya.

Pegawai dari Kementerian Sosial yang bersama tujuh rekannya hendak ke perbatasan Kalbar untuk memberikan bimtek ke masyarakat setempat ini, syok dan mencoba keluar melalui pintu darurat bersama penumpang lain.Menurut Imron, tidak ada pengumuman bahwa pesawat akan mendarat darurat. "Inisiatif dari para penumpang sendiri yang membuka pintu darurat serta turun dari pintu tersebut," katanya.Ani S, satu di antara PNS Kementerian Sosial, mengungkapkan saat dirinya turun dari pintu darurat, ia melihat pesawat sudah menyentuh tanah. "Setengah badan pesawat sudah berada di tanah dan kami saat turun sudah menginjak lumpur," ungkapnya.

Bunyi Letupan
General Manager Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak, Normal Sinaga, mengatakan, terkait fasilitas di Bandara Supadio tidak ada masalah dan semua dalam kondisi baik. Menurutnya, kemungkinan karena faktor cuaca, pesawat mengalami over shoot sehingga keluar landasan. Normal menyatakan tidak mengetahui adanya bunyi letupan seperti yang diceritakan penumpang. Ban tidak ada yang pecah, sayap pun tidak ada yang patah.

"Asap mungkin akibat pengereman yang luar biasa. Kondisi penumpang tentunya kaget. Saat evakuasi, kita lihat tidak ada yang terluka dan secara emosi memang syok," ujarnya. Penyebab insiden, kata Normal, sejauh ini belum bisa dipastikan, karena masih menunggu hasil investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).KNKT sendiri untuk sementara mengategorikan tergelincirnya pesawat Lion Air di Bandara Supadio sebagai insiden serius.

"Untuk sementara karena kami belum memperoleh data lengkap, peristiwa itu setidaknya insiden serius bukan kecelakaan," kata Kepala Sub Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Udara, KNKT, Masruri, saat dihubungi di Jakarta, Selasa. Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Supadio Pontianak, saat pesawat Lion Air mendarat memang sedang turun hujan. Tapi, tidak ada cuaca ektrem seperti angin kencang.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Bandara Supadio Pontianak, Sri Ningsih, mengatakan, hujan turun sejak pukul 09.25 hingga siang. Saat pesawat mendarat, angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 4 knot, curah hujan 12 mm, jarak pandang 6 km, dan temperatur 24 derajat Celcius."Sebenarnya, dilihat dari angin dari visibility, aman. Tapi, kami tidak bisa menyimpulkan, kami hanya memberikan informasi data," ujar Sri.

Akibat insiden ini, jadwal keberangkatan dan kedatangan sejumlah penerbangan terganggu. Kedatangan para tamu untuk menghadiri sertijab Pangdam XII Tanjungpura dan keberangkatan CJH kloter 23 menuju embarkasi Batam pun mengalami penundaan. Seperti yang dituturkan Dandim 1201 Mempawah Letkol Inf Parlindungan Sirait, Seladsa kemarin dijadwalkan tiga jenderal dari TNI AD yang tiba di Pontianak untuk menghadiri sertijab Pangdam Tanjungpura pada Rabu (3/12) ini.

"Rencananya yang datang yakni Dankodiklat Letjen TNI Budiman, Pangdam Jaya Mayjen TNI Marciano Norman, dan Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Amril Amir, tapi akhirnya ditunda," kata Dandim Mempawah. "Pesawat yang akan mereka tumpangi sudah di-cancel dua kali. Kasihan juga beliau capek karena sudah menunggu sejak pukul 11.00 di Bandara Soekarno-Hatta," kata Parlin.Hal yang sama juga dialami Danlanud Supadio, Letkol Pnb Imron Baidirus, yang dijadwalkan berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda pada pukul 17.00 WIB, akhirnya ditunda hingga pukul 21.00 WIB

Tarik Pesawat
GM PT Angkasa Pura II Bandara Supadio, Normal Sinaga, yang dihubungi Tribun pukul 21.30, mengungkapkan, bandara sudah dibuka sejak pukul 19.45. "Hanya beberapa penumpang sudah pada pulang. Saat ini tim dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang melakukan pemeriksaan. Rencananya pesawat akan kita tarik," ujarnya.

Tim KNKT tiba di Bandara Supadio sekitar pukul 17.00 untuk memeriksa lebih jauh insiden tergelincirnya pesawat Lion Air tersebut. Tiga investigator yang dikirim KNKT adalah adalah Capt Nurcahyo (Investigator in Charge), Fahrudin, dan Markus Totok. Kepala Operasional Bandara Supadio Pontianak, Irma Dani, yang dihubungi terpisah, mengatakan, alat yang dikirimkan dari Jakarta untuk mengevakuasi pesawat naas tersebut, lanjut Irma sudah tiba sekitar pukul 18.00 WIT. Namun karena kondisi ban yang terbenam di dalam tanah gambut, membuat evakuasi sulit dilakukan.

"Alat sudah tiba, saat ini masih dilakukan evakuasi. Tapi ada kendala karena rodanya yang terbenam di tanah gambut membuat pesawat itu sulit diangkat ke permukaan, dan begitu juga menarik pesawat kembali ke landasan pacu," jelas Irma. Evakuasi pesawat, menurut Irma, membutuhkan waktu yang cukup lama. "Secara teknis itu makan waktu 4 jam untuk mengangkat roda yang terbenam, lalu mengangkatnya lagi ke landasan pacu. Jadi, mungkin saja ini bisa sampai subuh," ujarnya.Irma meminta maaf atas penundaan beberapa jadwal keberangkatan akibat insiden tersebut. Irma memastikan, Rabu ini bandara akan beroperasi lebih cepat dari biasanya. "Kita akan buka lebih cepat satu jam pukul 05.00," tegasnya.

Akibat insiden tersebut, terdapat beberapa maskapai yang terganggu proses penerbangannya. Menurut GM Bandara Supadio, Normal Sinaga, "Dari Pontianak ke Jakarta ada dua, Batavia dan Lion. Dari Jakarta ke Pontianak ada Garuda, Sriwijaya, Batavia, dan Lion."Beberapa maskapai memutuskan untuk membatalkan penerbangannya, yakni Batavia, Garuda, dan Kalstar. "Penumpang yang batal berangkat kita kembalikan tarif jasa pelayanan atau passenger services charges sebesar Rp 30 ribu. Ada sekitar ratusan orang," katanya.Normal menyatakan, jamaah haji asal Kalbar telah diberangkatkan usai KNKT menyatakan Bandara Supadio layak digunakan. "Jamaah haji tadi menggunakan pesawat Lion Air yang membawa tim KNKT dari Jakarta," katanya.

Pelayanan Garuda
Menanggapi pembatalan penerbangan tersebut, sejumlah maskapai berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi penumpangnya. Garuda, misalnya, memberikan pelayanan prima kepada para penumpang. "Hampir semua penerbangan kita tertunda. Penerbangan pukul 12.55 terpaksa dibatalkan. Meskipun bukan kesalahan maskapai, kita tetap berikan service kepada penumpang. Mereka yang ingin membatalkan penerbangan kita kembalikan uangnya secara utuh," ujar GM Garuda Indonesia Cabang Pontianak, Wempie Ohouiwutun, kepada Tribun.

Tak hanya itu, Garuda juga menyiapkan pelayanan berupa makan siang dan makan malam gratis bagi penumpang yang menyatakan tetap menunggu untuk diberangkatkan. "Kita lihat animo masyarakat kepada Garuda begitu besar. Kita tadi berangkatkan penumpang sebanyak 133 orang pukul 21.00. Rencananya mendarat di Jakarta 22.45," katanya, Selasa malam. Upaya serupa juga dilakukan Sriwijaya Air. District Manager Sriwijaya Air Pontianak, Hermawan, menyatakan, terdapat lima penerbangan yang dibatalkan akibat kondisi nahas Lion Air.

"Ada dua penerbangan tujuan Pontianak-Jakarta yang dibatalkan dan tiga penerbangan dari Jakarta-Pontianak yang dibatalkan," ujarnya. Dua penerbangan tujuan Jakarta yang dibatalkan yakni pukul 12.35 dan 16.20. Sriwijaya juga memberlakukan hal serupa. Mereka memberikan makan siang dan malam kepada penumpang yang bertahan di bandara. (isf/hdi/iin/sgt)

Selasa, 02 November 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 2 NOPEMBER 2010

Merapi Meletus, Rapat KSAD Bubar

Senin, 1 November 2010, 10:39 WIB
Ismoko Widjaya
VIVAnews - Sekitar pukul 10 pagi ini, Merapi kembali meletus dan mengeluarkan awan hitam pekat dari puncak. Saat letusan ini, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta, berada di Posko Induk, di Pakem, Yogyakarta.

Pantauan VIVAnews.com, George Toisutta sedang memberikan imbauan kepada para bawahannya. Tiba-tiba, di puncak gunung Merapi terjadi letusan yang mengeluarkan awan hitam pekat ke arah selatan.

Pertemuan George Toisutta dan jajarannya langsung bubar. George Toisutta dan para bawahannya keluar melihat puncak Merapi yang mengeluarkan awan hitam pekat. Toisutta paling terakhir keluar dari posko yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Merapi.

"Letusan, letusan, letusan," teriak seorang warga. Suasana panik, peserta rapat langsung keluar. Tapi tak berapa lama kemudian, Toisutta kembali memimpin pertemuan di dalam Posko yang didirikan Korem itu.

Pada letusan 26 Oktober, 'wedhus gembel' menewaskan sekitar 37 orang. Pada Minggu 31 Oktober dini hari sempat terjadi dentuman yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Pada Minggu petang juga terjadi empat kali awan panas.
Laporan: Fajar Sodiq l Sleman

5 Anggota TNI Tersangka Penganiayaan di Papua

INILAH.COM, Jakarta -Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengungkapkan pelaku tindak kekerasan terhadap warga Papua oleh dua orang berseragam TNI sudah dijadikan tersangka. Mereka berjumlah lima orang.

Tindakan kekerasan itu terlihat dari rekaman video yang tersebar luas di internet. "Soal video, hari ini penyerahan berkas perkara kepada oditur militer. Ada lima tersangka," kata Agus Suhartono sesaat sebelum sidang paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (1/11/2010).

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Kantor Presiden mengatakan warga yang dianiayai itu diduga terkait gerakan separatisme Papua. Kasus ini bagaimanapun harus diselesaikan secara hukum. "Kita harus melakukan langkah semestinya, bukan ditekan tapi karena harus," kata Presiden.

Presiden mengaku telah mengeluarkan instruksi kepada pejabat terkait termasuk panglima TNI dan Menteri Pertahanan. Presiden berharap ketika menjalankan instruksi agar semuanya transparan dan akuntable dan mesti dilakukan percepatan, jangan business as usual (bertindak seperti biasa).

Sebelumnya, dunia internasional ramai membicarakan hal tersebut. Warga Australia misalnya mendesak Perdana Menteri Australia Julia Gillard untuk menekan Indonesia soal tindakan kekerasan itu. Namun, menurut Presiden, tidak ada tekanan dari luar yang bisa menggerakan hukum di Indonesia. "Tidak boleh ada tekanan dari manapun." [TJ]

Anggota TNI tidak kebal hukum, kata Presiden

Diperbaharui November 2, 2010 08:29:11
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, tidak ada kekebalan hukum bagi anggota TNI sesudah ditayangkannya sebuah video yang menunjukkan oknum-oknum TNI menyiksa warga sipil di Papua. Presiden mengatakan dalam rapat mingguan kabinet bahwa tentara yang terlibat akan dihukum.

Pernyataan Presiden itu diberikan menjelang kunjungan Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, hari ini. Panglima TNI Agus Suhartono mengatakan, lima tersangka sudah diidentifikasi dan jati diri mereka sudah diserahkan kepada Kejaksaan Militer.

Video tersebut, yang ditayangkan melalui internet, menunjukkan dua orang Papua ditendangi dan disiksa ketika diinterogasi. Hal itu menyusul tuduhan serupa terhadap Densus 88 yang dibiayai Australia.

Densus 88 dituduh telah menyiksa para aktivis politik yang menggelar aksi secara damai di Maluku.

PKS Usul Militer Pegang Komando Penanganan Bencana

Senin, 01 November 2010 21:01 WIB 2 Komentar Penulis : Dinny Mutiah
JAKARTA--MICOM: Fraksi Partai Keadilan Sejahtera mengusulkan agar militer memegang komando penanganan bencana alam. Konsekuensinya adalah penambahan anggaran alutsista untuk TNI.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI dari FPKS Anis Matta kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/11).

"Penyelesaian untuk bencana itu kita ada BNPB, ada PMI. Ada bencana relatif tinggi dan unpredictable sebaiknya itu diserahkan semuanya pada militer. Yang sipil juga tergantung pada sipil," ujarnya.

Peningkatan anggaran TNI akan lebih diperhatikan, sahut dia, jika misi kemanusiaan ditingkatkan. Ia menampik jika hal itu menunjukkan kelemahan penanganan bencana oleh sipil. Penanganan bencana oleh militer diharapkan bisa dilakukan lebih cepat.

"Lebih kepada ketergantungan sarana secara umum. Tadi, ide ini disampaikan rapat informal kepada menkeu. Penambahan anggaran militer untuk menambah sarana dikaitkan dengan misi kemanusiaan," sahutnya.

Ia juga mengusulkan adanya barak permanen untuk daerah yang sering tertimpa bencana. Hal ini didapat berdasarkan diskusi antara Presiden PKS Luthfi Hassan dan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X.

"Kita berorientasi pada solusi yang permanen. Itu harus ada barak. Bencana itu selalu akan ada, terlalu besar tidak, terlalu kecil tidak. Saya perhitungkan sepuluh hingga dua puluh ribu. Mereka bisa tahu langsung ketika bencana itu datang," tandasnya. (OL-3)

Anggota TNI Jadi Otak Pelakunya

1-Nov-2010
indosiar.com, Lumajang - Sindikat penggelapan mobil rental, yang belakangan meresahkan pemilik rental mobil di Lumajang, Jawa Timur, akhirnya diungkap polres setempat. Tiga dari lima pelaku sindikat pengelapan sepesialis mobil rental ditangkap, salah satu tersangka adalah anggota TNi Angkatan Darat. Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan lima buah mobil.
Tersangka pelaku penggelapan mobil rental di Lumajang, ini masing-masing bernama Harto Cahyono, Agus Sugiyanto, dan Haerno. Salah satu tersangka yakni Harto Cahyono, masih berstatus anggota TNI aktif Angkatan Darat berpangkat Praka, di Korem 083 Malang. Harto juga yang jadi otak tindak kriminal ini.

Kasus ini terungkap saat polisi curiga dengan sejumlah mobil yang diparkir di depan Hotel Lumajang, Sabtu (30/10/10) pekan lalu. Setelah melakukan pengintaian, jajaran Polres Lumajang langsung menangkap pelaku bersama barang bukti lima unit mobil. Yakni 2 unit mobil Avanza, 2 unit mobil Xenia, serta 1 unit mobil Inova.

Sementara itu menurut salah satu tersangka, yakni Agus Sugiyanto, walaupun saat penangkapan, dirinya berada di Hotel Lumajang bersama tersangka lainnya, tapi ia tidak tahu-menahu soal jaringan sindikat tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, penggelapan mobil ini menggunakan modus menyewa mobil di tempat sewa mobil, lalu dibawa kabur. Plat nomor dan STNK mobil diganti untuk menghindari sergapan polisi.

Untuk kepentingan pemeriksaan, para tersangka dijebloskan ke tahanan Polres Lumajang. Polisi masih memburu dua pelaku lainya, yakni David, warga Waru Sidoarjo dan Samsul Arifin, warga Sumbersuko, Dringu Probolinggo. (Nursalim/Sup)

Kasdam V Brawijaya Tukar Posisi dengan Wakapuspen TNI

Senin, 01/11/2010 16:50 WIB
Rois Jajeli - detikSurabaya
Surabaya - Mutasi jabatan di lingkungan Kodam V Brawijaya kembali bergulir. Setelah jabatan Pangdam, kini Kepala Staf Kodam V Brawijaya juga ikut diroling. Mutasi jabatan dua bintang ini boleh dibilang hanya tukar kursi saja. Brigjen TNI Avianto Saptono yang sebelummnya menjabat sebagai Kasdam V Brawijaya dimutasi menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat Penerangan (Puspen) Mabes TNI, mengantikan Brigjen TNI Setyo Sularso. Sedangkan Setyo akan menganntikan Saptono sebagai orang nomor dua di lingkungan Kodam V Brawijaya.

Sertijab Kasdam ini dipimpin langsung oleh Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Gatot Nurmantyo di Makodam, Jalan Hayam Wuruk, Senin (1/11/2010). Dalam rilis yang diterima detiksurabaya.com, Pangdam V/Brawijaya mengamanatkan, tantangan yang dihadapi di masa datang bukan semakin ringan. Berbagai fenomena yang timbul di masyarakat, telah mempengaruhi kehidupan prajurit. Bahkan ada kelompok-kelompok tertentu yang berusaha dengan berbagai cara untuk melemahkan sendi-sendi kehidupan.

"Ini harus disikapi dengan arif dan bijaksana agar dapat mengurangi serta mencegah semakin kompkleknya permasalahan. Jangan setiap permasalahan dipandang sebagai beban pekerjaan yang dapat menghambat pencapai tugas organisasi, tapi harus disikapi dan ditangani secara proporsional sesuai tugas dan kondisi lingkungan yang berkembang," kata Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Gatot Nurmantyo. Dengan berbekal sebagai personel penerangan, Brigjen TNI Setyo diharapkan dapat membantu Pangdam berjuang bersama anggotanya serta masyarakat Jatim lainnya. "Untuk mengatasi segala permasalahan yang terjadi di wilayah Jatim, khususnya mengenai keamanan dan ketrentaman yang selama ini dirasakan sangat kondusif," jelasnya.

Pengamanan Kunjungan Obama Hanya di Jakarta


Senin, 1 November 2010 - 18:40 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan dalam pengamanan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia jumlah titik pengamanannya dikurangi, karena kedatangan hanya di Jakarta. Itu disampaikan Agus sebelum mengikuti Rapat Paripurna yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (1/11). “Kami sudah mengaktifkan kembali pasukan pengamanan yang dulu pernah dibekukan karena Obama menunda kunjungannya ke Indonesia,” tutur Agus.

Ia mengatakan dalam pengamanan kedatangan Obama ke Indonesia pengamanan dari mulai Ring I karena pengamanannya juga melibatkan pasukan pengamanan presiden untuk pengamanan VVIP. “Jadi pengamanan mereka (AS) bekerjasama dengan kita karena kita yang tahu wilayahnya,” tutur Agus.

Sebelumnya, Obama akan berada di Indonesia dari mulai tanggal 9-10 November setelah kunjungannya ke Indonesia. Agenda Obama sendiri selama berada di Indonesia selain akan bertemu dengan Presiden SBY juga pada tanggal 10 November bertepatan dengan hari Pahlawan akan mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, termasuk juga akan berkunjung ke Mesjid Istiqlal.

Kunjungan ke Istiqlal ini merupakan presiden AS kedua dari Partai Demokrat yang berkunjung ke Istiqlal, karena sebelumnya Presiden Bill Clinton juga pernah berkunjung ke tempat yang sama. (johara/dms)

Intel Kodim Dibunuh

Selasa, 02 November 2010 , 03:48:00

LAMPUNG - Anggota Intel Kodim 0411 Lampung Tengah Sersan Kepala (Serka) Nepio Mardiyanto (47) ditemukan tewas pukul 06.30 Wib, Senin (1/11). Korban diduga menjadi korban pembunuhan. Mayat korban ditemukan di Desa Giriklopomulyo, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, tepatnya di tepi jalan raya yang berjarak 100 meter dari SMPN 4 Sekampung. Saat ditemukan, pada tubuh korban terlihat luka di bagian dahi, telinga, pelipis, dan jeratan di leher. Kapolres Lamtim AKBP Bambang Haryanto melalui Kapolsek Sekampung AKP Sardan Kemala menjelaskan, mayat korban kali pertama ditemukan Purwanto, warga setempat, saat sedang mencari makanan burung.

Ketika melihat ada sesosok tubuh manusia tergeletak di tepi jalan, Purwanto langsung melaporkannya ke pamong desa setempat. Mendapat laporan tersebut, pamong desa meneruskannya ke Mapolsek Sekampung. Berdasarkan laporan pamong, petugas mapolsek langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Saat melakukan olah TKP, petugas Polsek Sekampung tidak menemukan identitas korban. Petugas hanya mendapatkan sepasang sandal kulit, kacamata, jam tangan, uang tunai Rp1,2 juta, batu, dan kayu.

Identitasnya akhirnya diketahui saat mayatnya dibawa ke Puskesmas Sekampung. Saat itu, ada salah seorang anggota Koramil Sekampung yang mengenal korban yang diketahui tinggal di Desa Banjarrejo, Kecamatan Batanghari, Lamtim. Karenanya, petugas Polsek Sekampung kemudian menghubungi keluarga korban. Selanjutnya, mayat korban dibawa ke RSU Achmad Yani Kota Metro untuk divisum. Berdasarkan hasil visum, korban diperkirakan telah meninggal sejak 12 jam sebelum ditemukan.

Selain itu diketahui terdapat luka memar di mata kanan, luka robek di alis, telinga kanan hampir putus, dan tanda merah di bagian leher akibat jeratan. Jenazah bapak yang memiliki satu putra dan dua putri ini kemudian dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Desa Banjarrejo dengan upacara militer yang dipimpin Dandim 0411 Lamteng Letkol Rahmadi Saragih pukul 13.30 WIB. ’’Guna menyelidiki kasus tersebut, kami telah meminta keterangan Heri (32) yang diduga mengetahui identitas pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas. Sebab sebelum ditemukan tewas, korban diketahui pergi bersama Heri dengan mobil minibus Isuzu Panther bernomor polisi B 7497 NM,” terang AKP Sardan.

Saat dimintai keterangan di Mapolsek Sekampung, Heri menceritakan Minggu (31/10) malam lalu dia memang pergi bersama korban dengan mengendarai minibus Isuzu Panhter menuju Kecamatan Sekampung. Kemudian, mereka memarkirkan kendaraannya di depan salah satu minimarket yang ada di tepi Jalan Raya Kecamatan Sekampung. Saat berhenti tersebut, tiba-tiba ada sebuah sepeda motor Honda Revo Absolute menabrak mobil korban dari arah belakang sekitar pukul 00.30 WIB. Mengetahui mobilnya ditabrak, korban langsung turun dan mengajak pengemudi sepeda motor untuk menyelesaikan peristiwa tersebut ke Mapolsek Sekampung. Namun, si pengemudi sepeda motor menolak dan mengajak korban ke rumahnya untuk berdamai.

Permintaan tesebut dituruti korban, sementara Heri diminta menunggu di dalam mobil. Namun hingga pukul 03.30 WIB, korban tidak kembali sehingga Heri memutuskan untuk pulang ke Batanghari dengan membawa mobil korban. ’’Saat ini kami berusaha mencari pengemudi sepeda motor Honda Revo tersebut. Sebab, dia yang terakhir bersama korban,” papar AKP Sardan. Sementara di rumah duka, hingga kemarin istri serta putra dan putri korban masih belum bersedia memberikan keterangan kepada para wartawan. ’’Harap maklum Mas, mereka masih shock,” ujar Ruli (34), adik ipar korban.

Oknum TNI-Mahasiswa Baku Hantam
Sementara karena masalah sepele, diduga oknum TNI Serda Su (25) terlibat baku hantam dengan mahasiswa Unila, Fauzan Arif (21), pukul 13.00 WIB kemarin di pelataran Balai Bahasa Universitas Lampung. Baku hantam itu tak hanya mengakibatkan Fauzan babak belur. Seorang mahasiswa fakultas pertanian yang belum diketahui namanya juga babak belur akibat dikeroyok 10 rekan Su.

Anggota Satpam Unila Suraya menuturkan, peristiwa bermula saat Fauzan sedang kursus bahasa Inggris di Balai Bahasa. Di kelas itu ada seorang mahasiswi, Puteri (21), yang juga ikut kursus. Ketika itu, Fauzan membuat kegaduhan. Ini membuat Puteri menegurnya. Namun, teguran itu dirasakan kasar oleh Fauzan. Tak terima teguran itu, Fauzan menantang pacar Puteri untuk berkelahi. Rupanya, tantangan tersebut diterima Puteri. Dia menelepon pacarnya, Su.

Dengan masih berseragam TNI, Su menunggu di depan pelataran parkir Balai Bahasa. Kemudian terjadilah adu mulut dan perkelahian antara Fauzan dengan Su. Akibatnya, Fauzan menderita luka di hidung, kening, pipi, dan cakaran di dada. Sedangkan Su menderita luka di paha kanannya.

’’Untungnya perkelahian bisa dipisahkan dan keduanya kami bawa ke pos satpam. Dengan penjelasan yang panjang, keduanya akhirnya berdamai dan menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulanginya lagi,” terang Suraya. Meski sudah berdamai, rupanya kabar perkelahian itu menarik perhatian mahasiswa yang kebetulan lewat di pos satpam. Mahasiswa pun mengerumuninya. Karena merasa terpojok, rupanya Su menelepon rekan-rekannya untuk datang ke Unila.

Tak lama, rekan Su yang berjumlah sekitar 10 orang dengan lima sepeda motor datang. Mereka pun mengusir mahasiswa dengan kasar. Seorang mahasiswa yang tidak tahu-menahu dengan permasalahan tersebut terkena imbasnya. Dia dikeroyok rekan-rekan Su. Setelah itu, mereka pergi bersama Su. Oleh satpam, kasus ini pun dilimpahkan ke Pembantu Rektor (PR) III Unila Prof. Dr. Sunarto, M.S. Sunarto sangat menyayangkan kejadian tersebut bisa terjadi di Unila. ’’TNI kan seharusnya menjadi pelindung mahasiswa. Ini malah melakukan kebrutalan di sebuah institusi,” ujarnya.

Kemarin pukul 18.00 WIB, pihak rektorat yang diwakili PR III melakukan pertemuan dengan korem. Kedua belah pihak pun menyatakan damai dan akan meredam masing-masing anggotanya. ’’Pihak Unila akan meredam mahasiswa yang konflik. Dan, korem akan meredam anggotanya,” ujra Humas Unila Sholeh Anom.

Sementara Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) Mayor Subagya saat dikonfirmasi sekitar pukul 20.00 WIB, meski ponselnya aktif, dia tidak mengangkatnya. (wid/ysn/c1/adi)

Senin, 01 November 2010

DAFTAR ISI KLIPING TGL 1 NOPEMBER 2010

Obama Datang, TNI Siapkan Tentara Terbaik

Minggu, 31 Oktober 2010 , 09:29:00

JAKARTA (JPPN )- Presiden AS Barrack Obama dijadwalkan datang ke Indonesia 9 November nanti. Sejumlah scenario pengamanan sudah disiapkan. TNI sebagai ujung tombak di ring pertama orang nonmor satu AS juga sudah menyiapkan anggota terbaiknya.

"Tentu, nanti tim dari Paspampres yang akan menyiapkan personel yang terbaik. Sebab, setiap tamu negara harus dilindungi sebaik-baiknya," ujar Kadispenum Mabes TNI Kolonel Prakoso, Sabtu (30/10).

Jumat lalu, deputi penasihat keamanan nasional Ben Rhodes di Washington mengumumkan rencana kedatangan Obama ke Indonesia tanggal 9-10 Nopember nanti. Obama memastikan kunjungan kali ini tidak akan dibatalkan. Setelah mengunjungi Indonesia, Obama akan menuju Korea Selatan.

TNI sudah mempersiapkan kunjungan ini sejak tahun 2009. Pada Oktober 2009, tim advance Secret Service AS pernah berlatih bersama dengan Grup C Paspampres di Markas Komando Grup C Lawang Gintung Bogor Jawa Barat.

Kadispenum Kolonel Prakoso menjelaskan, koordinasi antara TNI dengan pihak AS sudah berlangsung. "Tentu, detail teknisnya tidak bisa disampaikan secara terbuka di media," kata perwira menengah Angkatan Udara itu.

Sumber Jawa Pos di lingkungan Paspampres menjelaskan, latihan intensif Paspampres sudah dilakukan di Jakarta. Latihan itu melibatkan sejumlah penembak jitu terbaik dari tiga pasukan khusus di lingkungan TNI yakni Kopassus, Denjaka (AL) dan Denbravo (TNIA AU). "Persiapan final 90 persen tinggal pematangan akhir," katanya.

Secara resmi, staf khusus presiden bidang hubungan internasional Teuku Faizasyah menjelaskan, kegiatan Presiden Obama di Indonesia diawali dengan upacara penyambutan kenegaraan di Istana Merdeka, yang akan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah AS. Perdagangan dan investasi merupakan salah satu isu penting yang menjadi perhatian penting pembicaraan itu.

Di dalam kesempatan ini Presiden SBY dan Presiden Obama akan meluncurkan Indonesia US Comprehensive Partnership (CP) yang berdasarkan prinsip saling menghargai dan saling menguntungkan. Saat ini, kedua pihak tengah mematangkan Plan of Action dari Comprehensive Partnership yang penting untuk memperkuat dan meningkatkan hubungan serta kerjasama bilateral RI-AS di berbagai bidang tersebut.

Di hari ke dua kunjungannya, Presiden Obama dijadwalkan melakukan peletakan karangan bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Selanjutnya mengunjungi masjid Istiqlal yang merupakan salah satu ikon penting Indonesia sebagai negera dengan penduduk Islam moderat terbesar dunia.

Setelah itu, barulah Obama menyampaikan pidatonya. Rencananya, Obama akan bicara mengenai kemitraan Indonesia-Amerika Serikat, demokrasi, pembangunan, pluralisme dan toleransi.(rdl)

TNI Mobilisasi Seluruh Kekuatan

Senin, 1 Nopember 2010
JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, TNI telah sangat intensif menanggulangi dan mengevakuasi korban bencana alam di Kepulauan Mentawai, Sumbar; maupun korban letusan Gunung Merapi, Yogyakarta. Hampir seluruh kekuatan TNI, katanya, dimobilisasi untuk membantu korban. "Panglima TNI telah memerintahkan seluruh jajaran TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU) agar aktif membantu para korban bencana," ujar Purnomo kepada Suara Karya di Padang, Sumbar, Sabtu (30/10). Menhan menjelaskan, tiga matra TNI telah mengirimkan armada masing-masing untuk mengangkut logistik ke lokasi bencana alam di Mentawai dan Yogyakarta ini. "Untuk membantu korban bencana di Mentawai, misalnya, TNI mengerahkan sekitar satuan setingkat batalyon plus alutsista darat, seperti TNI-AD mengerahkan helikopter, TNI-AL mengerahkan kapal LST dan KRI, serta TNI-AU mengerahkan pesawat Hercules dan Casa yang dipimpin langsung panglima kodam," ujar Purnomo.

Menhan menambahkan, sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, TNI bertugas melaksanakan operasi militer selain perang (OMSP) dan operasi militer perang (OMP). "Dalam mempertahankan negara, TNI turut serta dalam penanggulangan korban bencana alam. TNI ikut membantu pencarian dan memberikan pertolongan dalam kecelakaan transportasi," ujarnya.Purnomo menegaskan, TNI siap melaksanakan tugas pokok sesuai UU tentang TNI, antara lain penanggulangan bencana alam. "Didukung aset yang dimiliki, TNI siap melaksanakan tugas nonperang," ujarnya.Secara terpisah, Ketua Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Masardi mengatakan, keberadaan TNI sangat strategis untuk mengatasi dan menanggulangi korban bencana alam di Mentawai dan Yogyakarta. Karena itu, Adhie menilai, pemerintah pusat maupun pemda tidak perlu sungkan meminta bantuan TNI.

"Tiap bencana pasti melahirkan kepanikan, ketidakpastian, dan kebingungan bagi masyarakat yang tertimpa bencana alam. Kepanikan dan kebingungan itu harus dibawa ke arah keteraturan. Dalam hal ini, peran TNI sangat penting," ujarnya.Adhie menambahkan, TNI sangat dibutuhkan untuk menanggulangi korban bencana alam. TNI punya doktrin kedisiplinan sehingga dapat diandalkan untuk memobilisasi penanggulangan korban. "TNI menjalankan operation other than war. Di China kita saksikan tentara berbaju loreng berbaris rapi di tengah banjir menolong orang tua, anak-anak, dan wanita menyeberang," ujar Adhie.Penanggulangan korban bencana alam di Mentawai dan Yogyakarta, menurut Adhie, belum efektif dan kurang terkoordinasi.

"Kelemahan utama penanganan dampak bencana tsunami dan letusan Merapi yang dirasakan rakyat adalah lambannya mobilisasi peralatan utama penanggulangan bencana," katanya. Adhie mencontohkan, mobilisasi dapur umum untuk penyediaan makanan dan minuman bagi pengungsi terkesan lamban dilakukan. "Juga terkesan semrawut dalam hal evakuasi orang tua, anak-anak, dan wanita. Tidak tersedia kendaraan evakuasi. Di lokasi pengungsi bencana juga tidak tersedia air minum yang memadai. Penanganan harta benda pengungsi, seperti sapi dan barang berharga lain, tidak ada pihak yang mengaturnya. Penanganan korban di rumah sakit dan penyaluran bantuan masyarakat semuanya terkesan tanpa terorganisasi," ujarnya. Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat bahwa aktivitas Gunung Merapi masih cukup berbahaya. Masyarakat diminta tetap berada di luar radius 10 kilometer dari puncak Merapi.

"Energi yang tersimpan di Gunung Merapi sekarang ini tiga kali lipat lebih besar dibanding energi letusan pada tahun 1997, 2001, dan 2006. Jadi, masyarakat harus tetap waspada dan menjauhi daerah berbahaya yang telah ditetapkan," kata Kepala PVMBG Surono di Yogyakarta, Minggu (31/10). Sementara itu, Minggu kemarin, Merapi kembali mengeluarkan sedikitnya lima kali letusan -- tiga kali di antaranya menyemburkan awan panas. Semalam, aktivitas Merapi bahkan makin meningkat.

Awan panas dan hujan debu yang disemburkannya mengakibatkan Bandara Adi Sumarmo, Solo, pun ditutup selama satu jam akibat terganggu hujan debu dari Merapi. Bandara itu ditutup mulai pukul 19.00 WIB karena gangguan hujan debu. Informasi ini diumumkan petugas PT Angkasa Pura melalui pengeras suara di Bandara Adi Sumarmo, Solo, Minggu. Korban tewas terkait letusan Gunung Merapi sendiri terus bertambah. Sabtu lalu, dua orang dilaporkan menyusul menjadi korban tewas. Ipoen, balita berusia 2 tahun dari Trihanggo, Sleman, meninggal dengan bibir berwarna biru. Menurut dokter yang memeriksanya, Ipoen diduga terlalu banyak menghisap debu dan abu vulkanik.

Korban tewas lain adalah Ny Sugiyem (70) dari Candi Binangun, Pakem, Sleman. Wanita ini cedera berat di bagian kepala akibat kecelakaan lalu lintas saat mengungsi. Data korban tewas terkait letusan Gunung Merapi hingga Minggu kemarin tercatat 37 orang. Sementara korban tewas akibat gelombang tsunami di Mentawai 449 orang plus 96 orang hilang.

"Sebelumnya, korban tewas berhasil ditemukan 413 orang, namun Minggu (31/10) sekitar pukul 12.25 WIB bertambah menjadi 449 orang," kata Kabid Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Ade Edwar, di Padang, Minggu. Sedangkan warga yang belum ditemukan Tim SAR akibat gempa dan tsunami ini berjumlah 96 orang.

Cuaca di sekitar Mentawai sendiri tidak bersahabat. Sabtu lalu, kapal milik PLN terbalik akibat dihantam gelombang besar di perairan pantai Mentawai ketika dalam perjalanan membawa barang dari posko bantuan bagi korban tsunami di Desa Saumanganyak. Menurut Humas PLN Sumbar, Edison, kapal itu berangkat dari Pelabuhan Sikakap membawa genset serta peralatan lain. "Satu kapal berisi 15 orang penumpang, sedangkan kapal yang lain berisi penumpang lima orang," katanya.

Minggu kemarin, helikopter yang membawa Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla dan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najjamudin tidak bisa kembali ke Bandara Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, karena cuaca buruk. (Antara/Feber Sianturi/Dwi Putro AA)

Seribu Karateka INKAI dari TNI-Polri Latihan Bersama

Minggu, 31 Oktober 2010 - 14:22 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 1000 orang Karateka INKAI se-Jabodetabek dari Instansi TNI/Polri serta umum latihan bersama di Markas Komando (Mako) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Jalan Gunung Sahari Raya No. 67 Jakarta Pusat, Minggu (31/10).

Menurut Ketua Affiliasi Pusat INKAI Mabesal Kolonel Laut (S) Ivan Yulivan, SE, M.M., yang sehari-hari menjabat Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Bandung, kegiatan ini dimaksud sebagai ajang silahturahmi para karateka se-Jabodetabek sekaligus sebagai wahana pencarian bibit karateka sejak usia dini yang nantinya akan dapat berprestasi di ajang nasional maupun internasional.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Komandan Pusat Polisi Militer Laksamana Pertama TNI Kingkin Suroso, SE selaku ketua Pembina olah raga Karate Angkatan Laut, para dewan guru serta ranting/cabang/affiliasi dan seluruh sabuk putih sampai dengan sabuk hitam Se-Jabodetabek. – dms

Danlanal Bandung Dapat Penghargaan

Minggu, 31/10/2010 - 13:12

MUNADY/"PRLM"
DINILAI cukup aktif memajukan ilmu bela diri karate, Danlanal Bandung Kolonel Laut Ivan Yulivan, S.E., M.M. mendapat penghargaan dari Dan Puspom TNI AL Laksamana Pertama Kingkin Suroso, S.E.*

JAKARTA, (PRLM).- Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Bandung, Kolonel Laut Ivan Yulivan, S.E., M.M. menerima penghargaan dari Dan Puspom TNI AL Laksamana Pertama Kingkin Suroso, S.E. atas jasanya mengembangkan ilmu bela diri karate. Penghargaan itu diterima Ivan seusai mengikuti latihan bersama di Markas Komando Armabar Jalan Gunung Sahari Jakarta, Minggu (31/10).

Danlanal Bandung mengaku, sudah menggeluti ilmu bela diri karena sejak di bangku SMP. Kini Kolonel Ivan sudah memegang sabuk hitam Dan IV. Ivan sangat aktif membagikan ilmunya di lingkungan TNI AL. Menurut dia, setiap personel TNI harus memiliki ilmu bela diri, termasuk karate. Dirinya, merasa bangga, selama ini banyak atlet karate dari Bandung dan Jawa Barat yang berprestasi. Walau begitu, karate masih harus dikembangkan lagi ke sejumlah daerah.

Ivan mengungkapkan, banyak anggota TNI AL yang punya potensi menjadi atlet karate. Namun, pembinaan yang dilakukannya tidak hanya di lingkungan AL. Ivan selama ini rajin keliling daerah di Jawa Barat untuk mengembangkan karate. Selain di Bandung, Ivan berupaya memajukan karate ke wilayah Tasikmalaya, Ciamis, dan Cirebon. "Karate harus memberikan prestasi bagi Jawa Barat. Saya berharap, atlet karate dari Jawa Barat ke depannya lebih baik lagi. Saya juga melihat, karate makin banyak peminatnya," kata bapak lima anak kelahiran Bandung Jawa Barat 23 November 1969 ini. (Mun/A-147)

Arsip Blog