Kamis, 21 Januari 2010

Penggendam Tato Dibekuk

SURABAYA-jawapos.21-01-2010.
Lewat operasi yang dilakukan tim gabungan Kodam V/Brawijaya, tersaqngka “penggendam tato yang sudahtujuh tahun menipu para korban di berbagai kota di jatim di bekuk. Saat di tangkap, tersangka Slamet Subagiyo alias Bambang mengenakan Sabuk yang dipenuhi jimat. Tersangka yang sering mencatut nama perwira kodam itu di tangkap di rumahnya ,kabuh, kecamatan Kabuh,Jombang.Slamet ternyata seorang PNS di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Pemkot Kediri. “Dia terlacak dari Handphone-nya,” kata sumber Jawa pos kemarin. Slamet yang oleh tim pembeku sudah diserahkan ke Polda Jatim disebut “penggendam tato” karena berhasil menipu dan meyakinkan para korban menato wajah mereka. Perbuatan itu dilakukan sejak 2003.
Korban pertama adalah Makruf, Sopir bus asal Mojongapit, Jombang. Korban kedua adalah Amin, Anggota Marinir warga Dlanggu, Kecamatan Deket, Lamongan. Amin oleh Slamet dijanjikan menjadi anggota intel di Departemen Pariwisata dengan gaji yang menggiurkan. Syaratnya , dia harus menato seluruh wajahnya. Sang Marinir akhirnya sadar tertipu. Malu wajahnya penuh tato, Amin memutuskan keluar dari kesatuanya. Slamet kadang mengaku sebagai kasdim seperti saat memperdayai korban di Gresik. Salah seorang anggota koramil di sana dia perintah agar menato wajahnya. Karena yang memerintahkan Kasdim, anggota tadi tanpa pikir panjang melaksanakan perrntah.
Di luar anggota TNI, sedikitnya 15 korban “gendam tato” yang melapor. Di antaranya, dua orang dari Bojonegoro, dua Trenggalek, dua guru SD di Jember, dua guru Probolinggo, dan empat dari Jombang. Dalam menjalankan aksi, tersangka “memerintah” korban lewat telepon. Dia bahkan bias menipu korban secara masal. Misalnya, mengerahkan kesatuan di Jember untuk mengikuti atraksi pada peringatan HUT Kodam V/Brawijaya pertengahan Desember 2009 di Surabaya. Slamet meminte mereka hanya bercelana dalam serta wajah dan tubuh penuh cat. (din/el)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog