Selasa, 20 Juli 2010

Prajurit TNI Harus Junjung Tinggi Komitmen Netralitas

Senin, 19 Juli 2010 - 16:52 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Seluruh Panglima dan Komandan di lapangan ditekankan agar benar-benar menjelaskan kepada segenap prajurit di bawah jajarannya untuk menjunjung tinggi komitmen ”netralitas TNI” dari segala bentuk kegiatan politik praktis dan senantiasa membina kemanunggalan TNI-Rakyat.

Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI Slamet Sulistiyono pada saat upacara bendera 17-an di Lapangan Apel Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara,Senin (17/6).


Hal tersebut disampaikan berkaitan dengan menghangatnya isu Pemilu Kada saat ini, dimana dalam tahun 2010 ini sejumlah 246 daerah telah dan akan melaksanakan Pemilu Kada secara sambung menyambung, baik di tingkat Provinsi, Kabupaten maupun Kota di seluruh tanah air.

Dan berdasarkan catatan sejarah bahwa setiap pasca Pemilu Kada nyaris selalu menimbulkan dan menyisakan persoalan politik. Dengan demikian TNI patut mewaspadai dan mengantisipasi agar persoalan tersebut tidak merusak harmonisasi sosial, persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak menimbulkan gangguan terhadap stabilitas nasional, tambahnya.

Pada kesempatan tersebut juga, Panglima TNI atas nama Komando menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh prajurit dan pegawai negeri sipil TNI atas pelaksanaan tugas dan pengabdiannya sesuai fungsi dan bidang masing-masing dalam menyelesaikan program kerja dan anggaran semester I Tahun Anggaran 2010.

Lebih lanjut Panglima TNI juga menyinggung soal Sapta Tunggal Kebijakan Panglima TNI yang ditetapkan pada saat Rapim TNI Tahun 2010 lalu, dimana salah satunya adalah Kebijakan ”Optimalisasi Peran TNI” yang merupakan wujud partisipasi aktif dan kontribusi nyata TNI dalam pembangunan nasional pada khususnya serta kehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya.

Beliau menegaskan bahwa ”Optimalisasi peran TNI” sama sekali bukan bentuk ekspansi TNI seperti masa lalu, untuk mencampuri atau mengambil alih peran dan tugas institusi lain, tetapi semata-mata panggilan moral dan fungsional TNI, dalam rangka menunaikan tugas kemitraan atau tugas perbantuan TNI kepada institusi atau lembaga lain, apabila diperlukan sesuai dengan kemampuan dan batas kemampuan TNI, seperti TMMD dan Manunggal KB-Kesehatan serta membantu penanggulangan bencana alam yang telah berjalan selama ini.

Di Akhir amanatnya Panglima TNI menyampaikan beberapa perhatian antara lain agar memegang teguh dan mengamalkan komitmen ”netralitas TNI” dalam politik praktis, menjaga dan meningkatkan soliditas dan solidaritas prajurit, baik internal maupun antar angkatan, mengamalkan secara nyata nilai-nilai setiap butir Delapan Wajib TNI di tengah kehidupan masyarakat yang sedang mengalami banyak cobaan, meningkatkan pembinaan satuan dengan mengedepankan ”kepemimpinan lapangan” yang penuh simpati, keteladanan dan pengayoman terhadap anak buah.

Hadir dalam upacara tersebut pejabat teras, para Komandan unsur dan seluruh anggota baik militer maupun pegawai negeri Sipil di jajaran Kolinlamil. (dispenkolinlamil/syamsir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog