Selasa, 01 Juni 2010

Rekonstruksi Mutilasi di Probolinggo

Senin, 31/05/2010 16:55 WIB
Sugianto - detikSurabaya
Korban Ditembak dan Kepala Dipenggal
Probolinggo - Emosi Serma Niman yang nekat memutilasi Hartono (30) warga Desa Andungsari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, benar-benar kalap. Pelaku nekat menghabisi nyawa korban, lantaran istri pelaku berinisial ID seringkali diganggu oleh korban.

Apalagi kabar yang berkembang sebelum kejadian, rumah tangga pelaku sedang dilanda ketidakharmonisan. "Sekitar 2 bulanan antara pelaku dan istrinya sedang pisah ranjang," ujar salah seorang warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya kepada detiksurabaya.com di lokasi, Senin (31/05/2010).

Pantauan detiksurabaya.com, setelah korban ditembak mati tertembus peluru di dada kiri di pinggiran sungai desa setempat, pelaku kemudian menyeret tubuh korban ke sungai dekat bebatuan. Di sanalah, tubuh korban kemudian ditelentangkan dalam kondisi berlumuran darah. Di sungai dekat bebatuan itu, pelaku kemudian pulang ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Di rumahnya, pelaku mengambil sebilah parang dan kembali menemui mayat korban yang sudah tidak berkutik.

Untuk menghilangkan jejaknya, pelaku kemudian memenggal leher korban dengan sadis. Setelah itu, memotong tangan kanan dan kiri serta kaki kanan korban. Potongan tubuh korban tersebut lalu dikubur di tengah lahan kopi milik Serma Niman sendiri dengan melewati jalanan sungai kecil menembus bebukitan. Dalam rekonstruksi 7 adegan itu dijaga ketat ratusan polisi dan anggota TNI. Medan rekonstruksi cukup berat, tidak sedikit petugas yang mengawal pelaku terjatuh saat melewati jalan setapak menuju sungai, lokasi dibunuhnya korban Hartono.

Kapolres Probolinggo, AKBP Ai Afriandi saat dikonfirmasi tidak banyak memberikankomentar. "Karena pelakunya oknum TNI, semua proses hukumnya diserahkan ke Denpom," ungkapnya kepada detiksurabaya.com.

Sementara Wadandenpom V Brawijaya Malang, Mayor CPM Didik Hariyadi saatdikonfirmasi, enggan memberikan komentar.

Sebelumnya, Senin (16//5/2010), tak jauh dari tempat penemuan jenazah Hartono, polisi menemukan sepucuk pistol jenis FN 4,6 milimeter dan butiran peluru berkaliber 9 mm. Tak hanya itu, polisi juga menemukan fotocopi KTP atas nama Serma berinisial NM, slip setoran rekening BCA yang juga atas nama NM serta kartu telpon seluler.

Ada dugaan, sebelum tubuh Hartono dimutilasi, dia terlebih dahulu ditembak oleh pelaku. Kemudian untuk menghilangkan jejak, pelaku lalu memotong-motong tubuh Hartono hingga menjadi 9 bagian. Potongan tubuh lainnya Hartono ditemukan tak jauh dari badannya. (fat/fat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog