Selasa, 26 Januari 2010

Lagi, Polisi Tunjuk Hidung OPM

PAPUA, Nusa Bali
Polri mengindikasikan pelaku penembakan di Freeport Timika, Papua. adaIah Organisasi Papua Merdeka (OPM). Polisi sedang menyelidiki keterlibatan OPM dalam penembakan yang melukai tujuh orang, empat di antaranya Brimob dan seorang warga AS.

"lndikasi ke arah sana iya," Kata Kepala Divisi Humas Polri. Irjen Edward Aritonang di Jakarta, Senin (25/1). Edward mengatakan, indikasi. Polri tersebut didasari dari seringnya pola penyerangan serupa oleh OPM. "Dari kasus yang telurungkap, modus atau cara-caranya seperti itu." kata dia. Hingga saat ini, polisi bekerjasama dengan TNI terus memburu pelaku penembakan. Tim pemburu ini juga mcnggunakan anjing pelacak dalam memburu para pelaku.

Aksi teror penembakan kembali terjadi di areal PT Freeport Tembagapura Papua, Minggu (24/1) sekitar pukul 06.00 WIT, tepatnya di mile 61 . Dua bus dan empat kendaraan LWB milik Freeport yang bergerak dari Mile 66 tujuan Kuala Kencana ditemhaki orang tak dikenal. Akibatnya, tujuh penumpang kendaraan tcrluka. Tujuh penumpang kendaraan sempat dirawat di RS Kuala Kencana, namun warga Amerika benama James T, kemudian dibawa ke Jakarta dan lungsung dirawat di Singapura. Sedangkan dua Brimoh yang tertembak di betis dan tangan juga dibawa ke Jakarta.

Pemerintah tidak akan menambah pasukan keamanan di area PT Freeport Indonesia, menyusul insiden penembakan itu. Pemerintah hanya akan meningkatkan penjagaan yang sudah ada. 'Tidak ada penambahan. karena selama ini pengawalan terus dilaksanakan," kata Menkopolhukam Djoko Suyanto kepada wartawan usai rapim TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (25/ I).
Lalu bagaimana bila aksi teror terus terulang dan kembali jatuh korban, diakui Djoko memang sulit, selain medan di sana sangat berat, juga masih bcrgeraknya kelompok-kelompok kecil di wilayah tersebut. 'Tapi bukan berarti kami menyerah, upaya pengejaran tcrus dilakukan," tuturnya.

Bahkan , lanjut Djoko, pasca tewasnya Kelly Kwalik aksi teror di Papua masih saja menghantui warga sekitar. Itu artinya masih ada gangguan dan itu juga yang masih menjadi perhatian dan terus di waspadai, disamping terus melakukan pengejaran.

Meski tidak menambah pasukan, Djoko Suyanto juga berjanji akan menindaklanjuti dengan mcngirim aparat untuk melakukan penyelidikan siapa dibalik aksi teror beruntun di areal Freeport. "Sudah kami tindaklanjuti, aparat sudah menyelidiki siapa pelakunya," ujar Djoko menegaskan.

Sementara itu, menyikapi serangkaian aksi teror penembakan yang masih terus terjadi di areal Freeport, Presidium Dewan Papua (PDP) meminta pemerintah segera membentuk tim investigasi independen. 'Tim nantinya akan melakukan penyelidikan serta mengungkap pelaku aksi teror," kata Sekjen PDP Taha Alhamid dilansir vivanews, Senin (2511).

Selama ini Kelly Kwalik sclalu dikambinghitamkan dibalik serangkaian aksi teror penembakan di Freeport, namun sudah sebulan ini tewas, aksi penembakan masih terjadi. "Ini aneh, jadi sebaiknya untuk mengungkap siapa sebenarnya pelaku teror, pcmerintah harus bentuk tim investigasi independen," tegasnya.

OPM selama ini mendapat label separatis. Kelompok ini juga dituding dibalik beberapa aksi kekerasan di Papua. Salah satu pendiri OPM, Nicholas Jouwe mengatakan, saat ini apa yang diperjuangkan OPM bukanlah aspirasi rakyat Papua. Jouwe sendiri menilai OPM tidak memiliki arti apa-apa di Papua dan hanya dibesarkan pihak tertentu.

Hal ini dikatakan Jouwe usai menemui Wapres Boediono di istana Wapres, Jakarta, Senin (25/1). "Kata OPM sebenarnya kata mati yang tidak punya arti apa-apa. Tapi itu selalu digembar-gemborkan," kata dia.

Kebanyakan masyarakat Papua pendukung OPM, kata Jouwe, juga tidak mengerti maksud perjuangannya. Ini dikarenakan minimnya pendidikan dan kurangnya pengetahuan mereka.


Presiden Minta TNI Modernisasi Diri
Jakarta (Bali Post)-
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada Kementerian Pertahanan danTNl untuk terus memodernisasi diri, agar menjadi kekuatan yang andal, kredibel dan tangguh. "Saya instruksikan kepada pimpinan TNI dan juga Kementerian Pertahanan untuk memodernisasi diri, sesuai hakikat ancaman yang dihadapi," katanya dalam pengarahannya di hadapan para perwira tinggi dan menengan TNI pada Rapat Pimpinan TNI 2010, di Jakarta. SeDin (2511) kemarin.

Kepala Negara menambahkan, modernisasi dilakukan terencana dan berkesinambungan serta terarah sesuai hakikat ancaman yang dihadapi, kondisi geografi., kemampuan negara dan perkembangan dunia militer. Selain memodernisasi diri, Presiden Yudhoyono juga menginstruksikan agarTNI dapat menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2009-2014 terutama yang berkaitan dengan tugas pokok TNI, dan ketiga TNI harus terus meningkatkan kesejahteraan prajurit.

Dalam pengarahannya sekitar satu jam itu, Presiden mengingatkan, TNI juga harus memiliki daya antisipasi, pemikiran strategis agar senantiasa siap menghadapi berbagai macam ancaman global, dengan membangun postur pertahanan yang modem, andal, tangguh, kredibel. "TNI juga harus menjaga kesiapsiagaannya sebagai bentuk strategis penangkalan juga kemampuan untuk mencapai kekuatan pokok minimum (minimum essential forces)," kata Yudhoyono menambahkan.

Pada kesempatan itu pula Kepala Negara meminta TNI untuk membantu menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif di dalam negeri demi lancarnya pelaksanaan pembangunan nasional. "Di negara mana pun, baik negara-negara barat, negara timur, negara maju, negara berkembang, stabilitas keamanan sangat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan nasional," tuturnya.

Karena itu,lanjut Yudhoyono, TNI harus membantu menciptakan lingkungan dalam negeri yang kondusif sesuai kewenangannya, untuk memastikan negara ini stabil dan aman.

Usai memherikan pengarahan, Presiden didampingi Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Menteri Perlahanan Purnomo Yusgiantoro dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II menyaksikan pameran alat pertahanan yang diiikuti sejumlah perusahaan industri pertahanan dalam negeri.

"Terima kasih, saya senang dengan apa yang ditampilkan, dengan inovasi yang ada. Selamat bertugas," katanya, sesaat setelah menyaksikan seluruh alat dan perlengkapan pertahanan yang dipamerkan. (ant)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog