Kamis, 22 Juli 2010

TNI Kecewa Tanggung Jawab Pemda

21-Jul-2010

indosiar.com, Jakarta - Kepengurusan terhadap monumen selama ini telah diserahkan kepada pemerintah daerah setempat untuk menjaga dan melestarikan. "TNI waktu itu ikut membangun sebagai penyedia tenaga dan prasarana, sedangkan departemen Pekerjaan Umum menyediakan bahan baku dan anggaran," lanjut Aslizar yang dihubungi melalui telephon genggam ditengah upacara panglima cup, di markas TNI Cilangkap, Jakarta Timur Selasa (21/07) pagi.

Rencana lelang itu sendiri menurut Aslizar seharusnya tidak perlu terjadi, jika pemerintah daerah dan pusat mau memperhatikan. Pasalnya, monumen Jenderal Sudirman itu dibangun untuk tujuan mengenang perjuangan pasukan bersenjata Indonesia yang kala itu dipimpin jenderal Soedirman untuk mengusir penjajah dari Indonesia. "Itu juga sebagai lambang sejarah dan persatuan bangsa, lah kalo jatuh ke tangan orang lain bagaimana," tegas Aslizar.

Lahan monumen Jenderal Sudirman itu sendiri terletak di Desa Pakisbar, Nawangan, Pacitan, Jawa Timur, dengan luas 10,7 hektar. Selain patung Jenderal Sudirman, diatas lahan juga berdiri bangunan rumah tempat sang jenderal menyusun strategi melawan pendudukan Jepang di tahun 1949. Kesemuanya oleh ahli waris ditawarkan dengan nilai Rp 40 milliar.

Penolakan sebelumya juga telah dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Pacitan atas rencana keluarga waris Jenderal Sudirman. Namun pihak keluarga waris Roto Suwarno almarhum yang merasa kecewa tetap akan melakukan upaya lelang.(Her)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog