Senin, 08 November 2010

Kemenpera fokus bangun rusunawa TNI/Polri

Minggu, 07/11/2010 20:44:06 WIB
Oleh: Intan Pratiwi
JAKARTA: Kementerian Perumahan Rakyat pada 2011 menargetkan pembangunan 100 twinblock rumah susun sewa (rusunawa) dengan investasi Rp1,2 triliun, yang difoukuskan peruntukannya pada anggota TNI/Polri. "Tahun depan Kemenpera menargetkan sekitar 80 - 100 twinblock, yang masing-masing terdiri dari 4 hingga 5 lantai, tiap lantainya akan ada sekitar 80-90 unit tergantung luas lahan, dengan biaya tiap menara sekitar Rp12 miliar," ujar Zulfi Sarif Koto, Deputi Perumahan Formal (Rusun) Kementerian Perumahan Rakyat.

Dia menambahkan fokus untuk tahun depan akan lebih ke TNI Polri dengan target pembangunan minimal 40 twinblock. TNI Polri dipilih karena secara umum permasalahan banyak terjadi di situ seperti janda pejuang yang kemarin bersengketa mengenai kepemilikan rumah.

Di samping itu, TNI polri dinilai paling siap dalam realisasi pembangunan rusunawa seperti kesediaan tanah untuk dibangun, pemanfaatan, dan juga penggunaannya. Pembangunan akan dilakukan diseluruh wilayah Komando Daerah Militer (Kodam) di Indonesia bekerjasama dengan kementerian Pertahanan. Pembangunan rusunawa bagi TNI polri diharapkan akan menjadi percontohan. Masyarakat akan melihat dan juga meniru untuk tinggal di rumah susun. Pada masa yang akan datang, tinggal di rumah susun diharapkan akan menjadi suatu kebutuhan. Sehingga akan ada efisiensi lahan dan juga transportasi.

Di sisi lain pembangunan rusunawa di kawasan pondok pesantren juga menjadi prioritas dan nantinya akan dibangun di atas tanah milik yayasan ponpes tersebut. Sedangkan pembangunan rusunawa untuk pekerja di sekitar wilayah industri masih banyak terkendala permasalahan lahan. Dari 2005 Sampai dengan bulan kemarin sebanyak 138 twin blok telah dibangun. Lebih dari separuhnya diperuntukkan untuk mahasiswa yaitu sebanyak 89 twin blok. 38 twin blok diperuntukkan bagi pekerja umum dan sisanya 11 twin blok bagi TNI/POLRI.

Saat ini pembangunan rusunawa untuk mahasiswa akan diserahkan kewenangannya pada Kementerian Pendidikan Nasional. Kalau kemarin Kemenpera membangun maka itu merupakan percontohan. Penerapan proyek rusunawa nantinya akan dilakukan oleh pusat pengembangan perumahan dan dveloper. Kemenpera dan pemerintah daerah juga akan membantu masalah pengawasannya melalui pusat pengembangan perumahan.

Sedangkan pembangunan rusunawa paling bergairah terjadi di kota Jakarta, Batam, dan Surabaya. Hal ini terjadi karena tingginya permintaan konsumen terhadap rusunawa. Sedangkan Jogjakarta adalah kota dengan sinergi yang paling baik dalam membangun rusunawa. (17)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog