Senin, 02 Agustus 2010

Panglima TNI Resmikan Patung Sudirman di Pulau Ndana

Senin, 02 Agustus 2010 04:25 WIB


KUPANG--MI: Bupati Rote Ndao, NTT, Lens Haning mengatakan, peresmian Patung Sudirman merupakan bukti penguatan terhadap Pulau Ndana sebagai salah satu pulau terluar di bagian selatan Indonesia. "Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Rote Ndao, saya mengucapkan terima kasih kepadan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas kesediaannya melalui Panglima TNI Jenderal Joko Santoso, meresmikan patung Jenderal Besar Sudirman di Pulau Ndana, Minggu (1/8)," katanya ketikan dihubungi dari Kupang, Minggu (1/8) malam.

Menurut dia, peresmian patung itu oleh Panglima TNI Jenderal Joko Santoso, katanya, mengakhiri teka-teki akan keberadaan pulau tersebut sebagai salah satu pulau terluar di selatan Indonesia. Karena itu, dia mengimbau seluruh masyarakat setempat untuk memanfaatkan monumen itu sebagai salah satu objek wisata budaya, sekaligus langkah awal untuk menata dan memelihara pulau-pulau terluar lainnya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Masyarakat Rote Ndao sudah lama menantikan pembangunan monumen titik selatan itu dan hari ini sudah menemukan jawaban atas penantian panjang itu dengan peresmian tersebut, sehingga kita perlu memanfaatanya ke depan sebagai bukti kecintaan akan wilayah kesatuan ini," katanya. Ia mengatakan pada 2007, pemerintah melalui satuan kerja Pengembangan Prasarana dan Sarana (P2S) Kawasan Perbatasan NTT, Subdin Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Nusa Tenggara Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta lebih untuk pembangunan barak permanen, kantor dan fasilitas kemiliteran pendukung di Pulau Ndana.

Pembangunan fasilitas dan konstruksi kemiliteran di pulau ini tergolong mendesak, karena sudah dua tahun prajurit TNI yang ditugaskan mengamankan pulau terluar itu dari kemungkinan pencaplokan oleh warga asing. Pulau Ndana merupakan satu dari lima pulau terluar dalam wilayah NTT.Empat pulau lainnya yakni Pulau Batek di Kabupaten Kupang, Menggudu dan Salura di Sumba Timur dan Pulau Dana, merupakan bagian dan gugusan Pulau Sabu. Lima pulau terluar itu merupakan bagian dari 92 pulau terluar yang dimiliki Indonesia dan telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 tahun 2002 tentang Titik-Titik Dasar Garis Pangkal Kepulauan RI (Pulau di Indonesia).

Atas dasar ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao saat itu mengusulkan tiga nama pahlawan untuk penamaan monumen itu nantinya, yakni Prof Dr dr WZ Johanes, Panglima Besar Jenderal Soedirman, dan Pancasila Sakti. Dari ketiganya, TNI telah memilih nama Jenderal Soedirman.

Ia mengatakan peresmian patung Jenderal Besar Sudirman di Pulau Ndana Nusa Tenggara Timur itu, merupakan yang kedua dalam masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudyono. Sebelumnya Patung perunggu Sudirman setinggi delapan meter di Pacitan Jawa Timur dan diresmikan langsung oleh Presiden SBY pada Desember 2008. (Ant/OL-8)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog