Selasa, 26 Oktober 2010

Puluhan Pesawat Tempur Digeser ke Kaltim

Senin, 25 Oktober 2010 | 12:23 WITA

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Handry Jonathan & Fachmi Rachman

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Penerjunan pasukan Detasemen Bravo Paskhas, Senin (25/10) dinihari mengawali rangkaian latihan puncak Angkasa Yudha TNI AU di Sangatta, Kaltim. Sesuai strategi, Den Bravo diterjunkan sebagai pasukan pionir menyusup dan mempelajari kekuatan lawan.

Demikian dikemukakan Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Balikpapan, Letkol Pnb Riva Yanto di Base Operasi Sepinggan. Usai Den Bravo, kembali terjun 14 personil pengendali tempur (Dalpur) dari Batalyon 464 Paskhas Malang. Dalpur bertugas untuk membuka jalur komunikasi dan perlindungan pasukan. "Dalpur bertugas membuka komunikasi dengan kolat (komando latihan). Ini sebagai penentu kelanjutan misi latihan," ujar Riva.

Dua penerjunan sengaja dilakukan saat gelap guna menambah kemampuan personil. Setiap pasukan Dalpur dilengkapi dengan sub-machine gun Daewoo, radio, teropong, panel, serta pakaian sipil. "Usai mendarat, mereka langsung ganti pakaian sipil untuk memantau keadaan di sekitar sasaran," tuturnya.

Angkasa Yudha merupakan latihan puncak di jajaran TNI AU. Senin (25/10), beberapa pesawat tempur yang digunakan akan tiba di Bandara Sepinggan. Diantaranya, 10 unit Hawk 100 dari Skadron 1 Pontianak dan Skadron Udara 12 Pekanbaru. Lima unit Hercules, Lima unit F-5E/F Tiger Skadron Udara 14, Lanud Iswahyudi, Madiun. Serta satu Helikopter SAR Super Puma Nas 332. Alutsista ini melengkapi pesawat Casa C212M-200, Fokker 27 dan satu helikopter yang telah digunakan Minggu kemarin.

Selasa (26/10) besok, masing-masing pesawat dijadwalkan melakukan Combat Air Patrol (CAP) di wilayah udara Kaltim. Pesawat yang melakukan CAP termasuk Sukhoi Su-27 SK dan SU-30 serta pesawat F-16 Fighting Falcon dari masing-masing pangkalan. "Selasa (26/10) siang KASAU (Kepala Staf TNI AU) juga akan tiba di Balikpapan untuk menyaksikan langsung latihan ini," ujar Riva.

Puncak latihan akan digelar Rabu (27/10) tepat pukul 08.00 di Sangatta. Seluruh pesawat tempur dijadwalkan melakukan penembakan secara bergantian. "Seharusnya ini skenario serangan fajar. Tetapi sengaja kami gelar pukul 08.00 agar masyarakat dapat menyaksikan juga," kata dia.

Latihan ini, lanjutnya, melibatkan sedikitnya 650 personil. Termasuk petugas Kolat, ground crew pesawat, serta personil Paskhas.

Usai latihan, TNI AU dijadwalkan menggelar Air Static Show di Base Ops Lanud Sepinggan. TNI AU akan memperlihatkan pesawat dan heli yang digunakan dalam latihan Angkasa Yudha 2010 ini. Selain itu, Lanud Balikpapan juga menyiapkan pameran foto dan aksesori TNI AU.

"Melalui latihan ini kami ingin menunjukkan kepada masyarakat Kaltim kemampuan TNI AU. Selain menumbuhkan rasa nasionalisme kami ingin masyarkat merasa bangga memiliki TNI AU," tutur Riva. Ia juga berharap generasi muda Kaltim mau terpanggil untuk bergabung bersama TNI di masa mendatang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog