Kamis, 02 September 2010

Jabatan Panglima TNI Tak Digilir

Wednesday, 01 September 2010 Seputar Indonesia

MARKAS Besar TNI menyatakan, tidak ada mekanisme giliran atau jatah bagi jabatan Panglima TNI. ”Tidak ada jatah-jatahan. Presiden akan memilih sesuai dengan kondisi yang berkembang.
Itu pun harus disetujui DPR,” kata Juru Bicara TNI Mayjen TNI Aslizar Tanjung di Jakarta kemarin. Dia menegaskan, tiga kepala staf angkatan yang ada saat ini, yakni KSAD Jenderal TNI George Toisutta, KSAU Marsekal Imam Sufaat,dan KSAL Laksamana Agus Suhartono, memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan Panglima TNI. Aslizar mengemukakan, belum ada nama calon Panglima TNI yang mencuat di antara ketiga nama kandidat yang ada.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso juga menilai, pergantian Panglima TNI untuk menggantikan posisi Jenderal TNI Djoko Santoso tidak harus berdasar giliran matra.Menurut dia, Presiden SBY cukup memilih salah satu dari tiga kepala staf angkatan untuk diajukan ke DPR guna mendapatkan persetujuan. “Sebaiknya sesuai mekanisme, tidak harus urut kacang.

Tidak harus dari Angkatan Laut,”kata Priyo di Jakarta kemarin.Menurut politikus Partai Golkar itu, Presiden punya keleluasaan untuk memilih siapa jenderal yang dinilai tepat untuk menduduki jabatan tertinggi di TNI. Senada diungkapkan anggota Komisi I DPR Tjahjo Kumolo.“Mekanisme pergantian matra tidak merupakan keharusan.

Misalnya, setelah matra Angkatan Darat, terus matra Angkatan Laut,terus matra Angkatan Udara, dan seterusnya. Tidak begitu,” katanya di Jakarta kemarin.Sekjen DPP PDIP itu menekankan, seyogianya Presiden SBY mengirimkan satu nama saja ke DPR untuk menghindari voting saat pemilihan. (rahmat sahid/ant)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog